Sistem Belanja Online Sepuasnya

Sistem Belanja Online Sepuasnya
Asal usul Carl


__ADS_3

.


.


Akhir-akhir ini banyak orang mengeluhkan masalah mereka, entah mereka semakin peduli dengan kehidupan mereka atau apa, padahal sebelumnya, mereka cuek saja dan menikmati hidup dengan bebas layaknya remaja. Malah, mereka sering bilang, Zeno dan Aslan tumbuh terlalu cepat karena serius dengan kehidupan di usia muda.


Tapi sekarang, bahkan Yoshi yang biasanya banyak bercanda saja mulai memiliki masalah yang menurutnya serius.


Yoshi kan keluarganya memiliki restoran jepang, sepupunya datang dan menghina Yoshi yang tidak bisa memasak sama sekali padahal punya restoran. Menurut sepupunya, Yoshi tidak akan bisa meneruskan bisnis keluarga, bukan hanya itu, bahkan fisik Yoshi juga dihina.


Sebenarnya Zeno tidak mau mendengarkan masalah semacam itu, tapi Yoshi yang sering membantunya terlihat sedang down, jadi Zeno tidak tega juga. Meski Zeno juga tidak tahu cara menghibur Yoshi.


Siang itu mereka sudah berada di kantin, Bella dan selya tidak mau makan dengan mereka, tatapan dua gadis itu juga tidak bisa dicerna apa maksudnya, jadi Zeno bingung juga mereka kenapa. Bella belum tahu jika Zeno sudah putus dengan Tasya, juga tidak ada konfirmasi apa-apa pada media.


Media hanya sibuk memberitakan tentang Harjuno saja yang tertangkap, awalnya Tasya juga kena imbasnya, banyak yang mengira Tasya ikut bisnis kotor ayahnya. Tapi setelah media tahu jika Tasya juga korban ayahnya, semua baik-baik saja.


Syukurlah.


Padahal dari awal juga rencana Zeno hanya pacaran sementara, lalu putus setelah selesai. Zeno tidak tahu jika dirinya berakhir baper dengan hubungan itu.


Zeno juga salah sepertinya.


“Aku benci sekali dengan sepupuku itu, rasanya ingin memukulnya tapi aku tahan saja, dia lebih besar dariku sih, aku tidak berani dengannya, apa aku ini pengecut ya?” ucap Yoshi, sambil memakan makanannya dengan malas.


Sementara Zeno sudah menghabiskan makanannya dari dua menit yang lalu, tinggal minumannya saja yang tersisa.


“Kenapa kamu takut? Apa dia sering memukulmu?” tanya Zeno.


“Begitu lah, bisnis keluarganya juga lebih bagus, jadi dia selalu meremehkan kami, memang orang yang merasa diatas selalu begitu, pasti merendahkan yang dibawah, kamu sekarang juga sudah diatas, Zeno, kamu tidak akan seperti itu kan?” tanya Yoshi.


Zeno terkekeh mendengarnya, “memangnya aku terlihat seperti akan meremehkan orang?”


Yoshi menggeleng pelan, “enggak sih, tapi manusia itu bisa cepat berubah, Zeno. Kau tahu? Aku dulu memiliki teman kecil, dia orang Jepang juga seperti aku, kami berteman sangat baik, sekarang dia sudah berubah total setelah keluarganya menjadi kaya raya, dia juga punya pacar yang kaya, jadi sombong sekali. Kau juga kan punya pacar cantik banget, selebriti juga –”


“Aku udah putus kok,” sahut Zeno.


“APA? Kamu putus sama Tasya?”


Zeno buru-buru membekap mulut Yoshi yang ember itu, “gak usah teriak juga dong!”


“Ya aku kan kaget! Emangnya kenapa bisa putus?” balas Yoshi setelah Zeno melepaskan bekapannya.


“Kita udah gak cocok lagi.”

__ADS_1


“Bukan karena Bella?”


Zeno menatap Yoshi bingung, “kenapa jadi karena dia? Tidak ada hubungannya kok, aku dan kak Tasya emang udah gak cocok lagi aja.”


“Gitu ya?”


“Jangan bahas itu, oh iya soal sepupumu, balas saja, katakan apa kekurangan dia, kalau perlu adukan dia pada orangtuanya, jangan takut dicap tukang ngadu, biar orangtuanya tahu anaknya tukang bully.”


Yoshi hanya mengangguk pelan, lalu menghabiskan makanannya.


Bella dan sellya yang juga berada di kantin, tapi di pojok lain, juga mendengar ucapan Yoshi yang mengatakan Zeno dan Tasya putus. Seluruh isi kantin sedang heboh, tapi Zeno kelihatan tidak peduli dengan hal itu.


“Kamu denger itu Bel? Kenapa dia tiba-tiba putus? Apa karena ayahnya Tasya masuk penjara?” tanya selya.


