Sistem Belanja Online Sepuasnya

Sistem Belanja Online Sepuasnya
Orang yang lebih berkuasa


__ADS_3

.


.


Zeno kembali memutar otaknya saat Tasya sudah melepaskan semua ikatannya, Zeno merasa lega, tapi dia harus berpikir, bagaimana caranya bisa lepas dari Tasya.


“Sekarang kak Tasya memakai pakaian yang benar ya,” pinta Zeno, dia sudah tidak tahan dengan pakaian tipis yang Tasya kenakan, itu seperti mimpi buruk. Bagaimana pun juga, Zeno itu lelaki normal, dia tidak bisa membayangkan dirinya melakukan hal gila diluar batas seperti itu.


Lagipula, apa yang Tasya pikirkan sampai dia membeli Zeno segala? Hanya untuk lima jam saja lagi... lalu, kenal Udin dari mana dia?


Apa Udin menyebarkan promosi jika dia bisa  menjual Zeno seenaknya?


Zeno benar-benar tidak habis pikir dengan semua yang telah terjadi.


Sepertinya Aslan benar, Zeno terlalu baik pada Andi, padahal Zeno sendiri menaruh curiga pada Andi, tapi dia malah dekat-dekat dengannya.


Oke, ini murni kebodohan Zeno.


Tasya menuruti keinginan Zeno, wajahnya juga terlihat sangat ceria. Apa wanita itu percaya jika Zeno sungguhan akan menikahinya?


“Aku sudah memakai pakaianku, sekarang ayo kita menikah! Setelah itu, kau akan menjadi milikku!” ucap Tasya, dia menghampiri Zeno lalu menarik Zeno agar cepat berdiri.


“Iya iya sabar... apa kau tahu sesuatu – maksudku, ponselku?” tanya Zeno.


“Kayaknya dibawa oleh Udin” jawab Tasya.


Gawat! Udin mungkin bisa membobol ponselnya lalu mengambil semua uang Zeno! Uang yang ada di dalam dompet Zeno saja sudah hilang, padahal masih tinggal dua ratus ribu. Dompetnya sih utuh, tinggal kartu pelajar dan ATM saja. Zeno tidak punya kartu kredit, jadi dia kemana-mana membawa uang tunai sedikit dan kartu ATM.


(Tenang saja, karena sistem tidak bisa membantu masalah Zeno, jadi sistem membantu mengamankan ponsel Zeno, tidak akan bisa dibuka oleh siapapun kecuali Zeno)


Syukurlah, Zeno mulai merasa tenang. Dia tidak mungkin rela jika uang hasil jerih payahnya selama ini direnggut orang lain begitu saja, uang itu untuk calon istri, anak, dan masa depannya, yang tentu saja itu bukan wanita gila seperti Tasya.


“Sebelum menikah, kita harus meminta restu orangtuaku dulu kak, kakak bawa mobil gak? Kalo enggak kita minta jemput supir ku aja” ucap Zeno, berusaha terdengar meyakinkan.


“Bukannya supirmu itu yang sudah mengkhianatimu dan memberimu pada Udin ya?” tanya Tasya.


“Kok kak Tasya tahu?”


“Tahu lah! Aku ada disana saat dia menculikmu...”


“Sudah tahu Udin dan Andi melakukan kejahatan, kak Tasya diam saja? ku pikir kakak menyukaiku.”


“Tapi jika tidak begitu, aku tidak akan bertemu denganmu, aku bisa melakukan apapun demi bersama denganmu, sayang!”


Zeno merinding saat Tasya mencium pipinya.


Pipi Zeno sudah tidak suci lagi!


“Kalau begitu, cepat kita keluar dari sini dan bertemu orangtuaku!”


“Kau tidak punya orangtua Zeno... kau saja diadopsi Kevin kan?”


Zeno menggeleng, “kakak tahu keluarga Raynold gak? Itu keluarga kandungku.”


Sontak Tasya melepas pegangannya pada Zeno, “jangan bercanda! Tidak mungkin kamu anak dari keluarga itu! Kamu kan cuma mirip dengan Aslan! Atau... jangan-jangan kamu Aslan?”


Zeno mengernyitkan dahinya melihat ekspresi Tasya berubah ketakutan.


“Jika aku Aslan memangnya kenapa?”

__ADS_1


“Tidak masalah kamu siapapun, yang penting kau jadi milikku!”


