Sistem Sewa Pacar

Sistem Sewa Pacar
Bab 63: Pesanan Ketujuh


__ADS_3

[Nama Pelanggan: Fransisca Jonas]


[Permintaan: Menyewa pacar yang bisa melindungi selama 1 hari dari sesuatu yang berbahaya]


[Syarat Pesanan: Tinggi 186 cm, Temperamen Ganas, Wajah Tampan Dasar, Tubuh Kalistenik, Kulit Bersih dan Putih, Keterampilan Komunikasi Master, Keterampilan Bahasa Inggris Master, Bahasa Spanyol Master, Mengendarai Mobil Master, Ahli Pistol Master, Mengendarai Sepeda Motor Master, Joni 27 cm, Seni Bela Diri Jiu-Jitsu Master, BMW R 1250 GS, Ferrari California, 1 Unit Apartemen]


[Waktu sewa: 1 hari 6 jam]


[Pembayaran: 27.700.000 rupiah]


[Apakah Anda menerima permintaan sewa ini?]


Wajah Vino tertegun beberapa detik menatap layar tipis di depan wajahnya.


Pesanan yang berbeda, jauh berbeda dengan pesanan sebelumnya.


Isinya sangat di luar nalar, bahkan ada beberapa barang mahal di dalam pesanan tersebut. Pertama kali Vino melihat ada pesanan yang punya persyaratan untuk dirinya memiliki suatu barang mahal.


"Sistem, apakah pesanan seperti ini bisa diwujudkan? Bagaimana caraku memenuhi syarat pacar dari pesanan satu ini? Aku tak punya uang banyak," tanya Vino dengan wajah yang sedikit panik.


Baru saja Vino bangun dari tidur paginya setelah semalam melawan banyak sekali bocah ingusan yang ingin menjadi jagoan.


Dihadapkan dengan pesanan yang memiliki isi yang kuat biasa, membuatnya terkejut kebingungan.


[Ding! Semuanya diberikan sistem, tenang saja, tuan rumah tidak diperintahkan untuk mengeluarkan uang.]


Embusan angin dari mulut Vino terdengar, dadanya yang sedikit berat menjadi ringan sekarang, seolah bebannya sudah diangkat.


Sistem memang yang terbaik, dia bisa menyediakan apa pun, bahkan barang mahal bisa disediakan.


Dua barang yang ada di persyaratan menjadi pacar pelanggan sangat mahal, mobil Ferarri California memiliki harga lebih dari 6 miliar rupiah, dan BMW sepeda motor ini sekitar 900 juta.


Tiada satu pun di antara kedua kendaraan itu yang bisa Vino beli.


Vino sering berpikir tentang dirinya sendiri. Meskipun dirinya punya sistem, tetapi kekayaannya tidak naik banyak, tak ada bedanya dengan para pegawai yang bekerja di suatu perusahaan.


Vino mengangguk kejam sambil menatap pesanan tak biasa di hari ini. Pilihannya adalah menerima pesanan.


[Penerimaan pesan berhasil dikonfirmasi!]


[Mulai mengubah tuan rumah ....]


Pada saat yang sama, di suatu tempat yang mengerikan, seorang wanita cantik berambut pirang kekuningan yang dikuncir tunggal tengah berdiri di trotoar.


Sesuatu yang mengerikan ada di dekat wanita itu karena ada beberapa orang yang terbaring di atas trotoar dengan gerakan yang abnormal, mirip zombie.

__ADS_1


Wanita ini seakan tak terganggu, mengabaikan orang-orang aneh di tempat di mana sekarang dia berdiri.


Secara keseluruhan, pakaian yang dikenakan wanita ini sangat sederhana, terdiri dari jaket abu-abu dan celana panjang yang cukup ketat berwarna krem.


Celananya sangat ketat sehingga dia roti besar dan kenyal tercetak. Tubuh wanita satu ini memang seksi.


"Di mana dia? Ini sebentar-sebentar lagi akan lewat lima menit. Apakah dia mencoba ingin menipuku?"


Terdengar suara dari mulut wanita ini. Kelihatannya wanita ini sedang tak sabaran karena selalu mengoceh kesal sambil melihat ponselnya.


"Kalau dia benaran menipu, aku tak takut untuk mencari identitasnya dan mengirimi dia amunisi peluru ke tubuhnya," geram wanita tersebut dengan suara yang kecil.


Tepat ketika wanita itu sedang memandang layar ponselnya, muncul 5 orang pria dari gang kecil tak jauh dari tempatnya berdiri.


Dalam sekejap wanita itu mengubah wajahnya dan segera berlari untuk menjauh.


