Sistem Sewa Pacar

Sistem Sewa Pacar
Bab 32: Bertemu Teman Ayumi


__ADS_3

Vino mengangguk sebagai tanggapannya.


Setelah itu, Ayumi berdiri dan bergegas pergi ke depan pintu kontrakan untuk membukakan pintu.


Mata Vino melihat sosok Ayumi berlari meninggalkan dirinya di dalam ruang keluarga sekaligus ruang tamu juga.


Rumah Ayumi ini hanya terdiri dari beberapa ruangan. Ruang keluarga ini yang digunakan untuk bermain gim mereka barusan adalah ruangan yang serbaguna.


Bisa digunakan untuk apa saja, seperti bermain gim, tidur, menyambut tamu, dan masih banyak yang lain. Ruangan itu juga tidak tertutup, serupa dengan ruangan dapur yang ada di kontrakan ini.


Ceklek!


Suara pintu berderit terdengar memasuki telinga Vino, dan suara beberapa orang dalam bahasa Jepang juga muncul di depan ruangan.


Ada beberapa orang yang berbicara di sana, Vino menduga orang-orang yang datang itu adalah teman Ayumi.


Tak lama kemudian, mata Vino melihat beberapa sosok masuk ke dalam rumah kontrakan bersama Ayumi.


Beberapa orang tersebut terdiri dari 2 pria dan 2 wanita.


Begitu Vino melirik ke arah mereka semua, orang-orang itu juga menatap Vino.


Namun, dia orang wanita yang melihat Vino memiliki reaksi heboh. Keduanya memegang tangan Ayumi dan berbisik sesuatu hal.


Sementara dua orang pria yang masuk ke dalam menampilkan ekspresi senang di wajahnya.


Sebagai seorang pria yang memiliki budi pekerti dan sopan santun, melihat mereka semua datang ke hadapannya, tubuh Vino bergerak untuk bangkit dari lantai dan berdiri menghadap mereka semua.


Berdiri di depan mereka, Vino sedikit membungkuk dan menyapa, "Halo, selamat siang."


Mereka berempat sedikit terkejut dan membalas dengan sapaan yang serupa.


"Anu, perkenalkan ini pacarku, Vino," ucap Ayumi dengan pipi yang memerah.


Sebuah keterkejutan kembali terlihat di wajah keempatnya, mereka semua memandang Vino dan Ayumi dengan ketidakpercayaan di hatinya.


Namun, mata Vino menemukan ekspresi yang berbeda pada wajah salah satu dari dua pria ini.


Aroma bermusuhan bisa tercium di hidung Vino yang sudah sering dibenci oleh orang-orang tanpa sebab.


Sebuah reaksi tubuh yang di spesial Vino bisa mendeteksi energi negatif yang dikeluarkan oleh orang-orang.


Jadi, Vino sudah terbiasa dengan kebencian yang ditujukan ke dirinya dari orang di sekitar.

__ADS_1


Vino menandakan pria yang mengenakan tali sabuk dari juban seni bela diri di dahinya.


Dilihat dari penampilannya saja pria ini sudah terkesan seperti orang yang ingin terlihat kuat dan keren di depan wanita.


Kebencian dari pria tersebut diabaikan oleh Vino. Cukup tahu saja.


Selanjutnya, mereka semua berkenalan dengan Vino satu per satu, diawali oleh seorang wanita yang adalah teman kerja sekaligus teman saat kuliah, bernama Kaori Isded.


Semua orang yang datang ini adalah teman sekolah Ayumi ketika kuliah.


Kedua wanita yang bernama Kaori dan Hitomi tampak sangat gembira bisa berkenalan dengan Vino.


Semburan wangi dari tubuh Vino membuat mereka berdua merasakan kenyamanan, ditambah dengan pandangan mata yang lembut.


Terlihat mereka berdua sangat senang dengan kedua pipi yang memerah berdiri di samping Ayumi.


Giliran kedua pria yang berkenalan dan mereka menunjukkan keramahtamahan pada Vino, tetapi hanya satu orang saja, pria itu bernama Kaneki.


Pria bernama Kaneki ini sangat ramah, berbanding terbalik dengan pria yang bernama Giono ini.


Saat Vino dan Giono berjabat tangan, tangan Giono terasa mengeras untuk meremukkan jari tangan Vino.


Vino hanya tersenyum seolah membiarkan Giono meremas jari-jari tangannya.


Tenaga yang diberikan oleh Giono tidak kuat, terasa seperti anak bayi yang memegang jari telunjuk ibunya ketika baru lahir.


Giono sedikit berteriak ketika merasakan jari-jemari Vino mencengkeram kuat jari tangannya dan itu menyakitkan.


