
.
.
Zeno merasa bersalah, karena dirinya, Elle dan Bella sekarang sedang diceramahi oleh Xeon. Padahal Zeno pikir Xeon tidak terlalu peduli dengan hubungannya, tapi Xeon sepertinya membela Zeno.
Xeon mengatakan pada Elle dan Bella untuk tidak ikut campur dengan urusan Zeno, meski dia sendiri masih bingung, tapi Zeno pasti punya pertimbangan sendiri.
Pada akhirnya, Xeon mengantar Elle dan Bella pulang, setelah Zeno memberi mereka masing-masing sekotak takoyaki, khusus Bella dua karena kan guritanya dari Bella.
Akhirnya hanya ada Zeno, Aslan dan Yoshi saja. Mereka sibuk dengan akun medsos, membuat konten terbaru untuk mempromosikan barang-barang ajaib di toko milik Zeno.
Aslan sedang mengedit beberapa vidio untuk ramuan penurun berat badan, modelnya adalah Bella. Zeno sudah meminta Bella memvidio setiap hari selama konsumsi hingga menjadi langsing seperti sekarang. untuk langsing sempurna butuh satu mingguan waktu itu.
Setelah konten jadi, Aslan mempostingnya di semua akun medsos milik tokonya Zeno, yaitu toko khusus barang ajaib. Tokonya berbeda dengan toko untuk menjual barang seperti ponsel, laptop atau tablet. Karena barang dari toko ajaib adalah barang original, bahkan Zeno sudah mendaftarkan brandnya sendiri.
Yaitu Magishop.
Saat ini Magishop memiliki sedikit barang, hanya krim wajah, lotion, ramuan pelangsing, dan lain-lain. Barang yang paling laris terjual adalah krim wajah dan lotion, makanya mereka membuat vidio promosi untuk ramuan pelangsingnya.
Oh iya, karena Bella menjadi modelnya, tentu dia dibayar.
Bahkan, Aslan menyarankan agar Zeno menarik model baru, orang yang berbadan gemuk, kalau bisa dia terkenal dengan badannya yang gemuk, jadi setelah dia berubah, orang-orang langsung percaya.
Dalam vidio promosi, Bella mengatakan selain minum ramuan sekali sehari sebelum tidur, harus diperhatikan untuk banyak minum air putih, bergerak secukupnya, makan tidak berlebihan. Hal itu dikatakan agar ramuan Zeno tidak terkesan sangat ajaib.
Karena menurut sistem, jika pemakai terus-terusan makan junk food selama minum ramuan, memang itu aman, tapi tingkat efektifitasnya akan berkurang.
“Kamu memiliki banyak sekali komentar di vidio promosi untuk krim wajah” ucap Yoshi.
Untuk krim wajah vidio promosinya itu sangatlah sederhana, itu hanya vidio Zeno menggunakan krimnya, lalu dilakukan shoot yang dramatis. Namun, ada banyak sekali penontonnya saat ini saja sudah mencapai sekitar satu juta likes, 10 juta penonton, dan puluhan ribu komentar.
Zeno saja tidak bisa melihat semua komentar sampai bawah, dia sendiri kebingungan.
Ada banyak orang luar negeri yang datang untuk memesan, tentu saja bisa Zeno tangani, karena sistemnya bisa mengirim kemana saja sampai dunia lain pun bisa. Itu kata sistem, meski Zeno belum yakin tentang dunia lain itu ada dimana.
Yang membuat Zeno kebingungan adalah....
“Aku tahu, mereka malah menyuruhku mengeluarkan produk skin care, padahal mereka tidak membutuhkannya jika sudah menggunakan krim itu” ucap Zeno.
“Tidak-tidak, bukan itu... lihat ini! Ada orang yang meragukan apakah krim itu sudah aman atau tidak, BPOM-nya juga dipertanyakan” ucap Yoshi.
Zeno segera menyambar ponsel Yoshi, untuk melihat sendiri komentar yang Yoshi maksud.
“Apa ini?” gumam Zeno bingung.
“Zeno, gawat! Ada dokter yang stich vidio-mu, mengatakan krim wajah dari produkmu terlalu bagus dan diduga memiliki kandungan yang aneh” ucap Aslan tiba-tiba.
Zeno melirik saudara kembarnya itu, padahal tadi Aslan sibuk ngedit vidio, sekarang sudah sampai ke notifikasi saja.
Zeno tahu ada kandungan aneh dalam produknya, yaitu keajaiban, tapi Zeno tidak mungkin bisa menjelaskannya.
