Sistem Sewa Pacar

Sistem Sewa Pacar
Bab 40: Wanita Mengerikan


__ADS_3

"Maaf-maaf, aku tidak akan seperti itu lagi." Vino menjauh dan menggelengkan kepalanya.


Sifat galak Monika kembali lagi, memang wanita ini cukup sensitif dan tak bisa ditebak.


Tangan Monika mengambil ponselnya dan melihat pesanan pacar sewaan yang dia buat. Tujuan yang pesanan ini tidak jelas.


Monika malas memikirkan ini. Lagi pula, pria yang ia pesan ada di sini, dan dia sudah tahu di mana rumahnya. Vino takkan bisa lepas dari jangkauannya.


Melirik jam di ponsel, waktu sudah termakan setengah jam, dia harus pulang sekarang, ini sudah malam.


Berdiri dari lantai, Monika mengambil seragam kemeja polisinya, kemudian dia melirik Vino yang sedari tadi menatapnya.


"Apa yang kamu lihat?"


"Aku melihat wajahmu."


Vino dengan santai tersenyum dan menonton Monika yang mengenakan kemejanya di depannya.


Mengancingkan kemeja, Monika menatap Vino dengan mata yang menusuk. "Ketahuan melirik bagian itu, aku tak segan meninju barangmu lagi."


"Tidak, lagi pula itu tidak terlihat lagi sekarang," kata Vino tanpa merasa salah dengan ucapannya.


"Apa katamu?!"


Suara Monika terdengar geram. Ia mengepalkan tinju dan berjalan mendekati Vino.


"Apa?" Vino bingung dan dia menyeret tubuhnya ke dinding. "Aku mengatakan itu dengan jujur. Punyamu tidak terlihat lagi karena ditutupi kemeja."


"Mesum!"


Pukulan jatuh di atas kepala Vino disertai teriakan kesakitan.


Pada saat ini, Monika sudah berpakaian rapi dan lengkap, berdiri di depan Vino yang memegangi kepalanya.


Monika sudah siap pergi dari sini dan pulang ke rumahnya.


"Cium aku!" Monika menunjuk ke bibirnya sambil menatap Vino.


Mendengar permintaan Monika, wajah Vino menunjukkan keheranan. "Bukannya kamu melarang aku untuk mencium kamu lagi?"


"Aku melarang kamu menciumku tanpa izin, sekarang aku mengizinkan kamu untuk mencium bibirku, mau atau tidak?" ucap Monika dengan ekspresi yang serius dan sedikit galak.


Vino baru sadar dengan tindakan mereka berdua selama ini sudah sangat dekat seperti orang berpacaran, tetapi status hubungan mereka berdua masih tidak jelas.


"Anu, apa kamu menyukaiku?" tanya Vino tiba-tiba.


"Suka?" Monika terdiam beberapa saat. "Itu rahasia. Sekarang aku tanya padamu, mau menciumku atau tidak?"


"Itu ...."


Sekarang Vino bingung dengan tindakannya sendiri. Barusan benar-benar bukan seperti dirinya, itu terlalu berani.


Untuk mencium Monika lagi, Vino menjadi ragu dengan ini.

__ADS_1


"Baik, aku pulang dahulu, kalau begitu," kata Monika sambil membalikkan tubuhnya menghadap pintu. Tangannya memegang kenop pintu, siap untuk membukanya.


Sebelum Monika membuka pintu, tangan kirinya ditarik dengan cepat oleh Vino sehingga tubuhnya jatuh di dalam pelukan Vino.


Kedua mata Monika mengerjap kaget, tetapi Vino tidak berhenti di situ, dia mencium bibir Monika dengan gerakan yang lihai.


Pupil mata Monika yang membesar perlahan berubah, tatapan terkejutnya digantikan oleh tatapan lembut.


Berikutnya, Monika memegang kedua pipi Vino, memakan bibir Vino penuh api semangat di dalam dirinya.


Sementara itu, tubuh Vino berdiri tegak dan membiarkan Monika mendominasi. Kedua tangan Vino mengusap Roti Monika, sesekali meremas kuat.


Adu mulut berlangsung selama lebih dari 5 menit tanpa istirahat dan jeda.


Monika menyeka mulut Vino dan mulutnya dengan tisu, kemudian dia berusaha bersikap biasa saja, seakan gairahnya yang besar itu tidak pernah terjadi.


"Ingat untuk datang besok. Kalau tidak, kamu akan tahu akibatnya!" Monika memicingkan matanya dengan tajam.


Setelah mengatakan kalimat yang mengancam itu, Monika menarik pintu dan keluar dari kamar kosan bersama Vino.


Keduanya keluar dari rumah kosan, kemudian suara sepeda motor terdengar, sosok Monika pergi bersama sepeda motor kerennya.


Vino kembali ke kamar dengan perasaan yang rumit, segala emosi ada di dalam hatinya sekarang.


