Sistem Sewa Pacar

Sistem Sewa Pacar
Bab 31: Pertandingan Menyenangkan


__ADS_3

Ayumi teringat dengan permintaannya, ada keterampilan yang ia masukkan ke dalam daftar permintaan pacar yang diinginkan.


Salah satunya ada bermain gim.


Alasannya adalah dia ingin merasakan bagaimana bermain gim bersama pacar. Satu kali pun dia belum pernah merasakan bermain gim bersama pacar.


Sedikit suram dan sedih, padahal Ayumi ini cantik.


"Um, iya." Ayumi mengangguk tanpa berani memandang langsung ke wajah Vino.


Ucapan sebelumnya terdengar memalukan, Ayumi benar-benar ingin masuk ke dalam lubang.


Vino yang mendengar ucapan Ayumi segera mengambil alat kontrol permainan konsol, kemudian salah satu alatnya diberikan kepada Ayumi.


"Kita ingin bermain gim apa?" tanya Vino yang belum pernah bermain Geh Station 4 karena tidak punya barangnya.


Jadi, Vino tidak tahu ada gim apa saja dan tak bisa merekomendasikan atau memilih gim yang dimainkan.


Mendengar pertanyaan Vino, Ayumi segera berpikir untuk memilih gim yang cocok dimainkan berdua.


Merenung sejenak, salah satu gim yang dimiliknya terpikirkan di dalam kepalanya.


Wajah Ayumi menjadi cerah dengan ekspresi yang senang, mengambil kaset gim, dan dimasukkan ke dalam mesin konsol.


"Gim apa itu?" Vino ingin tahu jenis gim yang akan dimainkan oleh mereka berdua.


"Itu ...." Ayumi sedikit ragu memberi tahu Vino. "Anu, itu gim bertarung satu lawan satu."


"Takkan?" tebak Vino yang ingat gim Geh Station 2 waktu kecil.


Kepala Ayumi bergerak ke kanan dan ke kiri. Memberanikan diri memandang Vino, dan menjawab, "Itu gim Moral Kambot seri sebelas."


Jelas, Vino tahu gim yang akan dimainkan ini. Dahulu dia pecinta gim Moral Kambot, jagoannya adalah Kong Lau, pria bertopi tajam.


Jurus pamungkas yang disukainya adalah jurus sunat.


Namun, gim Moral Kambot ini agak berbeda sistemnya karena 1 vs 1, tidak bertualang.


Bisa dikatakan, dia dan Ayumi akan bertarung merebutkan kemenangan. Keduanya pasti akan serius dalam gim ini.


Sebuah antarmuka awal gim sudah ditampilkan, mereka berdua segera memilih karakter yang ingin dimainkan.


"Kupikir kurang menyenangkan kalau tidak ada taruhan," ujar Vino dengan senyuman di mulutnya.


Senyuman ini merangsang pipi Ayumi untuk memerah, detak jantung terpacu lebih cepat.


Namun, ucapan Vino membuat Ayumi menjadi serius dan kompetitif.


Orang-orang Jepang memang sangat kompetitif karena kalau tidak seperti itu, mereka sulit untuk hidup. Persaingan sangat ketat, tidak sesantai di Indonesia.


Ayumi belajar menahan untuk tidak tersipu, menguatkan hatinya dari serangan pesona Vino, membalas perkataan Vino, "Aku setuju, tetapi ... apa yang ingin dipertaruhkan?"


"Bagaimana kalau seperti ini, salah satu di antara kita yang kalah akan menuruti semua keinginan yang menang," saran Vino menaikkan alis kanannya.

__ADS_1


Saran Vino langsung dipikirkan untuk dipertimbangkan dahulu. Menganalisa kemungkinan jika Vino menang, dia akan meminta apa.


Dipikir-pikir lagi, Ayumi sama sekali tidak keberatan dengan tindakan Vino. Kapan lagi mendapatkan pria yang sangat diidam-idamkan ini? Bahkan di dalam anime, pria yang setampan ini tidak ada.


Jogo Sateru tidak setampan pria yang duduk di sebelahnya. Matanya lebih menggoda daripada suaminya di animek.


Dengan segala pertimbangan, keputusan dibuat oleh Ayumi di dalam hati.


"Baik, aku menerima taruhan itu." Ayumi terlihat tegas dan penuh percaya diri.


Vino mengangguk dan tersenyum senang mendengar persetujuan Ayumi.


Sebuah rencana dan permintaannya sudah dibuat di dalam otak, tinggal mengucapkannya nanti.


Keterampilan dari Sistem membuat Vino sangat percaya diri. Taruhan ini pasti akan dimenangkan olehnya.


Berikutnya, pertandingan ronde pertama dimulai.


Mereka berdua terlihat sangat serius dengan jari-jari jemari menekan tombol di stik gim.


Penampilan Ayumi saat ini benar-benar serius, dia melupakan tentang Vino yang adalah pacarnya sekarang.