Bella mengedikkan bahunya, “tidak tahu, tapi bisa jadi yang mengungkap kejahatan itu Zeno sendiri kan?” ucap Bella, dia berusaha menahan diri untuk tidak terlihat senang.


“Ah, mungkin karena itu mereka putus ya? Gimana kalo sebenernya Zeno deketin Tasya hanya untuk mencari bukti –”


“Berhenti, selya, jangan nuduh yang enggak-enggak.”


“Tapi Bel...”


“Udah, kita balik aja yuk!”


###


Mamanya Zeno, Luna, sedang sibuk sekali, jadilah Citra sendirian dirumah jika Aslan, Arvin dan Zeno tidak ada atau sedang sibuk.


Carl juga mengatakan jika Citra sedang tidak baik-baik saja dan gugup berada di rumah sendiri, itulah kenapa pencernaannya jadi terganggu.


Padahal Zeno sudah memanggil Elle, sepupunya untuk datang menemani Citra. Tapi sepertinya Elle masih marah karena Zeno menolak cintanya.


Tapi ayolah, bagaimana bisa Zeno menerima cinta itu? Dia menyayangi Elle sebagai teman dan sepupunya, tidak bisa lebih.


Untunglah ada Carl.


“Oh iya, Carl, kamu itu datang dari mana?” tanya Zeno.


“saya berasal dari negara bernama Floutesia, tapi bukan di ibukota kerajaan, tapi di daerah tempat Duke Harold berkuasa.”


Zeno bingung mendengar ucapan Carl, “apa? Itu dimana? Apa bukan di dunia ini? Lalu bagaimana kamu bisa datang kemari? Siapa yang menyuruhmu?”


Carl berpikir sejenak, “sebenarnya saya juga tidak tahu, tuan, tapi saya bisa datang karena saya mendapat peringkat tinggi dalam ujian pelayan, karena saya lolos, saya bisa datang kemari, tentu saja setelah mempelajari anda dan dunia anda.”

__ADS_1


Zeno mulai mengerti sedikit, bisa jadi yang meminta Carl datang itu sistemnya, yang sepertinya juga ada di dunia lain yang belum Zeno ketahui.


(Peringatan!)


(Zeno tidak boleh bertanya lebih dari dua pertanyaan pada Carl dalam sehari)


Ugh, sistem pelit sekali, padahal sistem sendiri yang meminta Zeno menyelamatkannya, benar-benar tidak masuk akal.


(sistem sangat masuk akal!)


Terserahmu saja.


“Baiklah Carl, hanya itu yang kutanyakan hari ini, kamu bisa kembali bekerja, jika capek, kamu istirahat saja ya?”


“saya berjanji untuk mengajari Citra dalam pelajaran, apakah boleh, tuan?”


Zeno mengangguk pelan, “iya, iya boleh aja, pergilah.”


Seperginya Carl, Zeno kembali memeriksa pekerjaan Carl. Dia heran kenapa bisa Carl yang dari dunia lain bisa sepandai itu, apalagi dalam urusan dunia modern yang di dunia Carl sendiri tidak ada.


Yang pasti, Zeno lega karena ada orang yang bisa dia percayai membantunya.


Dahi Zeno mengerut saat melihat beberapa berita yang muncul di media sosial. Ada saja orang yang berspekulasi jika Zeno mendekati Tasya karena harta, setelah Harjuno ditangkap. Haruskah Zeno mengumumkan jika dia sudah putus? Padahal itu tidak penting menurut Zeno.


Kenapa orang-orang sangat kepo dengan hubungan percintaannya. Jangankan hubungan percintaan, hubungan pertemanan saja juga orang-orang kepo sekali. Misalnya Zeno mengunggah foto bersama Yoshi, orang-orang itu akan datang menyerbu akun Yoshi.


Tidak bisakah mereka memberi ketenangan?


Sepertinya dunia penuh gemerlap ini tidak selamanya indah, malah makin tinggi pencapaian kita, makin merepotkan juga orang-orang, yang padahal mereka tidak saling kenal.


“Merepotkan sekali.”


Zeno yang kesal pun akhirnya keluar dari media sosial yang toxic itu, kebetulan sesorang menelfonnya.


“Bella? Tumben dia nelfon, ku pikir dia sedang marah padaku” gumam Zeno sebelum membalas telfon itu.


“Halo? Ada apa –”


[Zeno! Tolong aku! Ak-aku sedang dikejar oleh seseor – hhmmph!!]


Tanpa Zeno sadari, dia pun segera loncat dari kursinya. Saat itu dia baru sadar jika sistemnya sudah memberikan sebuah misi.


Apa yang terjadi pada Bella ya? Perasaan Zeno tidak enak.

__ADS_1


 .


.


__ADS_2