Sistem Sewa Pacar

Sistem Sewa Pacar
Bab 55: Bertarung Kedua Kali


__ADS_3

"Sejak kapan dia wanitamu, bajingan?!" Pria itu memberikan ekspresi marah yang besar. Urat menonjol di dahi dan lehernya yang membuat penampilannya mengerikan.


Otot-otot di tubuhnya membengkak, dadanya kembang-kempis menahan amarah yang mulai melonjak di hatinya.


Tatapan matanya tidak bagus.


Muka Vino masih sangat santai, berdiri di depan pintu sambil tersenyum, perlahan mendorong pria itu mundur ke belakang karena dia ingin menutup pintu apartemen.


Begitu mendapatkan dorongan ini, pria berkulit gelap tersebut jantungnya makin berdegup kencang, wajahnya yang gelap menjadi lebih gelap.


Berjalan perlahan menghadap pria di depannya, Vino sama sekali tidak merasa takut dengan ekspresi jelek pria ini yang menampilkan kemarahan yang memuncak.


Mata Vino bisa melihat kepalan tangan pria ini mengepal hingga gemetaran.


"Kamu menanyakan sejak kapan Callie menjadi wanitaku?" Vino menaikkan alis kanannya memandang pria di depannya. "Jawabannya adalah baru saja, dia dan aku baru menyelesaikan banyak ronde di ranjang. Beberapa kali dia memohon berhenti karena milikku terlalu besar. Mau lihat?"


Selama mendengar ucapan Vino, urat yang menonjol itu merambat hingga ke dahi pria gelap tersebut, tubuhnya gemetar, dia mencoba menahan amarahnya terlebih dahulu.


Akan tetapi, amarahnya tak kuasa ditahan lagi karena Vino benar-benar memperlihatkan senjatanya yang besar dengan panjang 30 cm. Lebih panjang dari miliknya.


"Tidak mungkin!" Pria itu memekik melengking, dengan wajah penuh ketidakpercayaan.


Vino menutup telinganya, tersenyum menahan tawa melihat ekspresi kecewa, marah, menyesal, dan sedih pria di depannya. Pemandangan yang lucu.


"Ras kuning, matilah kamu, bajingan!"


Pria itu tidak tahan lagi, dia melontarkan pukulan berat kepada Vino dengan seluruh kekuatannya.


Gerakan pria itu begitu mendadak, dan Vino terkejut menatap tinju besar mulai mendekati wajahnya.


Tanpa ada rasa belas kasihan, pria itu tidak menarik tinju dan benar-benar ingin menghajar Vino.


Bam!


Sebuah benda keras terjatuh ke lantai terdengar.


Seseorang telah terpental dan mendaratkan di lantai dengan memeluk perutnya kesakitan.


"Pukulanmu terlalu lambat, banyak celah pada gerakan seranganmu, kawan." Vino menarik kaki kanannya, berdiri di tempatnya sambil memeluk kedua tangannya.

__ADS_1


Tendangan Vino lebih dahulu mendarat di tubuh pria tersebut, dengan kekuatan fisiknya yang besar ditambah ilmu seni bela diri Krav Maga yang menguatkan tinju, tendangan, dan sikut, pria itu sama sekali tak bisa menghindar dan menahan.


Memegang perutnya, pria itu merasa kesakitan dengan tendangan yang meluncur tepat di perutnya.


Hantaman kuat kaki Vino memberikan dampak kuat, dia merasa organnya sedikit bergeser.


Tiba-tiba, tangan yang lain pria tersebut mengorek-ngorek sesuatu di kantung celananya.


Firasat buruk muncul di hati Vino, tanpa berpikir lagi, Vino berlari cepat mendekati pria gelap di kejauhan.


Tangan pria gelap akhirnya mendapatkan sesuatu di kantong celananya, dengan cepat mengeluarkan benda tersebut untuk melakukan sesuatu.


Benda yang diambil pria itu ada pistol satu tangan berwarna hitam berjenis Glock 17, dan langsung di arahkan ke depannya.


Tepat setelah mengeluarkan pistol tersebut, tangan pria itu langsung ditabrak oleh kaki Vino dengan kekuatan yang besar.


Jari-jari pria itu secara otomatis melepaskan pistol di cengkeramannya dan terpental jauh hingga belasan meter.


Sebelum pria itu tersadar, Vino menghajar pria tersebut dengan satu pukulan dan seketika pingsan. Di dalam sorot CCTV apartemen, dia membuka celananya dan menggunakannya sebagai ikatan borgol tangan sementara pria tersebut.


Vino yang bertelanjang bulat mengambil pistolnya terhempas jauh dan mengambilnya.