“Apa yang harus kita lakukan? Aku memiliki ijin dan semua dokumen lengkap” ucap Zeno.
__ADS_1
“Mungkin kita biarkan saja dulu, jika semakin parah, kita bisa melaporkan orang itu, padahal BPOM itu bisa diperiksa, jika dia memang sungguhan dokter, dia pasti mengerti hal itu, kita biarkan saja” ucap Aslan.
“Jangan khawatir jika kamu tidak salah, Zeno, orang yang iri akan berusaha menjatuhkan kita,” ucap Yoshi.
“Tapi aku pikir ini belum cukup... aku ada ide, tapi aku takut kalian menentang ku” sahut Zeno.
Aslan menoleh pada Zeno dengan cepat, “coba katakan dulu, bisa atau tidaknya nanti aku nilai.”
Zeno ragu untuk mengatakannya secara langsung pada Aslan dan Yoshi, jadi dia memutuskan untuk membisikkan rencananya pada Aslan saja.
“Gimana?” tanya Zeno setelah selesai membisiki rencananya pada Aslan.
Aslan merenungkan ide Zeno sebentar, “ini agak beresiko, bagaimana jika kita meminta pendapat yang lain dulu, seperti papa, kak Arvin... mereka lebih dewasa dari kita bukan?”
Zeno mengangguk, “oke! Tapi ku pikir, dengan ide ini, pendapat masyarakat bisa lebih cepat mereda, aku ingin mengembalikan reputasinya dimata masyarakat” ucap Zeno.
Aslan tergelak mendengarnya, “kau... beneran suka sama dia?”
Zeno mengedikkan bahunya, “entahlah, aku mungkin hanya iba padanya, dia gadis yang baik, tapi dikelilingi orang jahat, aku ingin melindunginya” ucap Zeno.
“Kalian membicarakan Anastasya ya?” tanya Yoshi.
Zeno pun terkejut saat bocah itu bisa tahu dengan cepat.
“Jangan kaget, aku tahu dia orang baik, dia dan ayahnya pernah makan di restoran keluargaku, dia kelihatannya menurut dengan ayahnya, dia seperti sedang ditekan, dan ayahnya kelihatan – maaf, brengsek...”
“Kau benar Yoshi, aku setuju” ucap Zeno.
“Aku tidak tahu apa-apa, jadi aku tidak bisa menilainya, saat mama dan kakak kita mengusirnya juga aku gak tahu kan?” sahut Aslan.
“Kenalkan jika semua sudah mereda, Zeno, jangan cepat-cepat, kita belum bisa menerima... jadi pelan-pelan saja.”
***
Saat itu Zeno sangat gugup untuk menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan, karena dia pikir hanya akan mengatakan pada Jaden dan Arvin, paling tidak, Luna dan Aileen juga akan mendengarkan, tapi ternyata tidak. Xeon dan ayahnya, Lino, juga ikut datang. Bahkan Travis suami Aileen pun ikut mendengarkan, dia juga membawa Kevin segala.
Kevin akan pergi ke Korea Selatan untuk mulai syuting drama, jadi dia datang untuk berpamitan pada Zeno.
Kevin tidak tahu jika saat itu Zeno akan mengatakan ide untuk barang yang dia jual, Kevin yang sibuk tidak tahu apa-apa tentang perkembangan Zeno. Tapi, Kevin sangat bangga Zeno sudah mulai serius, bagi Kevin itu sudah sangat sukses bagi pemuda seusia Zeno.
“Ehem ehem, jadi begini, produk krim wajah yang ku kenalkan lewat media sosial sedang viral sejak vidio konten promosi yang Aslan buatkan diupload, kemudian ada beberapa oknum yang mengatakan jika produk milikku mencurigakan, padahal semua surat ijin yang diperlukan sudah ku miliki, aku bisa menunjukkannya jika mereka meminta. Karena itu, untuk meningkatkan kualitas produk ku, aku akan menggunakan kak Tasya sebagai brand ambassador, dengan begitu, hubunganku dengan kak Tasya bisa mengubur pendapat negatif bagi kak Tasya tentang kejadian yang baru saja terjadi padaku” ucap Zeno panjang lebar.
Lino mengangkat tangannya, “Begini, Zeno... Om kurang setuju denganmu, kenapa kamu memihak Harjuno? Kenapa tidak kita hancurkan saja?” tanya Lino.
