Sistem Belanja Online Sepuasnya

Sistem Belanja Online Sepuasnya
Siapa itu HR group?


__ADS_3

.


.


Menjadi terkenal benar-benar tidak cocok bagi Zeno, atau setidaknya itulah yang dia rasakan. Sejak berita penculikan dan namanya sebagai keluarga Raynold tersebar, semua orang berbondong-bondong mencarinya, memberikan senyuman dan perhatian palsu yang memuakkan.


Yang tadinya jahat atau tidak peduli, kini mendekatinya dan berusaha memanfaatkannya.


Mungkin mereka pikir Zeno bodoh dan senang dengan perhatian mereka.


Alhasil, Zeno pun berusaha keras menghindari mereka. Dia pergi untuk mengasingkan diri di atap gedung sekolah saat istirahat. Sellya pergi ke ruang Osis bersama Raihan, karena ketua Osis ingin bertemu dengan Raihan, mungkin akan diminta menjadi anggota Osis. Sementara Bella pergi keluar kota bersama keluarganya, katanya neneknya di luar kota meninggal.


Itulah kenapa Zeno sendirian di atap gedung sekolah.


“Hmm, sebaiknya aku makan apa ya?” gumam Zeno, dia melihat-lihat toko sistemnya. Semua makanan yang dijual tidak membuatnya bernafsu, moodnya benar-benar kacau.


Sebenarnya, Zeno tidak keberatan menjadi terkenal, tapi tidak mendadak seperti sekarang, yang ada dia sangat shock. Dia tidak mengatakan apapun pada keluarganya, karena tidak mau membebani.


Saat sibuk scroll-scroll toko sistem, Zeno melihat pop-up iklan saham yang sedang dijual hari itu. Memang jika ada barang baru, sistem akan memberi pop-up, siapa tahu Zeno tertarik membelinya.


“Saham Gem ent dijual? Tumben banget... terus ada saham HR Group, HR Group itu perusahaan apa? Apakah sebesar Royal Group?” gumam Zeno.


Yang Zeno tahu, saat ini Royal Group sangat besar di Australia dan Amerika, Royal Group pernah menjadi satu-satunya yang besar di Indonesia, tapi sekarang Royal Group memiliki banyak saingan. Dan ternyata saingan itu adalah HR Group.


“Sistem, kau tahu kenapa HR Group menjual beberapa sahamnya? Apa mereka kesusahan?” tanya Zeno.


(Jika serius ingin tahu, kau harus membeli informasinya)


Zeno berdecak malas, “iya, ambil saja saldoku!”


(Yang ku tahu, mereka menjual saham bukan karena kesusahan, kau mungkin belum mengerti, tapi mereka memiliki masalah internal. Mereka menjual saham juga untuk mengalahkan Royal Group.)


“Kok gitu?” tanya Zeno bingung, “keduanya bermusuhan ya?” lanjutnya.


Sambil mengobrol dengan sistem, Zeno menemukan pop-up lagi di toko sistem, kali ini dari Toko kue Jepang, mereka mengeluarkan produk kue kemasan plastik yang lebih praktis. Kue yang mereka jual adalah kue semacam sponge cake dengan isian krim, ada berbagai rasa seperti tiramisu, red velvet, black forest, matcha dan lain-lain.


Zeno yang penasaran membeli semua varian, selain itu, dia juga membeli susu pisang dingin.


(Bisa dibilang bermusuhan, kakakmu Arvin mungkin tahu masalah ini, dia pernah melawan HR Group untuk memenangkan tender, tapi Arvin bisa memenangkannya, HR Group tidak menyukai itu. Lalu, beberapa kali produk Royal Group mengalahkan produk perusahaan mereka)


(Bahkan, kemarin kamu diculik pun kan itu ulah mereka, Anastasya adalah putri Harjuno, pemilik HR Group)


“APA?”


Hampir saja Zeno tersedak kue tiramisu yang sedang dia makan, “kok kamu baru ngasih tahu?”


(Zeno kan baru nanya sekarang!)


“I-iya sih... haruskah aku ngasih tahu kak Arvin?”


(Sistem sudah bilang kan? dia sudah tahu, tapi mungkin kamu bisa membicarakan itu dengannya.)


(Sistem menarik lima juta rupiah untuk informasi ini)


Zeno berdecak malas, informasi itu sangat mahal.


