
Ugh, bagaimana ini? Zeno sangat frustrasi berkat kontennya dengan Aslan dan Xeon. ini tentang konten tiktak untuk aplikasi Moline, dibuat akun sendiri untuk mempromosikan aplikasi belanja online tersebut.
Baru dibuat satu hari saat syuting iklan, ada dua konten di dalamnya, yang satu konten iklan, yang satu lagi konten dance challenge yang sedang viral.
Ini gara-gara Aslan merengek meminta Xeon dan Zeno melakukannya, jadi mereka pun terpaksa dan konten itupun menjadi fyp dan viral.
Berkatnya, Vidio promosi pun segera naik tayangan dan likesnya, pengikut akun juga semakin bertambah.
Imbasnya, akun pribadi Zeno juga mulai dikenali dan diikuti banyak orang.
Zeno cukup senang melihat akun toko onlinenya juga disoroti, tapi... dia tidak siap menjadi populer, itu sangat menyebalkan.
Melihat bagaimana Kevin dan teman-temannya yang merupakan idol ternama, membuat Zeno sudah yakin dia tidak mau terkenal.
Tapi... semua itu mendadak.
Dia ingin menyalahkan Aslan, tapi tidak mungkin dia melakukannya, Zeno bukan tipe saudara yang suka gelut. Beda dengan Aileen dan Arvin yang sering sekali berdebat sampai Zeno capek sendiri, malah kadang Aslan juga ikutan mencari ribut.
Ternyata benar, Zeno satu-satunya yang menuruni sifat ayahnya, Jaden, yang kalem, tenang, namun bisa diandalkan.
"Zeno!"
Hampir saja Zeno terlonjak mendengar panggilan tersebut. Ternyata itu Andi, dia sudah tinggal di rumah keluarga Zeno juga, menjadi supir pribadi Zeno.
Andi tiba-tiba masuk begitu saja dan tanpa permisi duduk di sebelah Zeno, kemudian mencomot kue yang ada di meja di depan Zeno.
"Ada apa kak?" tanya Zeno.
"Anu, hehe... aku ingin keluar sebentar, tapi Aku tidak boleh membawa mobil jika tidak bersama denganmu, jadi... yah" Andi terlihat bingung ingin beralasan seperti apa lagi.
"Apa itu keperluan yang sangat penting?" tanya Zeno.
Andi mengangguk pelan, terlihat sangat sungkan.
Zeno yang pada dasarnya baik hati itu tidak bisa mengabaikan permintaan Andi begitu saja.
"Jadi kak Andi mau ku temani?" tanya Zeno.
Andi mengangguk semangat, "iya! sebentar aja Zen... beneran deh!" ucap Andi, sambil menunjukkan dua jarinya, entah maksudnya apa, katanya itu pose peace, tapi Zeno belum paham. Karena banyak orang berfoto selfie dengan pose dua jari.
Sebenarnya, Zeno juga sedang bebas, dia tidak melakukan apapun saat ini, baru juga selesai mengerjakan PR, mengirim barang, dan melihat notifikasi akun sosmed yang banyak sekali. Zeno jga suntuk, jadi lumayan membutuhkan hiburan.
Berhubung masih sore, jadi Zeno mengiyakan saja permintaan Andi, sekalian jalan-jalan. Tapi, jalan-jalan dengan Andi harus siap jika ada sesuatu, Andi akan jadi pengecut dan meninggalkannya lagi. Zeno sampai bingung, padahal Andi kan lebih tua darinya.
Andi dulu juga mengikuti bela diri sama seperti Zeno, tapi Zeno tidak paham kenapa Andi masih takut jika melawan preman. Apalagi untuk ukuran Damian dan teman-temannya, itu kan sangat remeh.
Tapi, mengesampingkan hal itu, Zeno tidak benci atau dendam kok. Lebih sedikit yang terluka lebih baik, karena ada kemungkinan Andi terluka jika ikutan berkelahi.
Mobil berputar-putar di sekitar pusat perbelanjaan yang ramai, baru berhenti setelah menemukan tempat parkir untuk mobil. Mereka mendapat tempat parkir di dalam yang sangat sepi, hanya ada sekitar lima mobil bersama mereka.
"Zeno mau ikut masuk ke dalam atau tetap di mobil?" tanya Andi.
"Kayaknya aku mau pergi beli seblak di depan sana deh, aku penasaran banget pengen beli" sahut Zeno.
