Sistem Belanja Online Sepuasnya

Sistem Belanja Online Sepuasnya
Semuanya jadi kacau


__ADS_3

.


.


Zeno lupa, jika dia masih seorang anak.


Bisa jadi orangtuanya masih menganggapnya sebagai bayi yang lemah dan tidak bisa berdiri sendiri.


Jaden menjemput Zeno dari restoran, lalu sepeda Zeno dititipkan di restoran. Akhirnya Tasya diantar oleh Jaden ke rumahnya.


“Kenapa kamu melakukan itu? Mama mu menangis-nangis dan menelfon ku, mengatakan kamu kabur dengan perempuan” ucap Jaden, saat itu mereka sudah mengantarkan Tasya dan sedang kembali ke rumah.


“Mama berlebihan pa, padahal aku meninggalkan ransel ku di rumah, lalu pamit untuk mengantar Tasya, aku tidak kabur” jawab Zeno.


“Iya, papa mengerti... tapi mama mu mengatakan kamu kabur, mungkin mama takut kamu kabur, mama juga bilang, dia tidak menyukai Tasya karena dia yang menculik mu, Aileen juga. Papa tidak tahu masalahnya, tapi katanya berhubungan dengan Harjuno, apa itu benar?”


Zeno menoleh pada jendela di sebelahnya, “iya, Kak Tasya itu putri satu-satunya Harjuno, aku sungguh tidak mengerti, aku dan kak Arvin sudah sepakat untuk memanfaatkan kak Tasya untuk melawan Harjuno, aku bahkan sudah mendapatkan 25% saham HR Group” ucap Zeno.


“APA?”


“Saham itu aku dapat dengan kesepakatan antara aku dan Harjuno, dia minta aku menjadi pacar kak Tasya dan mengembalikan reputasi kak Tasya di media, itulah kenapa aku meminta saham 15% lalu sisanya aku beli sendiri dengan uangku” ucap Zeno.


Jaden berdecak kagum, putranya diam-diam menghanyutkan.


“Wah, kamu diam-diam mendapatkan banyak saham juga, lalu... kesepakatanmu dengan Arvin apa lagi?” tanya Jaden.


“Ya gitu, aku akan pura-pura berkencan dengan kak Tasya, tapi kemudian aku ingin mengajak kak Tasya makan malam di rumah, kak Arvin berkata kasar yang menyakiti kak Tasya, membuat kak Tasya menangis, setelah sampai rumah, mama dan kak Aileen tidak jauh berbeda, maksudku – tidak bisakah mereka bersikap normal? Kita disini yang ingin memanfaatkan dia, kenapa mereka begitu? Aku kecewa... meski aku paham tidak semua orang baik, pasti punya sisi buruknya, aku –”


Jaden menepikan mobilnya di tempat aman, lalu menoleh pada Zeno yang duduk di sebelahnya.


“Kamu kecewa dengan kita? Apa kita tidak sesuai dengan ekspektasi mu?” tanya Jaden.


Zeno menundukkan kepalanya, “jujur saja, aku tidak mengharapkan apapun, aku tidak berharap memiliki orangtua lain, karena aku pikir orangtuaku sudah meninggal, aku tidak berharap orang tuaku dari kalangan atas, tapi – mungkin aku terbawa suasana dengan cerita kak Tasya.”


“Boleh aku dengar cerita tentang gadis itu?”


“Kak Tasya adalah anak diluar nikah, Harjuno memiliki kekasih aktris luar negri, ingin menikahinya setelah melahirkan, tapi yang terjadi malah wanita itu meninggal saat melahirkan kak Tasya. Harjuno tidak terlalu menyukai anaknya, dia berpikir, anaknya harus berguna dan menghasilkan uang. Kak Tasya hanya dijadikan alat, dia saat berumur 15 tahun dibawa ke dunia entertain karena kecantikannya, dia juga dipaksa menjadi umur 20 tahunan. Jelas mental kak Tasya tidak baik dengan semua perlakuan itu. Dia bilang, dia tidak pernah merasakan kebahagiaan sama sekali, dia baru bahagia saat bertemu denganku, bagaimana bisa aku tega dengannya?”


