
.
.
“Bel, makan ini dul –” belum juga Zeno selesai menawari mochi strawberry yang dia beli di toko sistem, Bella sudah menyambarnya dan memakannya dengan lahap. Mochi strawberry itu berasal dari toko makanan manis di Korea, disana sedang musim strawberry, dan strawberry dari sana memiliki rasa yang sangat manis.
Zeno menyukai makanan manis, jadi dia sangat menyukai strawberry tersebut, meski harganya mahal, bahkan setelah membelinya dari sistem yang sudah diskon 90% untuk buah-buahan, tetap saja mahal.
Tidak apa mengeluarkan uang sedikit untuk teman yang sedang galau.
Kelihatannya Bella sedang kesal sekali pada Damian, bahkan diajak bicara pun masih belum bisa.
Kemudian Sellya menyenggol rusuk Zeno, “kenapa sih dia?” tanya Sellya, Zeno menjawabnya dengan mengedikkan bahunya.
“Damian...” gumam Bella.
“Kenapa dia?” tanya Raihan, yang sebenarnya sedang sibuk dengan buku catatannya, biasalah anak pintar seperti dia pasti bacaannya buku pelajaran. Tapi meski begitu, dia juga mendengarkan obrolan teman-temannya.
“Dulu Damian mendekatiku, dia baik sekali padaku, aku mulai menyukainya, tapi lama-kelamaan dia mulai berubah, meminta banyak barang mahal padaku yang tidak masuk akal, sampai meminta motor sport juga, tapi kemudian setelahnya aku menemukan dia hanya mempermainkan ku demi taruhan atau apalah itu, aku merekamnya dan sempat viral, sepertinya kalian tahu itu – tapi si brengsek itu datang ke rumah, ingin menuntut ku atas pencemaran nama baik, tapi aku tidak tahu kenapa, kemudian orangtuaku mengatakan semuanya beres, mereka mengancam Damian segala, saat itu aku di kamar tidak mau keluar, intinya itu sudah selesai, tapi kemudian sejak aku berubah semakin langsing berkat ramuan dari Zeno, dia tiba-tiba mengatakan jika sebenarnya dia mencintaiku, di pikir aku bodoh atau idiot sih? Nyebelin banget – Sellya mau kemana?”
Bella menarik lengan Sellya agar kembali duduk.
“Mau menghajarnya! Dia pikir cuma karena dia ganteng, anak basket dan banyak disukai cewek-cewek, dia bisa seenaknya sendiri!”
Akhirnya Bella berhasil membuat Sellya kembali duduk, “diam! Dia itu bukan orang sembarangan tauk! Meski kayak gitu, ada yang backing dia di belakangnya, dia bisa sekolah disini itu bukan karena orangtuanya, tapi ‘seseorang’ yang cukup berkuasa, meski aku juga gak tau siapa, tapi justru gak tau itu jadinya serem banget” ucap Bella.
“Kalo kamu bilang gitu ya, aku gak bisa apa-apa” balas Sellya, dia pikir, Bella yang merupakan anak dari orang yang cukup berkuasa, lebih berkuasa dari ayahnya Sellya saja berkata Damian itu berbahaya, Sellya jadi ikutan menciut.
“Bella bener, lebih baik kita gak berurusan sama dia lebih dari ini, sebisa mungkin gak ngajak ribut, kecuali dia yang ngajak ribut duluan” ucap Zeno.
Raihan akhirnya mendongak dari bacaannya, “aku pernah denger, kalo Damian itu ada hubungannya dengan sindikat geng-gengan gitu, yang suka meresahkan warga dan ngambilin duit warga, bukan cuma Damian, satu gengnya dia begitu” ucap Raihan, dia terdengar sangat yakin, jadi ucapannya bisa dipercaya.
“Kalo gitu, kita jauhi dia aja” balas Zeno.
Akan tetapi, kadang hidup itu tidak berjalan sesuai keinginan kita.