Terlihat Callie sedang menghubungi seseorang dengan wajah yang serius sambil memegang senjata Vino yang besar.


Pemandangan itu agak aneh, seorang wanita sedang menelepon sambil mengusap senjata pria.


Vino kembali ke kamar dengan mengenakan pakaiannya dan buru-buru mencium Callie yang selesai menelepon.


Sebuah pemberitahuan muncul di benak Vino, pesanan sudah selesai dan dirinya sudah boleh pulang.


Disarankan untuk segera pulang karena seluruh kemampuan yang dipinjamkan akan ditarik kembali oleh Sistem, Vino tak bisa lama-lama di sini.


"Aku pulang dulu, sayang. Besok kamu panggil aku saja kalau memang penting, aku usahakan datang," kata Vino dengan wajah yang lembut.


Callie memeluk Vino dan mengangguk mengerti, membalas dengan nada suara yang manja, "Aku mengerti, sayang. Aku pasti akan menghubungi kamu. Aku sayang kamu."


"Aku juga sayang kamu."


Setelah Vino mengucapakan kata tersebut, keduanya berciuman selama beberapa menit sampai akhirnya petugas apartemen datang ke unit Callie.

__ADS_1


Vino membantu mendeskripsikan masalah selama beberapa saat, dia memberikan pistol yang diambilnya ke pihak apartemen untuk dijaga, dan tak lupa meminta mereka menyaksikan rekaman CCTV, juga memburamkan sosoknya yang bertelanjang.


"Aku pergi dahulu, sayang! Sampai jumpa!"


Sosok Vino berlari ke lift lalu turun ke bawah untuk keluar dari apartemen.


Mengenakan Hoodie yang ada tudungnya sangat berguna untuk menutupi identitas, kemudian dia keluar dari apartemen begitu saja tanpa dipanggil oleh petugas keamanan yang lain dan pegawai apartemen yang ada di lobi.


Vino menghilang usai masuk ke dalam gang sambil membawa beberapa barang di tangannya.


Mengenai keselamatan Callie, dia akan pindah ke apartemen lain yang tidak ada pria gelap tersebut. Ditakutkan dia dendam dan sesuatu yang tak diinginkan terjadi.


Uang bukan hal yang masalah bagi Callie, pemindahan tempat tinggal akan dilakukan secepatnya.


Di dalam kamar kosan di Jakarta, Vino sedang mengeluarkan beberapa barang dari tas belanjaan, kemudian dia duduk di atas kasur dengan senyuman di wajahnya.


[Misi Sewa Berhasil Diselesaikan! Silakan memilih satu hadiah permanen!]


[Ulasan Bintang 5 telah diterima! Anda mendapatkan satu kali kesempatan memilih satu hadiah permanen lagi!]


[Hadiah yang tersedia: Tinggi 182 cm, Temperamen Lembut, Wajah Tampan Dasar, Tubuh Kalistenik, Kulit Bersih dan Putih, Keterampilan Komunikasi Master, Keterampilan Bahasa Inggris Master, Pisang 30 cm, Sentuhan Nyaman, Ciuman Master, Pelukan Menenangkan, Menggambar Realistis Master, Krav Maga Master, Bermain Gitar Master.]


Tangan Vino menopang dagunya sambil merenung, memikirkan hadiah yang akan dipilih.


Ada beberapa hadiah yang menjadi daftar hadiah yang diinginkan, tetapi untuk sekarang Vino harus condong ke keamanan tubuhnya dan kepuasan kebutuhan pelanggannya nanti.


Dengan demikian, Vino telah memutuskan pilihannya, dan dia berkata, "Sistem, aku ingin Keterampilan Krav Maga Master dan Pelukan Menenangkan!"


[Ding! Hadiah sedang diekstrak!]


Dalam sekejap mata, Vino telah berubah menjadi ahli bertarung yang memiliki ilmu seni bela diri Krav Maga. Dengan kekuatan dan keterampilannya yang sekarang, melawan 10 orang bukan hal yang sulit baginya.


Banyak sekali teknik sederhana yang efesien, tetapi juga mematikan, mungkin kekurangannya tidak menampik keindahan dalam gerakan.


Secara keseluruhan, Krav Maga adalah ilmu seni bela diri yang bagus untuk menyelamatkan nyawa sendiri.


Sekarang pelukan Vino juga lebih memiliki efek yang bagus, dijamin semua wanita merasakan ketenangan batin dan jiwa setelah mendapatkan pelukannya.


"Mungkin aku akan memilih hadiah pisang tiga puluh sentimeter di pesanan selanjutnya, kalau ada."

__ADS_1


__ADS_2