
Peristiwa di kantor polisi selalu diputar dalam benak Vino, terlebih peristiwa di mana polisi wanita itu tak sengaja berciuman dengannya.
Telapak tangan Vino masih bisa merasakan sensasi lembut dan kenyal dari kedua roti bagian bawah tubuh polisi wanita itu.
Omong-omong, polisi wanita itu juga sempat meraba senjata besar miliknya.
Saat itu, keduanya memang sedang terbawa suasana.
Menyentuhnya bibirnya, Vino masih bisa mengingat betapa manisnya bibir polisi wanita itu.
"Sial, apa yang kamu pikirkan, Vino!"
Dengan cepat Vino menyingkirkan pikiran jorok di dalam kepalanya, kemudian dia duduk dekat tempat tidur lantai untuk siap makan malam.
Pulang sama sekali tidak diantar, Vino pulang menggunakan ojek daring, menyempatkan diri untuk membeli makanan untuk makan malam.
Makan malam selesai dan semua sampah telah dimasukkan ke dalam tempat sampah, niat Vino ingin mandi untuk membersihkan diri dari keringat yang menempel.
Menyambar handuk di gantungan dalam kosan, mengambil pakaian bersih, kaki Vino melangkah keluar menuju kamar mandi.
Di lorong kosan terlihat sepi, bahkan gang sempit di luar kosan pun sama, padahal tadi pagi ramai ketika dirinya ditangkap oleh polisi.
Mandi di kamar mandi selama lebih dari 10 menit, semua tubuh Vino menjadi lebih bersih dari sebelumnya, segala kotoran debu dan daki menghilang.
"Segar sekali ...."
Vino tersenyum merasakan tubuhnya menjadi sejuk dan nyaman.
Sengaja Vino tidak mengenakan pakaian atas, dia hanya menggunakan celana pendek untuk keluar kamar mandi, dengan di tangannya terdapat alat mandi serta kantung berisi pakaian kotor.
Tepat ketika Vino keluar dari kamar mandi, di kejauhan ia melihat sesosok wanita berpakaian putih, berdiri persis di tengah-tengah lorong kosan.
Rambut panjang yang menjuntai menutupi wajahnya membuat Vino tidak bisa mengetahui siapa wanita ini.
Firasat buruk dapat dirasakan oleh Vino, sebuah asumsi muncul di kepalanya bahwa wanita berdiri di lorong bukan manusia sungguhan.
Dengan keberanian yang dipaksakan, kaki Vino melangkah ke depan untuk berjalan menghampiri sosok wanita yang berdiri tidak bergerak sedikit pun.
Hati Vino mulai berdetak lebih cepat dari normalnya.
Meskipun dia sering mendengar suara tangisan di kosan ini dan sudah terbiasa, ini baru pertama kalinya Vino melihat sosok hantu sungguhan.
Tak lama kemudian, posisi Vino sudah sangat dekat dengan hantu ini, dia bahkan bisa melihat dengan jelas bahwa hantu ini memakai pakaian dalam.
Vino terkejut begitu melihat kejanggalan ini, kemudian dia mengangkat pandangannya, dan melihat bahwa hantu di depannya mengibaskan rambut panjang yang menutupi wajahnya, memperlihatkan wajah manis dari seorang gadis muda.
__ADS_1
"Apakah kamu takut—"
Gadis muda ini tertegun ketika pupil matanya melirik ke tubuh Vino yang memiliki otot jelas dan tegas.
Pemandangan ini sangat mengejutkannya.
Rona merah tumbuh di kedua pipi gadis itu lalu dengan cepat berbalik dan berlari menuju ke salah satu kamar kosan.
"???"
Vino belum memahami apa yang terjadi pada gadis yang berpura-pura menjadi hantu ini.
Sekarang Vino ditinggalkan sendiri dengan tanda tanya besar di kepalanya.
Menggelengkan kepalanya, Vino kembali masuk ke dalam kamar untuk memikirkan peristiwa yang tidak disangka-sangka olehnya.
Mengambil makanan takoyaki dingin dengan isian tanpa daging gurita, pikiran Vino tenggelam pada peristiwa barusan.
"Kurasa aku pernah melihat wanita ini sebelumnya," gumam Vino mengelus dagu mulusnya.
Dalam kepala Vino, wajah dari seorang wanita teringat kembali, kemudian wajah tersebut disandingkan dengan wajah gadis barusan.
Pupil mata Vino membesar, wajah dari gadis tersebut ternyata cocok dengan wanita yang pernah dia tabrak beberapa hari yang lalu tidak sengaja.