Jika Zeno tahu semua itu ulah HR Group, mungkin Zeno akan menahan Tasya untuk waktu yang lama. Tasya adalah putri HR Group ya? Berarti... Udin bekerja untuk mereka?


“Kamu bisa mengambil saldo ku lagi, aku masih ingin bertanya!”


(Silahkan!)

__ADS_1


“Udin itu bekerja untuk HR Group kah? Apa mereka juga menjual anak-anak dibawah umur? Mereka menjalankan bisnis ilegal, begitu?”


(Wah, Zeno pintar sekali ya! tumben)


“HEY!”


(Itu benar, sudah sejak lama HR Group menjual wanita, gadis, bahkan sampai lelaki tampan sepertimu untuk orang-orang kaya, om-om atau tante-tante banyak uang yang membutuhkan kesenangan semata. Tapi sayangnya, kadang permintaan tidak manusiawi.)


(Ada yang menginginkan idol muda, anak-anak umur 12 tahun, gadis perawan... dan sebagainya, itulah kenapa ada orang seperti Udin, yang bisa mencari korban, sepertimu. Udin bisa keluar dari penjara kemarin juga bantuan Harjuno, karena Tasya menginginkanmu, tapi tenang saja, saat ini Udin tidak akan bisa keluar, karena ada ayahmu yang mengawasi, Harjuo tidak akan bisa berkutik, tapi Tasya sudah keluar dengan cepat.)


(Sistem menarik uang lima juta dari saldo.)


Zeno kini memikirkan semua yang sistem katakan padanya, dia tidak tahu semua bisa menjadi serumit itu.


Sistem benar, dia harus membicarakannya dengan Arvin, lagipula Tasya menyukai Zeno, dia bisa memanfaatkan Tasya yang bodoh itu. Harjuno terlalu memanjakan putrinya.


Pantas saja Tasya jarang dihujat penggemar, pasti jika Tasya bermasalah, ada Harjuno yang membersihkan namanya dengan uang.


Inilah yang Zeno tidak sukai menjadi anak orang yang memiliki pengaruh, karena semakin tinggi tingkat, semakin banyak tantangannya, semakin banyak musuh yang ingin menjatuhkan. Bisa saja Harjuno menculik Zeno karena tahu Zeno itu anak keluarga Raynold, lalu ingin menggunakan Zeno untuk mengancam.


Licik sekali ya.


“Ah, kau disini ya? Maaf, aku akan pergi!”


Zeno tersadar dari lamunannya, lalu menoleh pada Damian yang baru ingin memasuki atap, Zeno buru-buru menghentikannya, “Damian, tunggu! kemarilah” teriak Zeno.


Damian pun berbalik lalu berjalan mendekati Zeno.


“Ada apa?” tanya Damian.


“Tidak, itu... kemarin, terimakasih telah membantuku ya? Aku tidak menyangka kamu mau membantu” ucap Zeno.


“Jika aku tahu dari awal kamu itu Raynold, aku tidak akan mengganggumu” sahut Damian.


“Aku tahu aku telah menyusahkan mu dan Bella, sebenarnya aku memang bertaruh dengan teman-temanku untuk menyakiti Bella, aku bahkan sudah mau mengembalikan motor itu, tapi Bella menolaknya dan memberikannya padaku. Sebenarnya, saat mendekati Bella, aku mulai suka padanya, dia anak yang baik, asyik juga diajak mengobrol, tapi karena teman-temanku mengatakan aku mulai suka dia dan tidak fokus dengan taruhan, aku terpaksa menyakitinya, aku menyesal, tapi kemudian aku dimarahi orangtuaku karena vidio dengan dia tersebar, jadinya aku datang ke rumah orangtua Bella dan menuntutnya seperti perintah orangtua.


Setelah itu aku membencimu karena kamu menghalangiku, kamu juga kelihatannya dekat dengan Bella, aku kesal sekali, teman-temanku memintaku untuk bersama-sama menghajarmu, setelah kalah saat memancing, aku mulai menyesal... aku belum tahu kamu itu Raynold. Kemudian, aku waktu itu berada di hotel, sempat panik melihatmu yang pingsan dibawa ke hotel oleh orang yang mencurigakan, aku mengikutimu, sempat bingung dan panik, sampai aku bertemu kakakmu, aku bersyukur kamu baik-baik aja.”