Saat ini, Vino bingung dengan dirinya yang aneh.


"Ada apa denganku? Mengapa mendadak berani mencium wanita? Aku dahulu tidak seperti ini."


[Ding! Temperamen Berani lambat laun akan mengubah tuan rumah menjadi pemberani seperti barusan!]


Suara Sistem terdengar di dalam benak Vino, menjawab keheranan yang sedang dirasakan.


Pupil mata Vino mendelik, dia baru ingat dengan hadiah itu.


Menghela napas panjang, merilekskan otot-otot tubuh, Vino mengangguk mengerti.


"Ternyata karena Temperamen Berani. Tidak heran jika seperti itu. Aku merasa lebih baik dengan temperamen ini," gumam Vino dengan senyum di bibirnya.


Pikiran Vino berubah, dia memikirkan Monika, polisi wanita cantik yang punya sifat galak luar biasa.


Siapa sangka wanita yang galak itu punya sifat lembut dan pemalu.


Membayangkan peristiwa sebelumnya terjadi di dalam kamar, membuat Vino senyum-senyum sendiri, seperti orang yang tak waras karena tidak ada beban.


Di saat yang sama, Monika yang menaiki sepeda motor dengan kecepatan tinggi di jalan raya kota Jakarta yang sepi juga tengah memikirkan peristiwa di antara mereka berdua.


Pipinya di sepanjang jalan terus memerah. Hatinya berdebar-debar ketika mengingat kejadian manis dengan Vino.


"Pria menyebalkan itu! Awas saja nanti, aku takkan membiarkan dia menghipnotis hatiku!" gumam Monika mengendarai sepeda motornya dengan fokus. "Tidak mungkin aku menyukai pria yang sering disewa wanita, sudah jelas dia seorang playboy! Takkan sudi aku menyukainya ...."


Apa yang Monika katakan berbanding terbalik dengan kata hatinya sekarang. Mulut dan hati tidak sinkron sama sekali.


"Besok, aku takkan biarkan dia nyaman berpacaran denganku! Lihat saja!"

__ADS_1


Berikutnya, Monika menarik gas, meningkatkan kecepatan laju sepeda motornya.


Hari selanjutnya, Vino terbangun dengan senyum gembira.


Memulai aktivitas pagi dengan hati yang senang.


Usai mandi dan sarapan pagi, Vino menunggu pemberitahuan dari Sistem, kemarin dia sudah tahu akan ada pesanan.


"Kapan pesanan Monika datang —"


[Ding! Sistem menerima pesanan baru dari dari seorang wanita! Harap diperiksa dan tentukan sebelum memutuskan untuk menerima!]


(}\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\={)


[Nama Pelanggan: Monika Dena]


[Permintaan: Ingin berpacaran dengan pria lembut.]


[Syarat Pacar: Tinggi 185 cm, Temperamen Lembut, Tubuh Powerlifter, Wajah Sempurna Dasar, Kulit Bersih dan Putih, Senyum Memesona, Suara Magnetis, Sentuhan Nyaman, Ciuman Master, Muay Thai Master, Bermain Piano Master, Lari Cepat Master, Reaksi Cepat, Mata Tajam, Beatbox Master, Mengendarai Sepeda Motor Master]


[Waktu sewa: 12 jam]


[Pembayaran: 500.000 rupiah]


(}\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=<>\=\=\=\=\=\=\=\=\=\={)


[Apakah Anda menerima permintaan sewa ini?]


Melihat pesanan yang telah ditunggu akhirnya datang, tanpa banyak basa-basi lagi Vino menerima pesanan.


[Penerimaan berhasil dikonfirmasi!]


[Mulai mengubah tuan rumah menjadi pacar yang sesuai dengan permintaan pelanggan!]


Kurang dari 5 menit berselang, sosok Vino telah berubah dari tampilan luar dan dalam tubuhnya.


Melihat sosoknya sudah mengenakan pakaian rapi berupa pakaian atas kaos putih dan kemeja santai kotak-kotak, dengan celana jeans hitam, juga menggunakan sepatu yang dibelikan Callie, Vino sudah siap untuk pergi ke posisi Monika.


Namun, koordinat yang Sistem berikan ini terlihat salah.


"Bukannya titik koordinat ini adalah kosanku sendiri?" ujar Vino dengan heran.


Tok! Tok! Tok!


"Vino! Apakah kamu sudah bangun?"


Suara wanita yang dewasa dan manis terdengar dari arah pintu kamar. Memanggil nama Vino dengan jelas.


Mengetahui suara ini, Vino tercengang dengan wajah yang stagnan.


"Kenapa dia ke sini?"


Monika datang ke kosannya tanpa diketahui oleh Vino sendiri.

__ADS_1


Di luar kamar Vino, terlihat Monika menggedor pintu dengan kepalan tangan yang kuat.


"Vino! Buka pintunya!"


__ADS_2