"Itu dia! Kejar wanita brengsek itu!" teriak salah satu pria sembari menunjuk sosok wanita yang kini sedang berlari.


Dengan seruan pria tersebut keluar, keempat pria yang lain berlari dengan kecepatan melebihi larinya wanita tersebut.


"Sialan! Aku akan menangkapnya dan aku potong kakinya! Wanita ini pantas untuk disiksa!"


"Ayo tangkap! Kita diskusikan nanti metode penyiksaannya!"


"Tanganku gatal, sudah lama tidak memukul wanita."


Di dalam hatinya wanita tersebut berkata, "Terlalu lama, aku tak bisa diam dan harus terus bergerak! Mereka terus mengejarku! Sial, dia sangat lama datangnya! Aku akan memukulnya kalau memang datang menemuiku."


Sambil mengutuk, wanita ini fokus pada jalan di depannya, berlari sambil menghindari orang-orang yang ada di trotoar.


Kelima pria di belakang masih mengejar wanita itu, berteriak meminta untuk berhenti. Ancaman terus keluar dari mulut mereka yang bau.


Brak!


Tubuh wanita itu tiba-tiba tersungkur dengan posisi tengkurap di trotoar. Kakinya tersandung betis seseorang yang terbaring lemah dan terus berkata yang tak jelas.


"Akh! Ini sakit!" Wanita itu melihat lutut kanannya terluka akibat gesekan pada permukaan trotoar. Darah mengalir dan membasahi celananya yang ketat.


Namun, tak ada waktu untuk merasakan luka, dia harus bangkit dan berlari, kelima pria itu makin dekat.


Sayangnya, luka robekan di lutut membuat wanita itu sulit untuk bangun dan berlari kembali.


Mengetahui kondisi tubuhnya sendiri, wanita tersebut berusaha untuk bangkit meski terasa sakit.


Baru dua langkah dia berlari, dirinya terjatuh lagi karena lututnya tak kuasa untuk berlari.

__ADS_1


Lantas, wanita ini menjadi panik dan mencoba memaksakan tubuhnya untuk berlari. "Kumohon!! Jangan berhenti di sini! Aku tidak ingin mati!"


Teriakan putus asa keluar dari mulut wanita tersebut, ia terus berjalan sambil menyeret kakinya.


Sementara kelima pria itu sangat dekat dengannya.


Wajah kelima pria menjadi gembira begitu melihat wanita tersebut terluka dan tak bisa berlari.


Kesempatan mereka untuk menangkap wanita itu datang, senyum mengerikan muncul di wajah dari masing-masing mereka.


"Aku menangkapnya sekarang!"


Pria yang paling dekat dengan wanita tersebut segera melompat dan ingin menerkam.


Kedua tangan pria itu makin dekat dan nyaris menyentuh tubuh wanita tersebut dari udara.


Bam!


Belum sempat pria tersebut menyentuh tubuh wanita yang dikejarnya, tubuh pria itu terpental ke jalan raya dengan posisi tidur terlentang.


Dahi dan wajah dari pria itu terlihat berdarah, sesuatu ada yang menghantam kepalanya.


"Tak ada yang bisa menyentuh wanitaku, selain aku sendiri."


Seorang pria berdiri di belakang wanita, bukan lain itu adalah Vino. Wanita yang terluka akibat terjatuh adalah Fransisca.


Tanpa memberikan kesempatan Fransisca bertanya, Vino menggendong tubuh Fransisca dan berlari cepat menuju ke suatu gang.


"Hei!! Berhenti!! Itu mangsa kami!"


Keempat pria yang tersisa tak peduli dengan pria yang terbaring terluka di jalan raya, mereka tetap fokus dengan targetnya.


Sangat disayangkan, Vino tak berhenti. Sebaliknya, dia mempercepat langkah kakinya untuk memperbesar jarak antara keempat pria dengan dirinya sendiri.


Selanjutnya, arah Vino berlari berubah, dia tiba-tiba masuk ke dalam sebuah gang kecil.


Beberapa detik mereka tak keluar dari gang kecil tersebut sampai akhirnya keempat pria yang mengejar hampir sampai di gang sayang sama.


Vroom!!


Sebuah sepeda motor keluar dari gang bagai jaguar melompat ke mangsanya, sosok Vino dan Fransisca terlihat sedang duduk di atas sepeda motor dengan senyum licik di wajah keduanya.


Bam!


Sepeda motor itu mendarat di jalan raya yang sepi, Vino manarik pedal gas sampai mentok.

__ADS_1


"Selamat tinggal! Kartel kecil!"


__ADS_2