Sepulang sekolah, Zeno dijemput oleh Andi dengan mobil lama milik Kevin. Meski lama, itu dibeli sekitar tiga tahun lalu, jadi pasti masih bagus, harganya juga tidak main-main, meski terbilang murah jika dibandingkan mobil-mobil mewah.
Awalnya Zeno tenang-tenang saja, tapi Andi meminta berkeliling kota, Zeno mengiyakan ajakan tersebut. Lagipula, jika tersesat, Zeno memiliki aplikasi map genius yang bisa membantunya.
Ngomong-ngomong, aplikasi genius bisa Zeno jual untuk orang lain lho ternyata, tapi Zeno bingung bagaimana menjual aplikasi, apalagi jika seajaib itu.
Zeno hanya diam menikmati pemandangan yang ada, jika ada penjual makanan enak, Andi pun berhenti, meminta Zeno membelikan untuk mereka. Zeno tidak masalah, dia juga ingin mencoba makanan sekitar sana, karena kebanyakan sangat unik, jadi dia cukup suka.
“Wah, itu kayaknya enak Zen, bebi krep!”
Zeno menoleh pada penjual baby crab yang dimaksud, Zeno tidak yakin dia akan menyukai bayi kepiting yang dibumbui, tapi dia penasaran juga.
Jadi, Zeno pun turun dan membelinya, “ya udah, aku beli tapi dua bungkus aja ya? Gak bisa banyak-banyak soalnya aku gak terlalu suka” ucap Zeno.
“Oke deh.”
__ADS_1
Zeno yang tidak ada kecurigaan apapun berjalan menuju tempat penjual baby crab, dia bahkan tidak sadar jika mobil diparkir lebih jauh dari penjual, jadi Zeno harus berjalan beberapa langkah.
Tempat itu tidak terlalu ramai, bahkan bisa dibilang sepi, penjual ada disana juga karena ada saat-saat tempat itu menjadi ramai karena anak-anak sekolah pulang atau orang kantoran pulang.
Beberapa motor sport mahal tiba-tiba menghadang jalan Zeno, padahal dia tidak melihat mereka disekitar sana sebelumnya. Zeno yang bodoh dan terlalu santai hingga tidak melihat ada siapa saja di dalam map.
Kini, setelah dihadang, Zeno baru membuka mapnya.
Ternyata Damian dan beberapa nama lain yang tidak Zeno ketahui, mungkin teman-temannya.
Ini sudah sore, Zeno ingin segera kembali dan siap-siap pergi ke pesta bersama Aslan.
“Yo! Di jagoan sedirian aja nih?” Damian membuka helmnya dan menghampiri Zeno.
“Kamu mau apa?” tanya Zeno.
Damian tertawa terbahak-bahak, “hahaha, aku? Mau apa? Pake nanya lagi – jelas mau menghajarmu!”
BUGH!
Zeno yang memang sengaja diam saja tidak menyangka jika Damian akan memukul perutnya dengan cepat.
Sakit juga pukulannya, tapi tidak masalah, Zeno bisa menahannya.
Damian maju lagi, tapi kali ini Zeno penuh persiapan, dia berhasil menghindari pukulan kedua Damian, tapi Damian yang tidak menyerah kembali menyerang, Zeno menghindar lagi, tapi dia tahan tangan Damian, kemudian dia balas memukul perutnya.
“Kita impas sekarang! satu pukulan, balas satu pukulan! Aku mungkin bukan ahli bela diri, tapi aku pernah menang dalam kejuaraan tingkat kabupaten, kamu marah karena masalah dengan Bella waktu itu kan? kamu marah karena aku viralkan vidiomu lagi kan? padahal sudah ditake down, tapi kamu masih dendam juga, dendam itu gak baik tau!”
“Bacot lo ah!”
Melihat itu teman-teman Damian pun membantu, salah satunya membawa Damian dan membopongnya, sementara yang lain menyerang Zeno.
