
Pemberitahuan yang muncul dari benaknya tidak langsung Vino respons. Sekarang dia sedang sibuk untuk melihat kondisi internet sekarang.
Bukan karena apa-apa, barusan Vino sudah mengencani seorang idol dan anak dari keluarga konglomerat. Vino merasakan ketakutan, takut dengan para netizen yang brutal dalam mengomentari sesuatu hal peristiwa yang sedang panas.
Untungnya, setelah Vino lihat-lihat di beberapa media sosial yang ada di Indonesia, tidak ada tanda-tanda berita tentang idol Korea dibawa kabur oleh pria misterius dan ... tampan.
Semuanya aman dan Vino rasa berita itu akan mudah muncul begitu saja.
Selama di perjalanan kabur, mereka berdua selalu menutupi wajah dengan masker dan tudung jaket sehingga orang lain tak sadar dengan identitas mereka.
Mungkin ada beberapa orang yang sadar dan diam-diam menjadi paparazi dadakan.
Vino harap berita tentangnya tidak cepat muncul di permukaan internet dalam waktu yang cepat.
Hembusan napas lega keluar dari mulut Vino, kemudian dia mengarahkan pandangannya ke layar virtual transparan yang melayang di depan wajahnya.
[Ding! Ulasan bintang 5 telah berhasil didapatkan! Sistem memberikan Anda satu kesempatan untuk memilih satu hadiah permanen!]
[Hadiah yang tersedia: Tinggi 186 cm, Wajah Tampan Dasar, Kulit Putih Bersih, Tubuh Wangi, Temperamen Menarik, Tubuh Power Lifter, Mata Menawan, Suara Magnetis, Keterampilan Bahasa Korea Selatan Master, Bahasa Inggris Master, Bernyanyi Master, Menari Salsa Profesional, Bermain Piano Master, Bermain Biola Master, Seni Bela Diri Taekwondo Profesional, Memasak Master, Seni Bela Diri Tongkat Master, Sulap Master, Komunikasi Profesional, Mengemudi Mobil Master, Ciuman Master, Sentuhan Nyaman, Lari Cepat Master, Parkour Master, Memijat Master.]
Permintaan yang dipilih oleh Kim Lanly sangatlah banyak. Lebih dari 20 permintaan dipilih olehnya.
Dengan sebanyak itu, Sistem hanya meminta Kim Lanly yang 10 juta untuk satu hari, ini terbilang murah. Pasalnya, pria yang memiliki banyak sekali keterampilan dan kelebihan sangat-sangat langka.
Seorang artis papan atas saja tak mungkin memiliki banyak sekali keterampilan seperti itu sampai ke tingkat Master, puncak dari keterampilan yang dimiliki.
Sayangnya, ada beberapa keterampilan yang tak Vino tunjukkan karena keterbatasan waktu yang disediakan.
Terlebih lagi, saat itu Vino dikejar-kejar oleh pengawal sehingga waktu banyak dihabiskan untuk tidur dan juga melarikan diri.
"Begitu banyak, aku harus memilih hadiah dengan cermat."
Tangan Vino terangkat untuk mengusap dagunya dengan tatapan fokus ke daftar hadiah yang tersedia.
Otak berputar dengan cepat, mencari yang tepat dan paling dibutuhkan menurut Vino sendiri.
__ADS_1
"Sistem, aku memilih hadiah kulit putih bersih dan Keterampilan Seni Bela Diri Tongkat Master!"
Setelah renungan selesai, Vino memilih dua hadiah tersebut karena memang hadiah tersebut benar-benar diinginkan.
Kulit putih untuk memperbaiki penampilan diri, lebih suka kulit putih karena Vino memiliki selera seperti itu. Hadiah Keterampilan Seni Bela Diri Tongkat Master untuk melindungi diri sendiri dari ancaman dan bahaya yang datang.
Semua orang membutuhkan keterampilan seni bela diri untuk selamat dari berbagai kejahatan yang menghampiri.
Setidaknya, ada perlawanan untuk kita selamat dari situasi darurat.
Vino berpikir seperti itu dan memilih hadiah tersebut.
Ditakutkan keterampilan itu tidak muncul lagi setelah Vino tidak dipilih dan di pesanan berikutnya.
Sesudah suara sistem keluar, perubahan muncul di tubuh Vino.
