Sistem Belanja Online Sepuasnya

Sistem Belanja Online Sepuasnya
Membasmi maling, dapatkan saldo!


__ADS_3

.


.


Akhirnya Zeno kembali ke rumah Kevin, dia sedang memasak makan malam untuk dirinya sendiri dan juga Aslan.


Kevin sedang sibuk, jadi Zeno hanya berdua saja dengan Aslan. Sambil menunggu Zeno selesai memasak, Aslan menghadap laptopnya dan mulai bekerja, beberapa program aplikasi yang sedang dia kerjakan akan segera selesai.


"Aslan, kamu suka kue apa?" tanya Zeno sambil berteriak-teriak dari dapur.


Aslan berpikir sejenak, dia menyukai semua makanan manis, tapi harus memilih, berarti harus sesuatu yang sedang dia inginkan.


"Apa aku bisa mendapatkan Mont Blanc dan Parfait coklat pisang?" tanya Aslan, ikutan berteriak.


Aslan sendiri sedang ada di ruang tengah, jika bicara dengan nada normal, belum tentu Zeno bisa mendengarnya.


Sementara itu, di dapur Zeno langsung mencari makanan yang Aslan sebutkan di toko sistem bagian dessert.


Zeno meneguk ludahnya susah payah melihat semua makanan enak itu. Dessert dari cafe di Jepang membuat Zeno langsung lapar, semuanya terlihat enak dan cantik. Tampilannya saja sudah membuat nafsu makan bertambah.


"ZENO?" teriak Aslan karena Zeno tidak segera menjawabnya.


"Oh Bisa, Mont Blanc akan ku pesan dari luar ya..."


"Okay!"


Zeno memesan Mont Blanc dari cafe Jepang, nanti akan diantar oleh kurir semacam gofud, tapi kurir sistem agak misterius. Tadinya Zeno pikir kurir itu semacam ghoib, tapi ternyata manusia sungguhan. Hanya saja kurir itu tidak mengatakan apapun tentang siapa yang mempekerjakan dia. Tapi, teman kurirnya ada banyak sekali, mereka semua mengirim pesanan pelanggan online Zeno.


Oh iya, Andi tidak ada di rumah Zeno. Berhubung Zeno akan diadopsi oleh keluarga Raynold, jadinya Andi juga diberi pekerjaan di rumah Aslan sana. Itu adalah permintaan Aslan, karena jika di rumah Aslan, Andi tidak akan berani macam-macam. Aslan masih mencurigai Andi.


Di dalam toko sistem, ada pilihan dikirimkan kurir atau langsung dikirim ke tempat. Jadi untuk Mont Blanc akan dikirim kurir, sementara Parfait langsung dikirim dan muncul di meja depan Zeno.


ada Parfait coklat pisang, ada pula Parfait strawberry dan Parfait blueberry, semuanya terlihat menggiurkan.


Setelah makan malam jadi, kebetulan kurir juga datang, Aslan membawakan kue dari kurir ke meja makan. Saat Aslan membuka bungkus kue, dia takjub karena ada Mont Blanc keju dan matcha disana, semuanya terlihat enak.


"Kita kayak lagi pesta, banyak banget makanannya," ucap Aslan senang.


"Mumpung kita lagi berdua, kita kemarin juga gak sempat ikut pesta kan, jadi kita pesta sendiri aja," sahut Zeno.


Mereka pun makan dengan damai, semua masakan Zeno terasa enak bagi Aslan, namun, bagi Zeno sendiri itu masih terasa kurang, dia tidak puas. tapi untuk ukuran sedang kelaparan, dia bisa memakannya.


"Biar aku yang mencuci piring ya, kamu bisa istirahat," ucap Aslan.


Zeno hanya mengangguk saja sambil terus memakan Parfait strawberry miliknya.


getaran ponsel di atas meja membuat Zeno tersadar, dia pun meninggalkan parfaitnya dan meraih ponsel.


Ada pesan dari Bella, dia menanyakan apakah Zeno bisa datang ke rumahnya sebentar, karena Bella sendirian bersama pelayan di rumahnya. Pelayan sudah tidur dan Bella merasa tidak tenang karena perasaannya buruk, seperti ada seseorang yang mengawasi rumahnya.


Zeno pun keluar dari aplikasi chat kemudian membuka map genius dan melihat rumah Bella.