Travis mengangguk, “itu benar, kamu sudah memiliki 25% saham perusahaannya, jika kita bisa mendapatkan sekitar 35% lagi, kita bisa menguasainya, lalu, kita tinggal mencari bukti tentang bisnis kotornya menjual anak-anak dibawah umur.”
Zeno tersenyum pada mereka, dia juga maunya begitu, tapi didalam kehidupan bermasyarakat, Zeno tahu dia harus terlihat bersih. Kalaupun Harujo ditangkap nanti, dia mau Tasya tidak terkena dampaknya.
“Apakah bukti itu sudah ada? Karena kita belum memilikinya, kita harus membuktikan kak Tasya itu bersih terlebih dahulu, setelah kita memiliki bukti dan kita bisa membeli sebagian besar sahamnya, kita bisa mulai menjatuhkannya, kita juga bisa meminta kak Tasya menceritakan bagaimana ayahnya memperlakukannya tidak baik selama ini, jika kita langsung melakukannya tanpa membuktikan kak Tasya tidak bersalah, dia akan terseret kasus ayahnya, aku tidak mau itu terjadi.”
Mereka semua kemudian saling menoleh dan berbicara sendiri-sendiri.
Zeno tahu, mereka mengajukan pertanyaan seperti itu untuk mengetahui bagaimana cara Zeno berpikir. Sepertinya Zeno tidak boleh berpikiran bodoh seperti dulu-dulu, jika tidak mereka akan dengan mudah menguasainya. Apalagi dimata mereka Zeno itu masih anak-anak, jelas mereka tidak akan memercayai Zeno sepenuhnya.
__ADS_1
“Zeno, kamu sungguh menyukai perempuan itu?” tanya Luna.
Eh? Jadi hanya itu yang Luna pikirkan?
Zeno tersenyum tipis, “mama, sebenarnya aku memedulikan kak Tasya bukan karena cinta, dia hanya seseorang yang kesepian, aku ingin membantunya. Bayangkan jika aku ada dalam posisinya, apa yang kalian lakukan? Pasti kalian ingin melindunginya kan? memang kak Tasya tidak sempurna seperti yang kalian inginkan, tapi tiap manusia memiliki kekurangan, begitupun denganku” ucap Zeno.
“Zeno, maafkan mama ya? Kamu boleh membawanya kemari... mama ingin mengenalnya lebih jauh, jika Zeno menyukainya, pasti dia orang yang baik kan?”
Zeno tersenyum semakin lebar, “terimakasih, mama.”
Pertemuan itupun berakhir dengan mereka menyetujui usulan Zeno.
“Huufftt itu tadi sangat berat” ucap Zeno, saat itu hanya ada dia dan Aslan di kamarnya.
“Aku pernah ada di posisimu, tapi untuk membuat aplikasi market place, mereka tidak menyetujuiku sampai aku memiliki investor, kemudian kamu datang – eh? Aku pernah menceritakannya ya?”
“Iya... aku sangat gugup, tapi aku bersyukur mereka menyetujuinya.”
“Syukurlah ya?”
Aslan menyandarkan kepalanya pada kepala ranjang di belakangnya, kemudian Zeno juga mengikutinya.
“Zeno?”
“Hmm?”
“Ku pikir, kamu semakin berpikiran dewasa sekarang, apa hanya pemikiranku saja ya? Aku masih ingat kamu gak bisa apa-apa saat bertemu denganku” ucap Aslan.
“Maaf, aku cuma gaptek.”
“Nanti kita akan pergi ke kota tempat panti asuhanmu kan? aku tidak sabar pergi kesana, aku ingin melihat bagaimana tempat kamu dibesarkan, itu tempat yang seperti apa?”
“Ah, kalian ingin mengunjungi pabrik juga ya? Aku akan senang jika kita kesana lagi.”
Tok tok tok
Zeno menoleh pada pintu kamarnya.
“Zeno? Kevin mau ketemu sama kamu nih,” ternyata suara Travis.
“Oke kak! Aku akan keluar! Aslan, ayo keluar...”
“Kayaknya kak Kevin mau pamitan deh, kamu gak sedih?” ucap Aslan.
Zeno menggeleng, “enggak dong, kak Kevin mau pergi buat main drama, aku tidak sabar menunggu dramanya tayang dua bulan lagi.”
“Ayo keluar!”
Aslan menarik tangan Zeno untuk keluar dari kamar.
Zeno tersenyum melihat tangan Aslan yang menggenggam tangannya, dia tidak percaya dia menemukan saudara kembarnya, padahal beberapa bulan lalu, Zeno masih berpikir dia sebatang kara.
.
__ADS_1
.