Sistem Belanja Online Sepuasnya

Sistem Belanja Online Sepuasnya
Rencana ke depan


__ADS_3

.


.


“Kalian berdua bisa membaca itu, baca baik-baik, setelah itu beri pendapat kalian” ucap Zeno, sambil memandangi Aslan dan Carl dengan tatapan tenang, namun sebenarnya Zeno sedikit cemas.


Hari itu, Zeno sudah menyelesaikan semua rencana yang akan dia kerjakan di dunia lain, karena Carl adalah orang dari dunia lain maka Zeno butuh pertimbangannya juga, lalu karena Aslan juga harus ikut atas permintaan sistem, maka Zeno juga butuh pendapatnya.


Rencananya Zeno akan membentuk kekuatan di dunia lain, misalnya dengan membuat serikat perdagangan sendiri. Jika sudah besar nanti, dia akan lebih mudah untuk memperoleh informasi apapun tentang raja iblis dan bagaimana cara mengalahkannya.


Zeno juga sudah mencantumkan kemungkinan usaha lain di sana, misalnya membuat restoran. Karena mencari emas juga penting baginya, sampai-sampai Zeno merasa dia sudah seperti naga yang suka menimbun harta.


Tapi, Zeno sih tidak ada niatan untuk menimbun harta, karena sebagian besar kekayaan Zeno lari kepada bantuan terhadap anak yatim atau orang-orang yang membutuhkan di daerah-daerah yang sulit. Sampai sekarang yayasan untuk bantuan itu masih berjalan lancar, karena memang yang manghandle adalah keluarga Raynold sendiri.


“Menurut saya, ini adalah ide yang brilian, tapi saya masih tidak yakin, karena jika anda mengurusi bisnis, apakah bisa sambil mencari informasi tentang Raja iblis? Karena setahu saya, bangsa manusia saat ini menjaga jarak dari wilayah makhluk mistis, mereka memiliki kerajaan yang maju dengan sihir hebat dan kekutan luar biasa, namun kebanyakan manusia takut atau memandang rendah mereka, hanya beberapa orang saja yang tidak seperti itu, saya sendiri tidak akan ada disini jika tidak pergi ke Floutesia dan menerima pelatihan,” ucap Carl.


Aslan sendiri sudah tahu asal usul Carl, tapi hanya Zeno dan Aslan saja yang tahu, yang lain tidak boleh tahu. Aslan yang sangat tertarik, berkali-kali mengajak Carl untuk menguji pengetahuan masing-masing. Saudara kembar Zeno tersebut makin kagum karena Carl memiliki pengetahuan yang luar biasa tentang dunia moderen.


 “Jadi, apa kamu tahu sesuatu tentang Raja iblis, Carl?” tanya Zeno.


Carl menggeleng pelan, “maafkan saya, saya hanya memiliki pengetahuan yang minim tentang itu, mungkin karena para peri tidak memberi saya informasi apapun, saya hanya mengetahui dunia iblis sebenarnya tidak terlalu jauh dari Floutesia, namun akses masuk kesana bahkan para peri saja dibatasi. Mungkin beberapa petualang akan mengetahui informasi tentang mereka.”


Zeno dan Aslan mengangguk pelan mendengar penjelasan Carl. Kemudian Aslan menoleh pada Zeno, lalu dia berkata.


“Jika kamu mau melakukan bisnis di dunia itu, aku bisa saja membantu, tapi bagaimana pekerjaan kita disini, kamu memiliki banyak pekerjaan, belum sekolah juga... apa tidak akan kerepotan?” tanya Aslan.


“Untuk sekarang, aku akan fokus pada sekolah dan dunia lain, karena ini sangat mendesak, untuk pekerjaan disini kan masih ada yang lain yang bisa mengurusnya, ada Carl yang bisa dipercaya juga, jangan khawatir” sahut Zeno.


Sebenarnya, Zeno sudah tidak bisa menunda lebih lama lagi, karena sistemnya sering putus koneksi. Memang fitur-fitur seperti belanja online masih bisa diakses dengan mudah. Tapi, sistem kadang tidak bisa merespons ucapannya seperti biasa, itu sangat mencurigakan.


Zeno sangat khawatir dengan sistemnya, apalagi, menurut sistem, tidak hanya satu yang mengurus, meski Zeno masih belum mengerti dengan hal tersebut. Dia tidak ingin sistem yang telah membantunya selama ini hilang begitu saja.

__ADS_1


Pasti ada alasan penting mengapa sistem meminta untuk melawan raja iblis.


***


Zeno merasa sangat hampa, dia tidak menyangka jika sistemnya benar-benar tidak bisa merespon sama sekali. Zeno khawatir, perasaannya juga campur aduk. Dia bingung harus bagaimana, dia juga terus berpikir dan merenung, sampai orang-orang di sekitarnya ikut khawatir pada Zeno.