"Kalo gitu ayo turun, nanti langsung ke mobil ya kalo udah selesai, aku gak bisa hubungi kamu soalnya hapeku LCD-nya rusak, mau aku beliin baru" ucap Andi.
Zeno hanya mengangguk saja untuk menjawabnya.
Setelah turun dari mobil, mereka pun berpisah. Meski Zeno bilang mau beli seblak, pada akhirnya dia tergoda dengan rayuan jajanan lain di sekitar sana. Selain seblak, dia juga membeli minuman boba taro, jasuke, dan pentol bakar bumbu kacang. Zeno penasaran ingin mencoba semuanya, itupun dia sudah menahan diri untuk tidak membeli jajanan lain lagi.
Saat Zeno sudah masuk parkiran, dia pun heran, karena beberapa mobil berubah padahal dia yakin dia tidak tersesat.
Zeno pun mengeluarkan - HAH? Ponselnya tertinggal di mobil! Zeno hanya pergi membawa dompet!
(Zeno, hati-hati!)
"Ha? Apa maksudmu?"
Zeno menjadi semakin panik melihat peringatan sistem. Meski dia sudah berusaha untuk tenang, dia tetap panik. Setelah berjalan lebih jauh, akhirnya dia pun melihat mobilnya, meski dia yakin sebelumnya tidak terparkir disana.
__ADS_1
"Syukurlah -"
BUGH!
Rasa sakit di tengkuknya tidak terelakkan lagi, dia juga mengalami shock, hingga kemudian tidak sadarkan diri.
Sebelum dia benar-benar tidak sadarkan diri, dia melihat wajah yang familar.
Pak udin?
***
"Ternyata kau benar-benar membawakan ku bocah tampan viral yang ku inginkan... Kerja yang bagus!"
Samar-samar, Zeno mendengar suara wanita yang terdengar halus dan kemayu, lalu wanita itu terkikik sebentar. Dari suaranya, Zeno merasa keberadaan wanita itu dekat sekali dengannya.
Zeno tidak berani membuka mata terlebih dahulu, karena dia masih ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Tentu saja, sebenarnya bocah ini adalah kenalanku, dia agak kurang ajar karena pernah membuatku dipenjara, tapi karena bukti kurang kuat, aku dibebaskan, tapi tenang saja, dia tidak punya siapa-siapa sekarang, kau bisa bersenang-senang dengannya" Zeno tahu itu suara si Udin sialan itu.
Udin benar-benar menjualnya pada tante-tante rupanya! Dia benar-benar gila sampai-sampai Zeno yang biasanya sabar dan santai itu ingin menghajarnya hingga babak belur.
"Aku tidak peduli itu, dia sangat tampan, aku menyukainya, tapi bocah yang sama dia tadi mana?"
"Dia juga kenalanku, jangan khawatir dengannya, dia akan tutup mulut, aku sudah memberinya banyak uang."
Ternyata Andi mengkhianatinya!
Kenapa pula sistem tidak memberitahukannya tentang rencana penculikan ini? Zeno masih dibawah umur, dia tidak boleh dijual sembarangan.
Jangan-jangan tante itu menginginkan jantung atau ginjal Zeno, lalu dijual!
Tapi, Udin bilang bersenang-senang.
Apa tante itu psikopat yang suka menyiksa bocah tampan?
Aneh sekali.
"Heh, bocah! Bangun!"
Zeno terpaksa pura-pura bangun dan tidak tahu apa-apa saat itu. Dia juga tidak bisa melarikan diri karena tangan dan kakinya diikat.
Bayangan Zeno sebelumnya dia dibawa ke gudang yang kumuh dan terbengkalai.
Tapi ternyata jauh dari perkiraan Zeno, dia dibawa ke kamar mewah! Semuanya menyilaukan.
"Tante ini membayar mu untuk lima jam ke depan, setelah itu aku jemput, jangan kabur lagi kau anak sialan!" ucap Udin setelah itu dia pun pergi sambil membawa uang banyak.
Orang biadab itu!
Apa pantas dia disebut manusia?
Zeno pun menoleh pada si tante, yang ternyata adalah wanita yang sangat cantik, seksi, memakai pakaian tidur tipis yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang indah.
Wanita yang sangat cantik.