Hal ini menjadi pertanyaan kembali bagi Vino.
"Mengapa wanita ini sangat random tingkahnya? Untuk apa dia menggunakan pakaian mirip hantu Mbak Kunti?"
Vino benar-benar tidak mengerti dengan wanita cantik itu.
Namun, tidak tahu mengapa Vino tersenyum ketika mengingat kembali peristiwa yang baru saja terjadi tadi.
Cantik, tetapi memiliki tingkah yang tak terduga.
"Tunggu, bukankah dia telah menungguku sebelumnya? Bagaimana dia bisa tahu aku telah kembali pulang dari kantor polisi?"
Beberapa pertanyaan muncul di dalam pikiran Vino, sama sekali tidak mengerti bagaimana wanita ini dapat mengetahui dirinya sudah pulang ke kosan.
Masih ada waktu sebelum pergi tidur, Vino memutuskan untuk mengisi waktu luang ini untuk bersantai dan melihat-lihat kondisi internet sekarang.
Tok! Tok!
Begitu Vino mengangkat ponselnya, suara ketukan pintu terdengar dari pintu kamar.
Menoleh ke arah pintu, tubuh Vino bangkit dari tempat tidur, dan dia memutuskan untuk membukakan pintu kamarnya.
__ADS_1
Ceklek!
Suara pintu berderit terdengar, pintu kamar Vino ditarik ke dalam sampai terbuka lebar.
Begitu pintu terbuka, penglihatan mata Vino menemukan sosok wanita yang berpakaian seperti hantu tadi sedang berdiri dengan pipi memerah.
Wanita ini masih memakai pakaian yang sama, tetapi tidak lagi terlihat pakaian dalamnya, sudah mengenakan pakaian lengkap dan tertutup di balik kain putih tipis ini.
"Anu, aku ingin meminta maaf atas peristiwa barusan. Sedikit pun aku tidak berniat untuk memberi kamu pemandangan memalukan itu," ujar wanita tersebut dengan wajah yang berasap saking malunya.
Mendengar kata-kata wanita ini, Vino tahu apa konteks yang dibicarakan.
Vino tersenyum, menganggukkan kepalanya dengan lembut, dan membalas, "Maaf, aku juga tidak sengaja melihat bagian tubuh yang seharusnya aku lihat barusan."
"I–iya, kalau begitu ... aku pergi dahulu." Wanita tersebut mengangguk cepat beberapa kali. "It–itu, aku menunggu ka–kamu menghubungi no–nomorku. Terima kasih!"
Usai wanita tersebut mengatakan kalimatnya, sosoknya pergi meninggalkan Vino dan masuk ke salah satu kamar kosan.
Di dalam kamar kosan itu, Vino bisa melihat bahwa di sana ada banyak wanita, juga ada satu pria yang menyewa kos tersebut.
Tampaknya, mereka sedang melakukan bisnis kecil-kecilan di dalam kosan itu.
Ada beberapa pakaian yang aneh di sana, seperti pakaian dari beberapa karakter kartun atau film terkenal.
Sesuai dengan keinginan wanita tersebut, nomor yang pernah diberikan kepadanya itu dikirimi pesan oleh Vino.
Tidak perlu menunggu lama, hanya dalam beberapa detik, pesan Vino langsung dibalas.
Segera Vino mengetahui nama dari wanita tersebut, wanita itu bernama Vonia Loressa.
Namanya begitu cantik, sama seperti penampilan orangnya.
Vino harus menunda dirinya melihat-lihat internet, dia fokus saling mengirim pesan dengan Vonia.
Beberapa informasi didapatkan, Vonia memang bekerja sebagai cosplayer, sering mengikuti acara cosplay di Jakarta.
Pria yang kos itu pun seorang cosplayer, bisa dibilang seorang wibu. Sudah memiliki pacar, dan pacarnya itu teman Vonia.
Setelah saling mengirim pesan di aplikasi obrolan, Vino memberi tahu Vonia bahwa dirinya harus tidur.
Vonia juga berkata bahwa dirinya sudah sampai di rumah, habis pulang dari kos-kosan Vino.
Di malam itu, mimpi indah dialami Vino, jutaan wanita menyerangnya tiada habis di dalam mimpi, indah sekaligus mengerikan.
Keesokan harinya, tubuh Vino terasa sangat segar. Dengan lekas mulai melakukan persiapan sebelum beraktivitas.
__ADS_1
[Ding! Sistem menerima pesanan baru dari dari seorang wanita! Harap diperiksa dan tentukan sebelum memutuskan untuk menerima!]