Sistem Sewa Pacar

Sistem Sewa Pacar
Bab 24: Melawan Preman


__ADS_3

Dengan amarah yang memuncak di dalam tubuhnya, preman tersebut menerbangkan tinju ke arah wajah Vino dengan gerakan yang cepat.


Bam!


Di detik berikutnya, tangan kiri Vino menangkap pukulan tangan preman dengan wajah yang santai, seolah tinju preman tersebut bukanlah apa-apa.


Dengan senyum miring di wajahnya, kedua mata Vino menatap preman, seperti seorang panglima perang memandangi prajurit kecil dari pihak musuh.


Setelah terkejut akibat gerakan Vino yang cepat menangkap pukulan mentahnya, preman itu tersadar dan amarah kembali meletus dengan amarah yang tidak bisa ditahan lagi.


"Bajingan!!"


Tangan kiri preman itu bergerak, kepalan tangan yang kuat diarahkan ke wajah Vino penuh dendam mendalam.


Pukulan tangan itu melewati udara kosong, menciptakan suara siulan di dekat wajah Vino.


Pada akhirnya, preman itu melakukan tindakan yang sia-sia.


Tubuh Vino sudah diperkuat oleh Sistem. Kekuatan, fisik, kelincahan, reaksi, dan refleks ditingkatkan melebihi manusia biasa.


Jauh berbeda dengan preman ini yang terlihat kurus dan memiliki otot yang minim.


Dengan satu tangan kanan Vino, pukulan yang lainnya ditangkap dengan mudah, seolah itu adalah pukulan anak kecil yang marah-marah.


Butiran keringat muncul di dahi preman tersebut, dia terkejut dengan kekuatan Vino, kedua tangannya tak bisa ditarik dan dilepaskan dari cengkeraman kuat tangan Vino, seperti dijepit oleh yang baja.


Tidak disangka pria tinggi ini memiliki kekuatan yang besar.


Preman itu menyesal memilih lawan.


Namun, ketika dia merasa menyesal, kedua tangannya dilepaskan Vino dan tubuhnya sedikit terdorong dua langkah ke belakang.


Emosi amarah di hatinya tersimpan, tidak tahu mengapa tubuhnya bergerak sendiri, dan preman tersebut kembali menyerang.


Kali ini preman tersebut melompat dan menendang ke dada Vino.


Refleks dan reaksi Vino lebih cepat dari gerakan yang dilakukan preman tersebut, dia mencoba untuk menahan tendangan ini dengan tangan kirinya.


Bugh!


Tendangan yang ditenagai dengan berat tubuh permen tersebut menghantam tangan kiri Vino.


Berhasil menghempaskan tubuh Vino beberapa langkah ke belakang.


Jejak sepatu berwarna merah tercetak di tangan kiri Vino, menunjukkan betapa kuatnya tendangan preman tersebut.


Melihat ini senyum jahat muncul di wajah preman.

__ADS_1


Sekarang dirinya tahu harus menyerang Vino dengan cara apa.


"Makan tendangan ini, Tiang Listrik!"


Preman itu terlihat sangat bersemangat, dia sedikit berlari dan melompat untuk melakukan tendangan yang serupa.


Sayangnya, serangan itu tidak akan berhasil untuk kedua kalinya.


Vino mengelak dengan cara memiringkan badannya sambil mengambil ranting pohon yang tergeletak di pinggir jalan.


Belum sempat preman itu mengelak setelah mendarat setelah gagal menendang sosok Vino, sebuah pukulan ranting pohon terbang ke tubuhnya.


Plak! Plak! Plak!


Dengan suara yang nyaring, ranting pohon yang panjang tersebut menghantam cepat ke tubuh preman dalam hitungan detik.


Belasan pukulan mendarat di tubuh preman, pada bagian leher, pinggang, punggung, tangan, dan perutnya.


Sensasi kulit perih seolah dibakar terasa oleh preman ini dan dia melolong kesakitan sambil memegang bagian tubuhnya yang terasa sakit.


Melihat ranting pohon di tangannya telah menjadi pendek, Vino sadar bahwa dirinya sudah terlalu nafsu memukul preman ini.


Namun, Vino masih belum puas dan merasa belum adil untuk menghakimi orang ini.