Dasar wanita keras kepala!


Tasya pun membuka pintu kamar hotel.


Beberapa polisi sudah berada di depan kamar, Udin juga sudah ditangkap.


Apa yang terjadi ya? Padahal Zeno tidak mendengarkan keributan apapun dari dalam kamar.


“Nona Anastasya, kami  akan menangkap anda atas tuduhan rencana penculikan anak dibawah umur” salah satu polwan maju untuk memborgol tangan Tasya.


“Tidak! aku dan Zeno itu mau menikah!”


“Anda bisa katakan itu lagi di kantor polisi.”


Zeno yang bingung mengelilingkan pandangannya, berusaha mencari tahu siapa yang telah membantunya. Tapi yang dia temukan hanyalah sosok Damian, seseorang yang baru-baru ini selalu mencari gara-gara dengannya.


Bahkan saat festival, Damian diusir Yoshi karena mengatakan masalah cafe Zeno tidak enak.


“Damian, kamu kenapa ada disini?” tanya Zeno.


“ZENO!!” Arvin datang sambil berjalan cepat, dia segera memeluk Zeno setelah sampai.


“Syukurlah kamu baik-baik saja, untung ada temanmu ini yang mengatakan keberadaanmu!” ucap Arvin.


“Tunggu kak, sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Zeno.


“Kamu diculik, kan?” tanya Arvin balik.


“Iya, tapi kenapa bisa Damian –”


Ternyata, Arvin sadar jika Zeno tidak segera pulang padahal pamitnya hanya sebentar saja, sepertinya hal baik untuk pamit sebelum pergi. Meski Arvin tidak tahu Zeno pergi ke pusat perbelanjaan, dia bisa melacak ponsel Zeno ada dimana. Setelah Arvin merasa adiknya terlalu lama, dia pun menghubungi Jaden untuk membantunya, Aslan yang tidak sengaja mendengar pun ikut membantu.


Untungnya Aslan memiliki map jenius.


Mereka mendatangi mobil yang terparkir di parkiran mall, tapi mobil itu kosong, tidak ada siapapun selain ponsel Zeno di dalamnya.


Dengan map genius, Aslan menemukan nama Zeno berada di hotel yang tidak jauh dari mall. Saat itu mereka tidak sengaja bertemu Andi yang hendak kabur, Jaden pun menangkapnya dan menginterogasinya.


Andi mengakui jika dia bekerjasama dengan pria bernama Udin untuk menculik Zeno, Andi tergiur karena Udin bilang akan memberinya uang lima puluh juta.


Jaden pun membawa Andi ke kantor polisi sementara Aslan dan Arvin mencari Zeno, karena Andi hanya tahu Zeno dibawa ke hotel itu oleh Udin bersama seorang wanita yang memakai masker.


Resepsionis hotel tidak mengatakan apapun karena dia juga tidak tahu apa-apa.


Nama Zeno yang ada di dalam hotel ada dua, yang satunya lagi pria bule, yang satunya lagi Zeno saudara mereka.


Dalam perjalanan menuju kamar hotel yang mungkin disana ada Zeno, keduanya bertemu dengan Damian, yang sudah meringkus Udin.


Setelah itu bantuan polisi datang dan Zeno keluar dari kamar dengan sendirinya.


***


“Anastasya itu artis yang cukup terkenal karena selalu memerankan karakter pemeran utama wanita polos, dia pernah main sama kak John, temennya kak Travis, tapi meranin jadi kakak baik hati, pengikutnya juga banyak banget, dia juga sering beramal, aku gak nyangka jika dia gila” ucap Aslan.


Saat itu sudah malam, Aslan tidur berdua dengan Zeno, karena Aslan khawatir dengan Zeno. Mereka baru saja bertelfon dengan ibu mereka, Luna, yang sedang ada kerja di luar kota. Luna sangat cerewet dan khawatir, meski mereka sudah bilang baik-baik saja.


Zeno senang semua orang khawatir dengannya, untungnya juga ponselnya dibawa Aslan, bukan Udin.

__ADS_1


“Ku rasa, kak Tasya bukan polos, tapi bodoh... dia dengan cepat bisa ku bodohi, jadi kepolosannya itu bisa jadi bukan akting. Tapi, bisa jadi juga dia memang berakting,” ucap Zeno.


“Kamu gak diapa-apain kan sama wanita itu?” tanya Aslan.


“Enggak tuh, kenapa emangnya?”