Ayumi tenggelam ke dalam konsentrasi melawan dan mengalahkan Vino dalam ronde satu pertarungan ini.


Sebuah suara terdengar di telinga mereka berdua.


"Finish Her!"


Dengan cekatan Vino menekan kombinasi tombol untuk melakukan serangan pamungkas.


"Ya, aku menang!"


Vino terbawa suasana senang ini, dan tak sengaja memeluk Ayumi dan mencium pipinya.


"Yuhuu!"


Tidak sadar bahwa Ayumi yang telah dicium pipinya sudah sangat memerah, asap mengepul dari wajahnya.


Serangan Vino yang tiba-tiba itu sungguh tidak diduga-duga oleh Ayumi.


Pipinya baru pertama kali dicium oleh seorang pria, dan itu adalah Vino.


Kesadaran Ayumi lambat lain menghilang, keseimbangan tubuhnya pun memudar, terlihat tubuh Ayumi perlahan miring ke belakang.


Untungnya, Vino bereaksi cepat dari pemandangan aneh Ayumi, kemudian ditangkap tubuhnya.


"Sial! Aku lupa!" Vino memarahi dirinya sendiri.


Ini murni kesalahannya karena atas dasar lupa, bahkan dirinya sendiri tidak sadar melakukan hal itu pada Ayumi.


Mengelus pipi Ayumi yang masih ada sedikit basah karena ciumannya. Vino bersabar menunggu Ayumi kembali bangun.


Untungnya, harapan Vino terkabul, Ayumi sadar kurang dari 3 menit selama pingsan.

__ADS_1


"Maaf, aku tidak sengaja mencium kamu. Aku terlalu senang barusan. Maafkan aku!" Vino sedikit membungkuk untuk meminta maaf.


Permintaan maaf Vino diterima oleh Ayumi, tetapi ini membuat Ayumi sadar dengan peristiwa barusan.


"Anu, aku juga minta maaf. Aku selalu pingsan," ucap Ayumi dengan suara yang lembut dan pelan.


Vino menggaruk kepalanya dan tersenyum. "Aku tidak masalah dengan itu. Namun, ada baiknya kamu tahan untuk tidak pingsan lantaran waktu terus berjalan dan waktu yang tersedia untuk kita bersenang-senang bersama makin berkurang. Anggap saja aku sekarang pacar kamu sungguhan dan juga keluarga, tidak perlu malu."


"Um, aku akan usahakan." Ayumi mengangguk dengan wajah seluruh merona.


"Ayo kita lanjutkan lagi!"


"Ya."


Setelah itu, mereka berdua melanjutkan pertandingan ronde 2.


Alhasil, pertandingan berakhir dengan kemenangan Vino yang sempurna tanpa terluka oleh karakter Ayumi.


Deg!


Jantung Ayumi memompa lebih cepat melihat karakternya mati dan pertandingan berakhir.


Ini artinya dia harus menuruti permintaan apa pun Vino.


Dalam hatinya Ayumi bergumam, 'Tidak, aku terlalu malu untuk mengikuti kemauan Vino. Bagaimana kalau Vino meminta aku mencium bibirnya? Lalu dilanjutkan meremas oppai, diakhiri dengan .... Tidak! Aku tidak bisa ... terlalu malu!'


"Anu, boleh pertandingan ini diulang? Aku tadi masih pusing akibat pingsan," kata Ayumi dengan ekspresi lemah lembut.


"Tidak." Vino menggelengkan kepalanya. "Bukannya ini sudah menjadi ketentuan kita sebelumnya?"


"Namun ... barusan aku habis pingsan. Kumohon ...."


Ayumi sedikit panik mendengar penolakan Vino, dia melupakan rasa malunya untuk memohon kepada Vino.


"Tidak."


Vino tidak mau mengulang karena ini kemenangan mutlak dirinya.


Penolakan terdengar lagi dari Vino, dan Ayumi makin panik, kemudian dia memohon lagi dengan usaha yang lebih.


"Kumohon, Vino!"


Tangan Ayumi menarik baju Vino berniat untuk memohon ala-ala pembantu di film yang memohon ke majikan dengan dramatis.


Akan tetapi, tenaga Ayumi terlalu besar saat menarik baju Vino, membuat tubuh Vino tertarik ke tubuh Ayumi dan kedua wajah mereka menjadi sangat dekat, terpisah oleh jarak 8 cm.


Tok! Tok! Tok!


Ting-tong!


Suara ketukan pintu dan bel berbunyi secara bersamaan dari pintu kontrakan Ayumi.


Keduanya yang terjebak di suasana saling bertatapan begitu dekat satu sama lain, langsung menarik wajah masing-masing dengan pipi yang memerah .

__ADS_1


Ayumi cepat-cepat berdiri dan berkata, "Anu, aku ingin melihat tamu dahulu. Kamu tunggu di sini."


__ADS_2