“Jadi begitu... dia gadis yang baik sesuai dengan image polosnya?” tanya Jaden.


“Iya, ternyata itu sesuai.”


“Jujur saja Zeno, kami khawatir jika kamu bersama dengan dia, tapi papa akan memberimu kebebasan asal kamu tahu batasannya.”


“Aku tahu apa yang ku lakukan, pa, jangan khawatir.”


***


Pagi-pagi Aslan baru bangun – ah, sebenarnya sudah jam 10, Aslan bangun telat karena semalam begadang.


Kembali pada bahasan awal, saat baru bangun, Aslan membuka ponsel hanya untuk melihat perkembangan pekerjaan anak buahnya.


Tapi yang terjadi dia malah melihat berita huru-hara.


Aslan pun langsung turun dari ranjangnya dan mencari saudara kembarnya.


“ZENO!!”

__ADS_1


Dia yakin Zeno masih ada di rumah, karena hari itu adalah hari libur sekolah.


“IYA? AKU DI DAPUR!”


Aslan pun buru-buru turun ke dapur, dia melihat sudah ada Xeon, Bella dan Elle. Oh, dan satu lagi bocah lucu yang belum Aslan kenali, tapi dia merasa pernah melihatnya di suatu tempat.


“Siapa itu?” tanya Aslan sambil menunjuk bocah yang tidak dia kenali.


“Masa gak inget? Dia Yoshi, harusnya kamu kenal kan pas festival Yoshi juga membantu” ucap Xeon, si manusia yang tidak pernah lupa pada apapun, termasuk semua aib Aslan, dia selalu mengingatnya.


“Oh, aku ingat sekarang, yang punya restoran Jepang kan? halo, aku Aslan – oh iya, Zeno! Kamu udah ngeliat berita di internet gak? Katanya kamu pacaran sama aktris!” ucap Aslan heboh.


“Kita semua udah tahu, aku kesini juga buat bahas itu, tapi Zeno malah bikin takoyaki sama Yoshi dan Bella” sahut Elle.


“Aku mendapat gurita dari rumah nenek, tidak tahu harus diapakan, jadi aku kasih Zeno deh” ucap Bella, dia kelihatan tidak terlalu senang hari ini.


Aslan mendekati Bella, “apa ini? Lemes banget Bel, cemburu ya karena Zen – ADUH!” Aslan mengaduh kesakitan saat Bella menyenggol rusuknya.


“Diam!”


Baru  kali ini Aslan ternistakan di rumah sendiri.


Zeno menoleh pada Aslan yang ribut dengan Bella, lalu dia sadar jika Aslan baru bangun.


“Aku sudah mengetahuinya, nanti aku ceritakan, kamu lebih baik mandi dulu, kucel gitu” ucap Zeno.


Aslan berdecak malas, masa ganteng gitu dibilang kucel, padahal cuma sedikit berantakan.


“Ya udah aku mandi dulu, ikut gak Bel?”


“Mandi sebelum ku lempar panci” desis Bella sebal.


Bella hanya pergi beberapa hari, tapi rasanya sudah seabad.


“Zeno, kamu gak beneran kan sama aktris itu? Dia lebih tua dari kamu!” ucap Elle, sudah beberapa kali sepupu Zeno yang cantik jelita itu bertanya, dan sudah beberapakali pula Zeno bilang.


“Itu bener kok... tapi aku punya tujuan” ucap Zeno.


“Gak, aku gak mau percaya!” sahut Elle lagi.


“Lagian emang kenapa kalo Zeno pacaran sama aktris? Itu kan hak Zeno, lagian emang Anastasya cantik banget, bening, seksi, imut, gemes banget... dia banyak penggemar juga. Banyak yang suka sama dia, pernah juga sesama selebriti nembak dia tapi ditolak. Menurutku Zeno dan dia cocok banget kok” ucap Yoshi, akhirnya ada yang bisa mengerti juga.


