Sistem Belanja Online Sepuasnya

Sistem Belanja Online Sepuasnya
Kastil Floutessia


__ADS_3

.


.


Floutessia adalah sebuah wilayah yang pulaunya berada di langit, dekat dengan awan-awan yang putih. Penghuni Floutessia kebanyakan adalah bangsa peri, elf, dan beberapa manusia. Manusia disana hanya sebagian kecil, itupun mereka sama seperti Carl, murid para elf atau peri.


Ada akademi sihir besar disana, ada pasar di pusat kota yang begitu ramai.


Zeno dan Aslan takjub melihat banyaknya makhluk mistis disana.


Ada elf yang bertubuh kecil dan ramping dengan telinga panjang atau lancip di ujungnya. Ada peri dengan berbagai ukuran dan bentuk dengan sayap-sayap yang indah, berterbangan.


Mereka terlihat ramah sekali, bahkan mereka menyapa Zeno, Aslan dan Carl.


Sebelum pergi ke kastil, Carl membawa mereka ke sebuah toko besar. Itu adalah toko yang menjual berbagai macam sayap untuk mereka yang tidak bisa terbang.


Ada sayap seperti capung, ada sayap seperti kupu-kupu, ada pula sayap seperti burung. Semakin kuat sayapnya, semakin mahal harganya. Sayap itu bekerja menggunakan sihir, jadi asalkan memiliki kekuatan sihir dalam tubuhnya, sayap akan langsung bisa digunakan. Tapi memang untuk pertama kali menggunakan akan kesulitan, jadi harus latihan keseimbangan dahulu.


"Karena kastil Floutessia jalannya sulit dengan berjalan kaki atau kendaraan, maka cara terbaik dan tercepat adalah terbang. Saya rasa kalian berdua tidak memiliki kesulitan untuk itu, kekuatan sihir kalian sangat besar, pasti cepat beradaptasi dengan sayap" ucap Carl sambil melihat-lihat berbagai sayap yang dijual.


Zeno melihat paling murah adalah sayap dengan harga satu koin emas, yang mana bisa membeli dua karung apel dan dua karung tepung gandum dengan uang itu. Padahal tepung gandum sedang mahal disana.


Itu artinya, sayap itu mahal.


Tapi mengingat kegunaannya untuk terbang dengan mudah, itu sangat keren. Jadi, Zeno akan membeli sayap paling kuat, mengingat tubuhnya juga besar.


"Sayap capung ini bagus juga, warnanya perak" kata Aslan sambil menyentuh satu sayap capung, sayap itu memiliki empat pasang transparan dengan warna perak yang indah.


"Itu terlihat lemah, kita pilih sayap burung saja" balas Zeno, dia langsung menarik lengan Aslan menuju tempat sayap-sayap burung berada.


Pada akhirnya mereka memilih sayap burung, hitam untuk Zeno, putih untuk Aslan dan coklat untuk Carl. Zeno yang membayarkan di kasir, sedangkan Aslan dan Carl sudah keluar untuk membeli jajanan di luar toko.


Aslan terpana melihat minuman unik yang dijual, sama seperti di bumi jika menjual minuman pinggir jalan. Mereka menggunakan gelas praktis warna transparan dan mengkilap. Bentuknya semacam minuman starbak, namun isinya adalah nektar, atau madu bunga.


Nektar memiliki berbagai rasa, ada rasa mawar, ada rasa buah, ada juga rasa mix. Aslan memilih nektar bunga mawar campur lemon, lemonnya adalah irisan tipis lemon, kelihatan sangat segar dan dingin. Sedangkan Carl memilih nektar blueberry kemudian untuk Zeno Aslan memilihkan nektar original dengan isian semacam jelly.


Saat Zeno selesai dengan pembayaran dan menghampiri mereka, dia heran melihat minuman untuk dirinya.


"Apa ini madu? Warnanya emas begini" komentar Zeno, karena memang warna asli nektar itu kuning keemasan dan berkelap-kelip, cantik sekali.

__ADS_1


"Coba minum rasanya enak, ini satu hanya seharga satu perak!" Sahut Aslan bersemangat.


Zeno pun mencoba meminumnya, lalu dia terlihat berpikir sejenak, sampai Aslan menyahuti lagi.


"Jika kau berpikir untuk menjual minuman ini ke bumi, nanti aja, kita punya misi untuk diselesaikan, dasar otak bisnis!"


Zeno berdecak malas, Aslan terlalu paham dengan pemikirannya. Sebenarnya ada di toko ajaib minuman nektar itu, hanya Zeno tidak terlalu memperhatikan, karena bingung dengan kegunaannya. Ternyata sangat enak, informasi di sistem sih katanya nektar baik untuk tubuh, seperti kegunaan madu lah. Ternyata bisa digunakan untuk bisnis, pasti akan sangat meledak jika dijual.


"Baiklah, kita pikirkan nanti, sekarang kita berangkat?" Tanya Zeno, dia menoleh pada Carl yang sudah menghabiskan minumannya.