Bahu Giono sampai ikut turun ke bawah saking tidak bisa menahan rasa sakit dari kekuatan remas tangan Vino.


Melihat ekspresi dan tubuh Giono yang terdistorsi, Kaneki dan kedua wanita menatap Giono dengan pasrah.


Sebagai teman lama mereka tahu apa yang sudah dilakukan oleh Giono terhadap Vino.


"Vino, apa yang kamu lakukan kepada Giono?!" Ayumi terkejut melihat Giono yang kesakitan.


Dengan sikap yang santai, Vino melirik Ayumi dan berkata, "Ini adalah salam pertemuan pria kuat. Kita selalu melakukan ini sebagai seorang pria tangguh, tidak peduli dari mana kita berasal."


Tentu, Ayumi tidak langsung percaya dengan ucapan Vino, kemudian dia menatap Giono dan yang lainnya.


Kaneki mengangguk sebagai responsnya, sedangkan Kaori dan Hitomi mengangkat bahunya.


Melihat Ayumi menatapnya, Giono menjadi tidak ingin terlihat lemah, dan dia menegakkan tubuhnya lalu mengangguk tegas. "I–iya, itu benar."

__ADS_1


Masih bisa terlihat ekspresi kesakitan di wajah Giono meski sudah terlihat baik-baik saja.


Kedua tangan mereka berdua terlepas, dan semua bisa melihat tangan kanan Giono memerah dengan bergetar hebat.


"Hahaha, tremor tangan sedang kambuh," kata Giono berpura-pura tidak sakit.


Di bawah pandangan mereka, Giono memasukkan tangan kanannya di saku jaket.


Ayumi menoleh ke arah Vino, menahan tatapan Vino yang lembut, dan berkata, "Um, mereka ke sini ingin mengajak aku berlatih Kendo mingguan, kamu mau ikut?"


"Pasti, aku pacarmu dan aku harus memastikan keselamatan kamu," Vino mengangguk dan membalas dengan senyuman.


Saat Vino mengatakan itu, pipi Ayumi menjadi lebih merah, kemudian menundukkan kepalanya.


Kedua wanita teman Ayumi hanya tersenyum mendapati Ayumi yang tersipu sangat malu.


Ini merupakan sebuah pemandangan langka bagi teman Ayumi.


Mereka tidak pernah melihat Ayumi tersipu karena pria asli, tetapi temannya satu ini cuma bisa malu karena karakter fiksi dari anime dan komik.


Ayumi seorang otaku yang sangat menyukai anime dan komik dari negara asalnya. Tidak heran bagi mereka semua melihat Ayumi malu dan tersipu ketika selesai menonton anime.


Giono mengepalkan tangan kirinya dengan kuat, melihat Ayumi digoda oleh Vino.


Di dalam hati Giono, dia tidak menerima Vino menjadi pacar Ayumi.


Dalam hati, Giono bergumam dalam hati, 'Takkan aku biarkan pria ini menjadi pria Ayumi! Cuma aku yang pantas menjadi pasangan Ayumi! Lihat saja nanti, aku akan menghabisinya!'


Mata Vino bergerak ke wajah Giono yang gusar. Dalam sekejap, wajah Giono yang menekuk karena marah berubah menjadi tersenyum dengan ekspresi yang cerah.


"Kalau kamu mau ikut, aku akan membawamu ke Dojo Orochi, tempat kamu berlatih."


"Baik." Vino mengangguk mengerti.


Sehabis berkenalan dan mengonfirmasi keikutsertaan Vino ke dalam kegiatan mereka semua, Vino dibawa oleh Ayumi dan temannya pergi ke Dojo di mana mereka berlatih seni bela diri Kendo.


Di sebuah perkampungan dekat Kota Tokyo, berdiri sebuah bangunan Dojo yang bertuliskan Dojo Orochi menggunakan huruf kanji Jepang.


Mereka berenam masuk ke dalam bangunan dengan sikap yang sopan.


Begitu mereka masuk, mereka bisa melihat banyak sekali orang yang menggunakan jubah seni bela diri berwarna hitam yang memenuhi ruangan besar dan lega di dalam Dojo.


"Kamu tunggu di sini, aku ingin meminta izin kepada sensei terlebih dahulu. Kamu ingin ikut berlatih hari ini, kan?" kata Ayumi kepada Vino di sampingnya.

__ADS_1


"Um, tidak. Aku ingin melihat-lihat saja dan ingin bertarung satu lawan satu dalam rangka latihan denganmu," Vino menggelengkan kepalanya dan membalas ucapan Ayumi.


Kaneki yang mendengar ini langsung menelan ludah dan menatap Vino dengan wajah yang mekar. "Apa kamu gila?!"


__ADS_2