Perubahan berlangsung selama lebih dari 5 menit karena banyak sekali hadiah sementara yang diambil kembali oleh Sistem.
Banyak sekali perbedaan yang terlihat dari penampilan Vino yang sekarang.
Dimulai dari matanya yang tidak terlihat begitu menawan, ada sesuatu yang kurangi dari sorot pupil matanya, temperamen yang menghilang, tinggi yang dipendekkan, hingga banyak pengetahuan akan suatu keterampilan dilenyapkan sehingga Vino tak bisa lagi mengingat dengan pengetahuan tersebut.
Namun, kelenturan tubuh Vino masih sedikit ditahan Sistem karena bersangkutan dengan Keterampilan Seni Bela Diri Tongkat Master.
Selain tubuhnya sedikit bertambah kuat, kelenturan dan kelincahannya pun ditambahkan, terlebih kedua tangan Vino yang sangat berperan penting ketika menggunakan gerakan seni bela diri bertongkat.
Meski Vino merasa banyak sekali dari dalam dirinya yang menghilang, kondisinya sekarang jauh lebih baik dari awal.
Mencari sapu di dalam kamar, Vino mulai mempraktikkan banyak sekali teknik gerakan seni bela diri bertongkat.
Didukung dengan tubuh kuat Vino, semua gerakan berhasil dilakukan tanpa kesulitan sedikit pun walau beberapa barang hancur.
Hancur sedikit tidak berpengaruh.
Setelah semua perubahan selesai, Vino melihat sosoknya di dalam cermin sangat-sangat berbeda. Kulit cokelat gelap menghilang, diambil alih oleh kulit putih dan bersih, tanpa adanya daki yang menghalangi.
__ADS_1
Dengan kulitnya yang berubah, estetika dari tubuhnya bertambah di dalam penglihatan matanya.
Sesuai dengan yang diinginkan Vino dari dahulu. Ini adalah penampilannya sejak dari kehidupan yang sebelumnya.
Akan tetapi, Vino tidak akan sama lagi sikap dan sifatnya. Selain penampilan, pola pikir dan sikapnya diubah, paling tidak berhenti seperti seorang pecundang.
Jujur saja, di dalam hati Vino masih ada rasa takut dengan preman itu, tetapi sekarang dia mencoba untuk berani dan berniat untuk melawan.
Mata Vino dipenuhi dengan tekad yang membara, ketakutan di dalam matanya kian menghilang dan sirna.
"Preman itu akan aku kalahkan kalau dia muncul di depanku!"
Tinju Vino terkepal kuat dengan kebencian terhadap preman yang kerap memukulnya.
Melihat jam sekarang di dalam layar ponsel, wajah Vino terheran dan baru sadar bahwa perbedaan waktu di Korea Selatan dan Indonesia itu selesai 2 jam.
Di sini masih jam 6 pagi, langit baru saja cerah.
Omong-omong, Vino masih lapar, keluar dari kosan untuk membeli sarapan pagi nasi uduk.
Tepat ketika Vino berada di jalan, seorang pria yang sangat ia kenali ini berpapasan dengannya dengan mata yang arogan.
Wajah Vino awalnya biasa, tetapi saat tatapan tersebut dilihatnya, amarah Vino meroket cepat sembari menatap kembali mata pria tersebut.
Pria yang menatap Vino adalah preman yang sering menganiaya dirinya.
Ketakutan di dalam hati Vino benar-benar tenggelam. Melihat wajah yang bengis ini membuat Vino ingin memukulnya.
"Apa maksudmu melihatku seperti itu?!" Preman tersebut yang berpakaian tidak rapi menghalangi jalan Vino.
Preman itu harus mendongak ke atas untuk melihat Vino.
Wajah Vino tidak menunjukkan sebuah ekspresi apa pun, hanya berekspresi datar yang lama-kelamaan tampak sangat mengesalkan.
Hal ini membuat amarah yang ada di dalam preman itu makin tersulut.
__ADS_1
Kedua tangan preman tersebut mendorong Vino seraya meraung, "Apa maksudmu, Keparat?! Kamu kira aku takut dengan tubuhmu yang tinggi?!"
Sedikit pun ekspresi Vino tak berubah sebelum akhirnya dia menahan dorongan preman tersebut dengan senyuman menghina muncul di ujung mulutnya, "Mengapa kamu begitu sentimen? Kamu sedang kekurangan uang?"