Dengan begitu, kaki Vino bergerak dan dia mencoba mengingat satu gerakan Keterampilan Taekwondo yang di benaknya.


Bang!


Bagian belakang tumit kaki Vino membentur kuat bahu preman tersebut sampai tubuhnya ikut miring ke kiri.


Kekuatan yang terkandung dari tendangan Naeryeo Chagi kaki Vino begitu besar.


Preman yang kesakitan itu seketika pingsan karena rasa sakit yang diterima sudah mencapai batasnya.


Bruk!


Tubuh preman tersebut tumbang dan tergelatak di jalan.


Vino melihat ke sekelilingnya, ternyata ada beberapa warga yang menyaksikan dirinya melawan preman jahat ini.


Ekspresi mereka semua terkejut di wajahnya, tubuh semua orang berdiri tak bergerak dengan pandangan terpaku pada sosok Vino yang berdiri di depan tubuh preman.


Dengan wajah yang merasa tidak bersalah, Vino menunjuk ke arah preman yang terbaring tak sadarkan diri di jalan seraya berkata, "Seperti yang kalian lihat, preman ini yang menyerang lebih dahulu. Aku hanya membela diri."


Setelah mengatakan itu, kaki Vino menghindari tubuh preman tersebut dan lanjut berjalan menuju ke tukang nasi uduk langganan.


Sama sekali tidak peduli apakah preman itu mati atau pingsan.

__ADS_1


Ketika Vino meninggalkan semua orang yang menonton gerakannya bertarung dengan preman.


Mereka semua menjadi ramai dan berdiskusi satu dengan yang lainnya, membahas tentang apa yang telah terjadi barusan.


"Pria itu sangat kuat! Mengalahkan preman kampung ini dengan ranting pohon!"


"Selain kuat, pria itu sangat tampan! Aku merasa sedang jatuh cinta pada pria itu!"


"Makan itu, Sialan! Preman tidak berguna!"


"Satu tendangan satu orang pingsan! Kuat sekali!"


"Semuanya, kita harus membawa pria ini ke pinggir jalan, di menghalangi jalan dan pemandangan indah di jalan!"


"..."


Para warga yang ada di tempat kejadian perkara bergegas berbondong-bondong untuk mengangkat tubuh preman ke pinggir jalan dengan posisi duduk bersandar ke tembok rumah orang di tepi jalan.


Setelahnya, para warga pergi meninggalkan preman tersebut yang pingsan tanpa ada rasa kasihan sedikit pun di hati mereka.


Menurut mereka semua, preman itu pantas mendapatkan rasa sakit ditendang oleh pria hebat yang misterius tersebut.


Namun, Vino tidak tahu bahwa pemandangan dirinya melawan preman itu direkam oleh seorang pria muda yang berdiri di balik kerumunan warga.


Video itu tersebar dan menjadi panas di aplikasi Tiktod.


Pada saat ini, Vino mengobrol sejenak dengan ibu penjual nasi uduk.


Mereka berdua mengobrol beberapa patah kata, dan terlihat ibu yang mengobrol dengan Vino menampilkan ekspresi terkejut.


Ibu penjual nasi uduk tidak menyangka bahwa pemuda yang kemarin lusa membeli nasi uduknya telah menjadi seorang pria tampan.


Wajah Vino disebut mirip artis Korsel, oppa tampan yang diidamkan banyak anak muda zaman sekarang.


"Kembalinya buat ibu saja. Terima kasih, Bu!"


Setelah mengatakan itu, Vino berbalik dan meninggalkan tempat nasi uduk serta para pembeli yang sedari awal kedatangannya terus-menerus dilihat wajahnya secara terang-terangan.


Di perjalanan, Vino membelok ke mesin atm di supermarket terdekat, bukan IndoAgus tempat dirinya bekerja.


Vino mengirim uang 2 juta kepada kedua orang tuanya, memberi pesan bahwa dia mendapatkan bonus dari pekerjaannya.


Proses transfer telah selesai, berjalan kembali ke kosan untuk makan pagi.


"Sial, aku viral sekarang?!"


Mata Vino melotot ke tampilan di layar ponsel dengan wajah yang terkejut. Sebuah video singkat Tiktod menampilkan dirinya menghajar preman menggunakan ranting pohon, kemudian mengeksekusi dengan cara menggunakan tendangan taekwondo.

__ADS_1


__ADS_2