"Ta-tapi bisakah saya beli nektar lagi? Hehe."


Sepertinya Carl sangat menyukai minuman itu, tidak heran sih, rasa manisnya pas, tidak terlalu manis dan juga segar.


Setelah selesai dengan minuman, mereka kembali berjalan, kali ini menuju hutan pinggir kota. Karena kastil berada di atas bukit besar, dan bukit itu dikelilingi hutan, maka akan sulit untuk kesana jika tidak terbang.


Pertama-tama Carl mengajari mereka caranya menggunakan sayap, dalam waktu beberapa menit, Zeno dan Aslan bisa menguasainya dengan mudah.


Mereka pun terbang melewati hutan. Hutan itu sangat indah, ada beberapa pohon cantik dan unik, beberapa diantaranya memiliki buah dengan berbagai bentuk dan warna. Tersesat di hutan itu mungkin tidak akan kelaparan, tapi tidak tahu lagi jika ada monster kuat disana.


Dalam waktu dua puluh menit, akhirnya mereka sampai di atas bukit, ada tembok besar yang mengelilingi kastil, gerbangnya tertutup sulur tanaman rambat, beberapa diantara adalah mawar, jelas durinya tajam.


Baru saja Zeno ingin membuka mulut untuk bertanya bagaimana membuka gerbang, karena kastil tidak bisa dilewati dengan terbang, sudah ada peri datang mencegah mereka.


Peri yang tidak sabaran pun menarik tangan Aslan dan menggenggamnya.


"Aduh! Pelan-pelan dong!" Protes Aslan.


"Ternyata Chris Raynold ya?" Tanya peri itu.


"Bukan, kami cucunya" sahut Zeno.


"Kalian punya kuncinya?" Tanya si peri.


Zeno mengangguk pelan, "iya, ada."


Setelah itu si peri mengarahkan tangannya pada gerbang, keluar cahaya putih dari tangannya yang membuka sulur-sulur berduri itu, gerbang pun terbuka lebar.


"Silahkan masuk!"

__ADS_1


Sebuah kastil megah yang temboknya tertutup berlian berdiri kokoh dihadapan mereka. Sangat indah dan mewah. Sekeliling kastil juga terdapat taman-taman yang indah, air mancur, dan hiasan lain.


Sedangkan setelah kastil terbuka, keadaan jadi lebih seram. Bukannya dalamnya tidak mewah, malah sangat mewah, hanya saja sepi, tidak ada siapapun, jadi kesannya itu agak horor.


"Lalu kita harus apa?" Tanya Aslan.


"Ke perpustakaan kastil, disana pasti terdapat semua informasi," sahut Zeno.


Peri lain datang menyambut mereka, dia menunjukkan dimana letak perpustakaan.


Perpustakaan itu sangat besar, ada banyak buku-buku mulai dari buku kecil dan tipis sampai buku tebal dan besar.


Peri penjaga perpustakaan datang.


"Selamat datang! Apa ada yang bisa dibantu?" Tanya peri tersebut.


Zeno mendekati peri laku berkata, "semua informasi tentang Raja iblis yang ingin menyerang bumi."


Peri terlihat sedikit terkejut, setelahnya dia tersenyum lalu pergi untuk mengambil buku.


Beberapa buku beterbangan ke arah mereka setelahnya.


"Kalian bisa mencari informasi disana, itu ada beberapa catatan tentang semuanya lengkap, apa kalian terburu-buru?" Ucap peri tersebut.


Zeno menggeleng pelan, "tidak, kami tidak terlalu terburu-buru, terimakasih sudah membantu kami."


"Kalian mengingatkanku dengan Chris dan Felix, sudah lama tidak berjumpa dengan mereka, aku senang bisa melihat kalian!" Ucap peri dengan gembira.


Itu adalah peri kupu-kupu yang terlihat seperti bocah perempuan kecil, tapi sudah jelas umurnya tua, mengingat dia bisa kenal kakek mereka.


"Kami juga senang bertemu denganmu!" Sahut Aslan tak kalah cerianya, dia terlihat senang berjumpa dengan peri.


Merekapun duduk dan memeriksa beberapa buku, peri datang lagi membawakan camilan.


Aslan dan Carl terlihat senang karena peri memberikan minuman nektar juga, sementara Zeno lebih tertarik dengan buah-buahan, karena semua buahnya besar sekali dan terlihat sangat segar.


Peri itu juga memotong kan buahnya menjadi kecil-kecil. Oh iya, perinya ada dua, bersama peri yang mengantar mereka ke perpus. Mereka kecil dan cantik, seperti adik-adik perempuan yang lucu.


Zeno penasaran, sistemnya dia itu seperti apa? Apakah peri juga? Jika iya, berarti ada beberapa peri yang menjadi sistem Zeno, mengingat sistem itu kami, bukan aku.

__ADS_1


.


.


__ADS_2