"Apa kamu udah selesai makan parfaitnya Zen? aku cuci ya?" tanya Aslan.


Zeno tiba-tiba mendongak dan membelalakkan matanya, "Aslan! ada dua orang mondar-mandir di sekitar rumah Bella! ayo kita periksa, orangtua Bella sedang pergi ke luar kota..."


"Bella? Deket sini rumahnya?" tanya Aslan.


"Iya, atau... kau disini saja menunggu rumah, takutnya ada orang jahat tiba-tiba masuk juga, jaga rumah kak Kevin ya, jangan lupa mengawasi dengan map genius," ucap Zeno panik.


"Anu, Zen-" belum juga Aslan selesai berkata, Zeno sudah pergi begitu saja, cepat sekali dia berjalan.

__ADS_1


Zeno menutup kepalanya dengan tudung jaket yang dia kenakan, dia juga berusaha untuk tidak bersuara.


setelah dekat dengan rumah Bella, Zeno menghubungi keamanan perumahan. Memang saat itu belum waktunya patroli keliling perumahan, karena belum terlalu malam. Biasanya juga perumahan itu aman-aman saja.


Dan benar saja, dia melihat dua orang mencurigakan yang menutupi tubuh mereka serta wajah mereka, jadi mereka memang mencurigakan, seperti menunggu kesempatan untuk memasuki rumah.


(Zeno mendapat misi lagi!)


"Untuk meringkus maling kan" bisik Zeno.


(Yah, kok Zeno udah tau, gak seru deh! pokoknya nanti kami beri saldo tambahan!)


Mungkin hanya perasaan Zeno, tapi sistem sering menyebut dirinya sebagai kami. Zeno sih tidak terlalu memikirkannya, tapi tiba-tiba kepikiran. Lupakan itu dulu, pertama-tama kita ringkus maling dulu.


Perlahan Zeno berjalan mendekati maling, kebetulan si maling tidak melihat Zeno datang, jadi Zeno menepuk bahunya.


PUK!


Maling tersebut menoleh pada Zeno, tapi belum sempat dia bereaksi apapun, Zeno sudah memukul tengkuknya agar pingsan.


Satu musuh tumbang!


Maling yang satu segera datang setelah mendengar suara temannya jatuh.


"Siapa kamu?" tanya si maling.


"Yang pasti bukan power rangers!"


Bugh!


Dengan satu pukulan, maling berhasil di tumbangkan.


kemudian terdengar suara seseorang datang dari arah rumah Bella.


"Huwaaa aku melihat dari dalam rumah, aku takut... hiks"


"Ini Aslan," gumam Zeno.


Sontak Bella melepas pelukannya, "Huwaa maaf!"


Zeno tertawa melihat reaksi Bella, "engga Bel, ini aku kok," ucap Zeno setelahnya, membuat Bella mendengus kesal, "jangan ngerjain aku dong, aku lagi takut nih!"


"Kita tunggu petugas datang, aku udah hubungi mereka, kenapa kamu tidak menghubungi keamanan jika tahu ada maling?" tanya Zeno.


"Aku gak tahu gimana cara hubungin..."


Zeno menghela nafas, kemudian tersenyum. Tidak berapa lama kemudian petugas keamanan datang, mereka meringkus maling dan mengatakan akan segera keliling patroli agar perumahan aman terkendali.


"Bella, sudah aman, aku antar ke dalam ya?' ucap Zeno.


Bella mengangguk pelan, lalu memeluk lengan Zeno erat. Meski maling sudah ditangkap, tapi Bella masih ketakutan.


(Saldo 10.000.000 berhasil di dapatkan!)


Zeno tersenyum lebar melihat sistem mengiriminya saldo. Saat ini saldo Zeno sudah banyak, hampir satu miliar, meski dia harus mengeluarkan beberapa untuk pesanan, tapi semakin lama saldonya semakin bertambah. Tidak sia-sia dia terus berjualan.


"Sudah ya Bell, kamu udah aman..." ucap Zeno setelah dia dan Bella sudah berada di dalam rumah.


"Enggak, aku masih takut!"


"Tapi kan ada pelayanmu Bel"

__ADS_1


"Mereka udah tidur tauk... gini aja, aku ikut ke rumahmu ya?" pinta Bella.


"Di rumah ada Aslan sendirian sih... tapi kalo kaku ga keberatan, boleh aja kok," ucap Zeno.