“Kamu penggemar Tasya kah?” tanya Xeon, dia meski biasanya paling waras, tapi kali ini kurang setuju dengan Zeno dan Tasya, paling tidak sebelum ada penjelasan yang bagus.


Zeno sudah berjanji untuk menjelaskannya, tapi katanya menunggu selesai membuat banyak takoyaki.


Zeno bilang dia ingin mengirim takoyaki untuk Tasya juga.


Xeon juga bisa melihat Elle dan Bella sama-sama cemburu.


“Gak, gak cocok banget tauk!” protes Elle.


“Terus siapa yang cocok? Kamu? Atau Bella, gitu?” tanya Yoshi, “pasti Zeno punya alasan, kalian gak perlu ribut” tambah Yoshi.


“Oh iya, bocah ini ngapain ada disini?” tanya Bella.


“Yoshi kesini untuk mengembalikan sepedaku, kemarin aku titip sepeda sama dia – oh, bentar ya, aku ada perlu” Zeno pergi dari sana, kembali ke kamarnya sendiri untuk memeriksa ponselnya.

__ADS_1


Zeno baru ingat jika dia harus mengirim beberapa barang hari itu.


Pertama-tama buah ke toko ayahnya Sellya, lalu bermacam-macam ikan ke toko pamannya Damian, baru kemudian pesanan di toko online.


Zeno tidak sabar untuk menjual barang dari toko ajaib juga, masalahnya dia hanya menjual secara manual. Dia akan membuat toko online khusus, tapi dia tidak bisa membuatnya sendiri, Raihan yang membuatkan.


Tok tok!


“Siapa?” tanya Zeno.


“Ini Elle.”


“Oh, masuklah...”


Pintu kamar Zeno terbuka, Elle masuk dengan raut cemberutnya.


“Ada apa?” tanya Zeno.


“Aku masih gak terima kamu tiba-tiba pacaran sama cewe gak jelas” ucap Elle.


Zeno tersenyum, “Elle, jangan khawatir, aku tahu apa yang aku lakukan... seperti ucapan Yoshi, aku memiliki hak untuk memilih bukan?”


“Dia itu punya rumor-rumor buruk, katanya dia terkenal karena make sponsor! Kamu tahu sponsor kan? dia menjajahkan tubuhnya pada orang berduit agar bisa terkenal!”


“Elle, itu tidak benar, ku mohon... jangan bicarakan ini lagi, ya?”


Zeno merasa kepalanya akan meledak jika semua orang selain Yoshi menentang hubungan itu, padahal Zeno melakukannya hanya untuk kesepakatan. Jika Zeno tidak melakukannya, pasti Harjuno akan berbuat sesuatu yang licik, Zeno hanya menghindarinya.


“Sekarang, ayo kita keluar.”


Bukannya keluar, Elle malah mendekati Zeno dan memeluk Zeno dengan erat.


“Elle, kamu ngapain?”


“Aku gak rela kalo Zeno sama cewek lain...”


“Hah? Lalu? Kenapa?” Zeno hanya bingung, kenapa dia yang berkencan, orang lain yang kebakaran jenggot, itu aneh sekali.


Elle melonggarkan pelukannya, lalu menatap Zeno.


Dari dekat seperti itu, Elle semakin cantik saja, apalagi pipi dan ujung hidungnya memerah karena menangis. Ternyata Elle menangis sungguhan, Zeno sempat berpikir dia pura-pura.


“Aku menyukaimu, Zeno...”


“Eh? Tapi – kita sepupu?”


“Lalu kenapa? Aku tidak peduli.”


“Elle, lepaskan aku...”


“Gak mau!”


“Lepaskan Zeno!”


Mereka berdua menoleh pada pintu kamar Zeno, Bella berdiri disana, menatap tidak suka pada Elle.


Zeno menghela nafas berat, apa lagi ini?

__ADS_1


.


.


__ADS_2