Aslan menghela nafas lega, “aku takut kamu gak perjaka lagi.”


“Hey!”


“Lagian, si Udin udin gila itu, pede banget mau jual kamu!”


“Aku bisa ada di kota ini aja dia bohong sama aku, bilangnya mau disekolahin disini, ternyata aku mau dijual, jadinya aku pergi terus ketemu kak Kevin itu, untungnya ada orang baik kayak kak Kevin, padahal Udin juga udah ditangkap dan dipenjarain, tapi bisa cepet keluar” ucap Zeno.


“Itu aneh, dia ditangkep kak Travis dan kak David kan?” tanya Aslan.


“Iya, mereka yang bantuin aku waktu itu.”


“Hmm, aneh banget bisa keluar cepet, kayaknya, ada orang lain dibalik kejahatan Udin deh... mungkin seperti orang yang lebih berkuasa?”


Ucapan Aslan hanya membuat Zeno makin kepikiran.


Orang yang lebih berkuasa?


Tasya juga belum mengatakan dengan jelas, bagaimana dia bisa mengenal Udin, kan? ini mencurigakan, Zeno tidak boleh cepat lega, karena bisa jadi ada orang lain yang menangkapnya lagi.


“Aslan?”


“Hmmm,” Aslan terdengar sudah mengantuk, tumben sekali bocah itu mau tidur lebih awal, biasanya begadang, tapi itu bagus juga sih demi kesehatannya.


“Kamu udah ngantuk ya? Kita bahs besok aja, aku juga udah ngantuk,” Zeno pun bangkit duduk, membenarkan selimut Aslan lalu kembali berbaring.


Sebelum tidur, Zeno mengucapkan do’a, tidak lupa dia bersyukur karena hari itu dia bisa lepas dari kejahatan.


‘Dan juga, mohon maafkan aku karena berbohong jika aku mau menikahi kak Tasya, aku melakukannya hanya untuk mengelabuinya.’


Zeno yang tidak enak hati untuk satu kebohongan kecil itu pun, kini tertidur lelap, berharap tidak ada masalah apapun untuk kedepannya.


Namun, keinginannya untuk tidak ada masalah apapun itu sepertinya tidak terkabulkan. Karena nama Zeno mendadak trending karena penculikannya tercium oleh media. Bagaimana pun juga Tasya itu aktris yang cukup besar, jelas media akan melakukan apapun untuk mengabarkan beritanya, terutama skandal besar yang bisa memberi mereka pundi-pundi uang.


Sementara itu, Arvin di kamarnya mengusap wajahnya frustrasi melihat semua berita yang ada di internet.


Nama Zeno dan Raynold pun akhirnya terseret.


Arvin terperanjat saat seseorang membuka pintunya, “Papa?”


“Arvin, bagaimana ini? Seseorang menghubungi papa untuk wawancara dengan Zeno, pihak agensi Gems ent juga menghubungi papa untuk mencabut tuntutan terhadap Tasya, mereka bilang jika kita tidak mencabut tuntutan itu, mereka akan membuat nama Zeno juga jelek, papa khawatir sekali” ucap Jaden.


“Mereka gak mungkin bisa nglakuin itu, mereka pikir mereka siapa? Dan bukankah Travis sekarang pemegang saham terbesar Gems ent? Tidak mungkin Travis mengkhianati kita, aku akan hubungi dia segera, biar aku yang menyelesaikan ini, papa tidur saja, aku akan menjaga adikku, tidak boleh ada yang menyakitinya,” balas Arvin.


Jaden tersenyum, “Kamu kakak yang bisa diandalkan, papa percayakan padamu, Arvin.”


Setelah Jaden pergi, Arvin kembali mengacak rambutnya, “Apa ini ada hubungannya dengan Harjuno? Orang yang memiliki masalah dengan Royal Group juga? Dia satu-satunya musuh yang memiliki saham di Gems ent, apa yang haru ku katakan pada papa jika aku yang menyerang Harjuno duluan?” gumam Arvin frustrasi.


Memang Arvin yang menyerang Harjuno akhir-akhir ini, karena Harjuno menghalangi proyek yang sedang Arvin tangani.


“Tapi jika itu dia, berani-beraninya dia membawa-bawa Zeno, sedikit saja dia menyentuh keluargaku, akan ku bawa dia ke neraka!”


.

__ADS_1


.


__ADS_2