Zeno hanya meladeni mereka satu persatu, meski sedikit kewalahan, tapi kemampuan bela diri mereka jauh dibawahnya, mereka hanya sekedar bisa berantem, jadi Zeno bisa mengatasi mereka dengan baik.
Karena mereka kalah, mereka pun kabur, tapi salah satunya berkata jika mereka tidak menyerah dan akan datang lagi.
Gawat, sepertinya mereka dendam pada Zeno.
“Ugh, ngrepotin aja mereka ini.”
Zeno pun melanjutkan jalannya, pergi menuju penjual baby crab.
“Nak, kamu gak apa-apa?” tanya pak penjual.
“Gak apa-apa pak, saya baik-baik aja.”
“Emang anak-anak sekarang bandel-bandel, suka berantem, kamu jangan ikutan ya?”
“Iya pak!”
Sementara itu, Andi yang melihat semuanya jadi merinding. Dia tahu jika mobilnya diikuti oleh berandalan elit itu, dia tidak berpikir dia penyebabnya, itu pasti Zeno. Jadi dia memarkir mobil agak jauh, meminta Zeno turun, dan benar saja, mereka menghampiri Zeno.
__ADS_1
Andi pikir, Zeno akan babak belur, dia sudah mengantisipasinya, jika Zeno babak belur, dia akan membawa Zeno ke rumah sakit, mengatakan dia telah menolong Zeno, jadi Kevin akan berterimakasih padanya.
Tapi ternyata Zeno bisa mengatasi mereka bahkan membuat mereka kabur.
Andi tahu Zeno pernah ikut turnamen bela diri dan juara di kabupaten, karena tidak sampai tingkat nasional, Andi pikir Zeno biasa saja.
Andi harus hati-hati dengan Zeno mulai sekarang, dia tidak bisa diremehkan.
“Ini udah kak, cobain deh...”
Zeno masuk ke dalam mobil lalu memberikan sebungkus baby crab pada Andi.
“Ma-makasih ya...”
“Tadi ada anak-anak gak jelas, kak Andi gak apa-apa kan?”
“Iya, aku baik-baik aja kok.”
“Ayo kita pulang, aku ada urusan sebentar lagi” ucap Zeno.
“Oke...”
Mereka pun kembali ke rumah Kevin, ternyata Aslan sudah menunggu disana, bersama Travis dan Kevin.
“Udah pulang, Zen?” sapa Kevin.
“Zeno cepet siap-siap, kita berangkat!” sahut Aslan, dia kelihatan sudah tidak sabar dan begitu bersemangat.
“Gak usah maksa Zeno, acaranya masih lama kok, dua jam lagi, santai aja Zen” ucap Travis.
“Oke, aku ke atas dulu!”
“Tunggu!” Aslan berdiri dari duduknya, kemudian berjalan mendekati Zeno, memperhatikan penampilan Zeno yang berantakan.
“Kamu berantakan gini, habis ngapain?” tanya Aslan.
“Hah? Aku cuma capek kok, banyak kegiatan gitu... iya, kegiatan sekolah! udah ya, aku ke kamar dulu!” Zeno pun kabur dari tempat itu.
Malah membuat yang lain curiga.
“Dia gak pandai berakting deh” gumam Aslan jengkel.
“Andi, kemari! Apa kamu tahu sesuatu tentang Zeno bisa berantakan seperti itu?” tanya Kevin pada Andi yang hanya diam berdiri di pojokan, karena dia tidak enak dengan tamu.
Aslan menatap Andi dengan tatapan tidak suka, “cepat cerita atau akan –”
“Eheem, Aslan, gak boleh ketus gitu” tegur Travis.
“Cih, iya deh iya, cepet katakan!”
“Anu, sebenarnya tadi ada yang tiba-tiba datang memukuli Zeno, tapi Zeno melawan semuanya, malah mereka kabur karena babak belur, mereka ada sekitar lima orang, seragamnya sama dengan Zeno.”
__ADS_1
.
.