Ini sudah beberapa Minggu, bahkan sudah saatnya liburan sekolah untuk dua Minggu ke depan. Zeno memanfaatkan liburannya untuk pergi ke dunia lain bersama Aslan. Mereka berdua serius sekali menjalankan misi petualang di guild, mereka juga selalu menyerahkan buruan mereka yang selalu bisa mengejutkan pemburu lain pada guild untuk di ambil materialnya.


Mereka berdua tidak memakan semua daging sendiri, mereka selalu membagikan daging pada penduduk sekitar, terutama yang kurang mampu. Bahkan untuk anak-anak jalanan yang tidak punya rumah juga mereka belikan rumah khusus untuk menampung mereka.


Karena sudah terdaftar di guild pedagang juga, jadi mudah bagi mereka untuk membangun bisnis baru. Anak-anak yang tidak memiliki pekerjaan diajari dan dipekerjakan, dari pada terlunta-lunta di jalanan.


Sonu juga termasuk diantara anak-anak itu, karena Sonu paling besar, dia mengurusi anak-anak yang lain. Sebenarnya ada panti asuhan, tapi kebanyakan panti itu dimiliki oleh preman yang suka menjual anak menjadi budak, jadi banyak yang kabur.


Awalnya Zeno mendapat pemberontakan dari pengurus panti preman itu, tapi karena Zeno lebih kuat, mereka kalah. Akhirnya Zeno mendaftarkan rumah itu sebagai panti anak-anak juga, sekaligus tempat anak yang butuh pekerjaan atau pendidikan.


Namun, kesibukan tersebut, tidak bisa membuat Zeno tidak kepikiran sistemnya. Sampai kemudian sistem menyala kembali, Zeno sudah senang ada respon, tapi setelah melihat pesan sistem, dia kembali muram.


Isi pesan sistem seperti ini.


[Zeno sudah bisa sendiri kan? Kamu tetap bisa berbelanja dan lainnya seperti biasa. Namun, sistem telah ditangkap oleh iblis. Apa Zeno bisa membantu?]


[Untuk lebih jelasnya, kunjungi kastil Floutessia, ku berikan kunci perpustakaan, Carl pasti bisa mengantarkan.]


[Sampai jumpa lagi, Zeno sudah kuat, kami menunggu Zeno datang]


Apa-apaan ini? Bukan hal itu yang Zeno inginkan. Zeno hanya ingin semuanya kembali seperti sedia kala.


Oh iya, seperti saran Carl, tidak ada yang membantu dari bertanya pada petualang lain. Rata-rata mereka hanya tahu sebagian.


Kerajaan Iblis sebelumnya damai dan berbaur dengan baik pada manusia dan makhluk lain. Namun, kemudian terjadi pemberontakan besar-besaran terhadap kerajaan.

__ADS_1


Kini, raja iblis yang sekarang adalah tiran yang gila dan ingin menghancurkan wilayah lainnya.


Karena ada beberapa kerajaan kuat yang melawan, mereka pun menyerah.


Hanya berhenti sampai sana.


Melihat keadaan sistem, Zeno yakin Raja iblis tidak menyerah. Bisa jadi raja iblis menangkap sistem yang bisa berhubungan dengan manusia di bumi karena ingin berbalik menguasai bumi.


"Aslan!" Panggil Zeno tidak sabaran.


Aslan yang sedang mengajari Sonya, adik perempuan Sonu untuk memasak sup daging pun buru-buru menoleh pada kembarannya.


"Ada apa?" Tanya Aslan, setelah mengatakan pada Sonya untuk meneruskan pekerjaannya. Aslan pun berjalan mendekati Zeno yang makin terlihat murung.


"Kau baik-baik saja?" Tambah Aslan.


Zeno menggeleng pelan, "tidak, aku tidak baik-baik saja, barusan aku mendapatkan kunci perpustakaan kastil Floutessia." Zeno menunjukkan kunci perak dengan hiasan bunga mawar berlian pada Aslan.


Aslan pun meraih kunci itu dengan tatapan kagum.


"Ini kunci perpustakaan? Jadi kita akan kesana? Bukankah itu jauh?" Tanya Aslan bingung.


Zeno mengangguk, "memang, jadi bersiaplah untuk pergi ke Floutessia, Carl bisa membantu kita kan? Dia lebih tahu jalannya."


Aslan kembali menatapi kunci perak perpustakaan, perasaannya ikut buruk melihat ekspresi murung Zeno.


"Baiklah, aku akan siapkan semuanya, kamu lebih baik menenangkan diri, misalnya berendam air hangat, kamu terlihat sangat kacau."


Zeno mengusap wajahnya dengan kasar, dia tahu dia terlihat kacau, mungkin Aslan benar, dia harus menenangkan diri. Tidak ada gunanya menjadi stress di saat-saat seperti itu.


.

__ADS_1


.


__ADS_2