Tapi, Zeno tidak akan tertipu oleh kecantikan! Mana mungkin dia mau memberikan ginjalnya yang berharga.
"Aku akan membayar dua kali lipat dari yang kau berikan pada Udin, jadi lepaskan aku!" ucap Zeno setelah wanita cantik itu melepaskan lakban yang menutupi mulut Zeno.
Wanita itu sepertinya hanya menganggap Zeno lelucon, dia hanya tertawa untuk menanggapi ucapan Zeno, lalu duduk di depan Zeno.
"Apa kau tidak mengenaliku, bocah?" tanya wanita itu, dia menarik dagu Zeno agar lebih dekat dengannya.
Semerbak wangi parfum mahal memenuhi indra penciuman Zeno.
Sesungguhnya, ini lebih menakutkan dibandingkan bertemu preman-preman yang kuat.
Zeno takut.
__ADS_1
"Tidak, memangnya tante siapa?"
Wanita itu tertawa lagi, lalu melepaskan dagu Zeno.
"Sepertinya, kau sama persis seperti rumor yang beredar ya? Aku mengetahui tentang dirimu sejak kau masih tinggal dengan Kevin, aku adalah aktris yang berada di agensi yang sama dengan Kevin, aku sudah lama mengincarmu... Dan umurku masih 25 tahun, ya, panggil kak Tasya!"
"Jangan jual ginjalku, tante!"
Wanita bernama Tasya tersebut berdecak kesal, "apa aku terlihat seperti tante-tante bagimu? Aku sudah membayar mahal untukmu ya, jadi kau harus memuaskanku malam ini!"
Zeno berhenti berontak, dia bingung dengan maksud Tasya.
"Maksudnya apa sih?"
(Dia ingin bereproduksi denganmu, Zeno!)
Wajah Zeno langsung pucat, apalagi saat Tasya mulai meraba tubuh Zeno.
"Kamu pedofil ya?" tuduh Zeno.
"Kamu tidak terlihat seperti anak-anak!"
"Tapi aku masih dibawah umur! Sebelum 18 tahun gak boleh, dan cuma boleh dilakuin sama suami istri!"
Tasya kembali terkekeh mendengarnya.
Bereproduksi? Apa wanita itu sudah gila? Zeno masih remaja, tidak mau punya anak. Itu lebih mengerikan dibanding ginjalnya dijual.
Dunia ini memang sudah gila.
Sistem tolong aku!
(Sistem tidak boleh ikut campur masalah diluar kemampuan sistem)
Kau bisa menghubungi Aslan! Atau mama papa!
(Itu namanya menyerahkan diri, sistem itu rahasia!)
Zeno frustrasi melihat semua jawaban sistem.
Memang sistemnya itu hanya membuat Zeno lepas dari kemiskinan dan membantu sesama, bukan lepas dari wanita gila.
Selama Zeno sibuk berpikir, Zeno tidak sadar jika Tasya sudah membuka sebagian pakaian tidurnya, memperlihatkan tubuh atas wanita yang seharusnya tidak boleh dilihat.
"HUWAAA menjauh! Menjauh! Aku gak boleh lihat!"
Tasya malah terkekeh senang dengan reaksi Zeno.
Dulu, Zeno pikir, apa yang ada dipikiran lelaki gila yang bertindak jahat pada anak gadis yang masih dibawah umur, karena sebagai sesama lelaki, Zeno tidak habis pikir sama sekali. Dia pikir, perempuan sangat lemah dan perlu dilindungi.
Tapi setelah bertemu Tasya, dia sadar wanita bisa mengerikan juga. Zeno terlalu naif.
"Zeno sayang, lihatlah aku dan sentuh aku! Aku sudah membayarmu mahal-mahal!"
"Suruh siapa kau mau saja ditipu Udin? Aku itu diculik olehnya!"
"Dia bilang kau anak yatim! Kevin juga pernah bilang begitu, kau dari panti asuhan!"
"Sebenarnya aku sudah bertemu keluargaku, jika kau mau, kita harus menikah dulu, jadi lepaskan aku dan kita bertemu orangtuaku, gimana?"
"Beneran?" sepertinya Tasya mulai luluh.
"Iya beneran! Kita nikah dulu!"
"Ya udah aku lepasin, tapi kita nikah ya?"
Ternyata Zeno benar, tidak salah lagi. Wanita bernama Tasya ini tidak waras.
.
__ADS_1
.