"Kalo gitu aku ikut ke rumahmu," sahut Bella yakin.Pada akhirnya, Bella pun ikut ke rumah Kevin, Aslan menyambut mereka dengan wajah herannya. Zeno menjelaskan jika rumah Bella hampir Dimaling, pelayannya sudah tidur semua karena Bella sendiri sebenarnya sudah tidur, jadi mereka pikir aman, lagipula tidak pernah ada kejadian dimaling atau dirampok di perumahan itu, penjaga keamanan pun juga rutin berkeliling. Bella sendiri terbangun dan tidak sengaja melihat ada yang aneh di luar rumahnya.


Jangankan rumah Bella, pelayan dan satpam rumah Kevin juga sudah selesai di jam segitu, gantian keamanan perumahan.


"Gitu ya, terus Bella nginep disini?" tanya Aslan.


"K-kalo Aslan gak keberatan..." gumam Bella.


"Jelas gak keberatan, ini rumahku, tapi aku akan tidur sama Zeno ya!" ucap Aslan, yang membuat Bella bingung.


Memangnya Bella berniat tidur dengan Zeno apa?


"Sudah ya, kita siap-siap tidur, Bella tidur di kamar kosong sebelah kamarku ya" ucap Zeno.


"Tunggu dulu, kita nonton film dulu yuk!" ajak Aslan.


***


"Hah, aku capek!" keluh Yoshi, saat itu Zeno, Sellya, Yoshi dan Bella baru selesai mempersiapkan cafe untuk festival sekolah.


"Sushi tadi enak banget!" seru Zeno semangat. Dia baru tahu jika Yoshi itu memiliki bisnis keluarga restoran Jepang, jadi sedikitnya Yoshi mengetahui resep makanan Jepang, walau dia tidak pandai memasak. Jadi, Yoshi yang mengarahkan, Zeno yang masak.


"Sashimi juga enak... tapi gak masalah kan makan ikan mentah?" tanya Bella.


"Itu kan ikan yang segar banget, jadi gak masalah," sahut Yoshi.


"Oh iya, aku harus segera pergi ya kawan-kawan, aku udah dijemput temanku," ucap Zeno, Aslan sudah ribut missed calls dark tadi, dia bilang sudah ada di depan sekolah Zeno.


Sore itu, hasil tes DNA dan juga data-data tentang orangtua yang melahirkan diwaktu dan tempat yang sama dengan Aslan dan Zeno sudah sampai.


Jadi Aslan menjemput Zeno untuk pergi menemui Jaden.


"Zeno lama banget!" protes Aslan, ternyata dia bersama dengan Xeon juga,Xeon masih memakai seragam SMA Harnus.


"Maaf, festival sudah dekat, kami harus mempersiapkannya," ujar Zeno. Dia pun masuk ke dalam mobil.


"Jujur aja aku deg-degan lho, penasaran dengan hasilnya... kira-kira kalian beneran kembar atau engga," ucap Xeon saat mobil sudah bergerak meninggalkan sekolah Zeno.


"Aku juga sangat penasaran," gumam Zeno.


"Kalo Zeno udah tinggal di rumah keluarga Raynold, nanti kak Kevin bilang dia mau pergi ke Korea buat main drama," ucap Aslan.


"Apa aku penghalang bagi kak Kevin?" seharusnya Zeno mengatakannya dalam hati, tapi malah dia katakan dengan lantang, sampai semua orang dalam mobil mendengarnya.


"Eh? anu..." Zeno bingung bagaimana menjelaskan pada Aslan dan Xeon yang sudah menatapnya kesal.


"Kak Kevin main drama atau engga gak ada hubungannya sama kamu Zen, kamu gak menghalangi dia, dia emang sibuk kok... bukan berarti dia bertahan disini karena kamu menghalanginya," ucap Aslan.


"Maaf, aku ga bermaksud ngomong gitu kok," sahut Zeno, menyesal dengan ucapannya.


"Lupakan itu, aplikasinya akan selesai segera, tim IT kita sudah bekerja keras, semoga kita sukses ya," ucap Xeon.


Setelahnya, mereka pun hanya diam dan merasa canggung.


Akhirnya mereka pun sampai di rumah Aslan, beberapa anggota keluarga berkumpul disana.


Tiba-tiba saja, Zeno merasa gugup.

__ADS_1


.


.


__ADS_2