Zeno mendengarkan ucapan Damian dengan seksama, sebenarnya Zeno juga tidak mengerti kenapa meski Damian menyebalkan, dia tetap tidak benci padanya. Setelah mendengarkan semua ceritanya, Zeno mulai merasakan Damian itu tidak seburuk itu, mungkin hanya caranya saja yang buruk. Atau, mungkin itu hanya pengaruh buruk teman-temannya saja.


“Kalau begitu, saran dari ku adalah menjauhi teman-temanmu, mereka tidak baik untukmu dan hanya memberi pengaruh buruk saja, ingatlah jika kekayaan orangtuamu itu tidak selamanya, mumpung kamu masih muda, kamu harus berusaha keras belajar demi masa depan” ucap Zeno, kemudian dia menyodorkan bungkusan kue red velvet pada Damian.


“Kue? Dapet darimana kamu kue ini?”


“Mau gak? Kalau gak mau ya udah, aku makan sendiri!”


Damian pun membuka bungkus kuenya, lalu mencoba memakannya, “wah, enak banget!”


“Kalo mau beli, satu harganya lima ribu rupiah” ucap Zeno, harga yang dia sebutkan itu adalah harga dua kali lipat dari yang dia bayar pada sistem.


“Serius? Murah banget!”


“Itu harga 50%, karena kita teman...”


“Teman?”


“Kalau kita bukan teman, bayar aja 10 ribu!”


“Kita teman!”


“Ga jadi deh, beli sendiri ke Jepang!”

__ADS_1


Damian terkejut mendengarnya, “aku tahu bungkusannya bahasa Jepang, tapi ini beneran dari Jepang?”


Dengan polos Zeno mengangguk saja, “iya, tapi aku bisa menjualnya lagi disini, dengan surat-surat ijin...”


“Aku denger kamu memasok buah impor dan lokal ke tokonya Sellya, itu bener juga?” tanya Damian.


“Iya kok, bener...”


“Kalo gitu, apa kamu bisa bantuin toko keluargaku juga?”


Zeno mengernyitkan dahinya, “toko alat pancing?” tanya Zeno.


Damian menggeleng, “bukan, kami juga punya toko yang menyediakan seafood, entah itu segar, kering, atau yang dibekukan... akhir-akhir ini, kamu kesulitan untuk mencari beberapa bahan, misalnya gurita, cumi, dan lain-lain, padahal permintaan sedang banyak.”


Zeno mengulurkan tangannya, membuat Damian kebingungan, “apa ini?”


“Jabat tanganku!”


Damian pun menjabat tangan Zeno, “terus?”


“Aku setuju!”


“Serius, bisa?”


Zeno mengangguk semangat, “tentu saja bisa, ini demi bisnis dan uang, kapan dimulainya? Apa aku harus bertemu ayahmu dulu?” tanya Zeno.


“Yang punya bisnis itu pamanku, kau bisa bertemu pamanku kapan?”


“Kapan saja bisa kok.”


“Kalau begitu, besok saja.”


Zeno senang jika bisnisnya makin bertambah.


“Oh iya Damian, kau tahu sesuatu tentang HR Group?”


“Hmm? Mereka itu perusahaan yang menjual beberapa produk elektronik, makanan, barang-barang rumah tangga, mereka juga punya beberapa pabrik besar di beberapa kota, bisa dibilang, salah satu perusahaan terbesar di negara ini. Ku dengar mereka bersaing dengan perusahaan keluargamu kan? tapi tenang saja, mereka itu hanya besar di sini saja, sedangkan Royal Group kan besar di luar negri juga, jadi ku rasa mereka tidak ada apa-apanya dibanding dengan Royal Group” jawab Damian.


“Apa kau juga tahu kalau aktris Tasya itu putri dari HR Group?” tanya Zeno.


“HAH? Masa sih? Dia yang nyulik kamu kan? tapi, anehnya, berita tentang Tasya sekarang mulai redam... jadi dia anaknya HR Group?”


“Ah, aku juga baru tahu... jangan bilang siapa-siapa ya Damian, nanti aku dikira fitnah.”


“Beres! Aku juga ga terlalu peduli gituan.”


Ternyata, tidak banyak yang mengetahui tentang hal itu.


“Ku rasa, jika memang Tasya anak HR Group, mereka pasti sedang berusaha keras untuk mengembalikan nama Tasya kan?” ucap Damian.


“Bener banget...”


“Tapi Zen.”


“Apa?”


“Kamu diapain sama dia?”


“Bu-bukan urusanmu!”


.

__ADS_1


.


__ADS_2