Sistem Sewa Pacar

Sistem Sewa Pacar
Bab 34: Pertandingan Ulang


__ADS_3

Banyaknya Kendoka yang ada di dalam Dojo, semuanya tampak tercengang, berdiri diam tidak bergerak, tatapannya terpaku pada sosok Vino yang berhasil menyentuh pelindung kepala Giono menggunakan Shinai yang dipegang.


Teman Ayumi, yaitu Hitomi, Kaori, dan Kaneki memandang Vino dengan mata yang melebar.


Mereka semua memperhatikan pertandingan Vino melawan Giono, bahkan Hitomi merekam dan mengangkat ponsel di tangannya ke arah mereka berdua.


Ketiga teman Ayumi melihat sosok Vino yang begitu cepat menebas menggunakan teknik serangan Men, menebas menggunakan Shinai dengan target kepala.


Gerakan Vino begitu sempurna dengan langkah kaki dan ayunan pedang bambu yang sempurna.


Namun, kecepatan gerakan Vino ketika melakukan teknik serangan tersebut begitu cepat sehingga orang-orang di Dojo hampir tidak bisa mengikuti kecepatan tubuh Vino.


Untuk sementara waktu, Dojo dipenuhi oleh suara para murid Kendo berdiskusi mengomentari pertandingan Vino dan Giono.


Hampir semua Kendoka merasa kagum dengan kecepatan tubuh Vino yang bisa melakukan teknik Kendo dengan cepat dan tanpa ada kesalahan.


"Terlalu cepat! Aku saja hampir tidak melihat bagaimana pria itu bergerak!"


"Apa yang terjadi ketika aku mengedip barusan?"


"Aku menduga pria ini seorang Kendoka Dan Lima atau lebih."


"Suara tadi sangat nyaring, aku kira ada yang sengaja memukul pelindung kepala."


"Bisakah kalian memberi tahu aku siapa nama pemuda yang mengalahkan Giono?"


"..."


Mendengar kata-kata semua orang di dalam Dojo, wajah Giono di balik pelindung kepala itu tampak sangat marah. Reputasinya menjadi turun dan merasa terhina.


Dengan kemarahan di dalam hatinya, Giono berkata, "Tidak, aku belum siap! Kamu jangan melakukan kecurangan secara terang-terangan seperti itu, Wajah Putih!"


Tangan Giono menampar Shinai milik Vino, kemudian dia menunjuk Vino dengan marah yang masih mendominasi tubuhnya.


"Aku ingin pertandingan ulang!"


Semua kendoka yang ada di Dojo memandang Giono dengan wajah yang tidak senang. Ternyata Giono memiliki sifat lain selain kesombongan, dia sulit menerima kekalahan telak yang jelas-jelas terekam oleh beberapa kamera ponsel.


Mengira Vino akan menolak pertandingan ulang, ternyata dugaan mereka semua salah.


"Oke, aku setuju dengan permintaanmu," kata Vino dengan senyum di balik topeng pelindung kepala.

__ADS_1


Dengan begitu, keduanya kembali ke posisi semula sebelum memulai pertandingan.


Tangan Giono merapikan pelindung kepala yang miring akibat dihantam keras oleh shinai Vino.


"Tunggu, biarkan aku yang menjadi wasit kalian."


Sebuah suara dari seorang pria yang terdengar berwibawa muncul dari belakang para Kendoka yang duduk melipat sambil menonton Vino dan Giono yang hendak bertarung.


Semua Kendoka melirik ke satu arah yang sama, yaitu seorang pria tua dengan kulit yang sudah berkeriput tengah berjalan bersama dua pria tua yang lainnya dan dua wanita yang tidak terlalu tua, sosok Ayumi muncul di belakang mereka semua dengan pakaian kendo gi dan Hakama.


Begitu para murid kendo ini melihat rombongan pria tersebut, semuanya berdiri dan melakukan penghormatan antara murid kepada guru.


"Sensei!"


Secara serempak para murid Kendo Dojo Orochi memberi salah kepada pria-pria tua ini.


Ternyata mereka adalah seorang guru dengan tingkat yang tinggi dalam dunia Kendo.


Giono yang melihat kedatangan mereka pun langsung memberikan salam penghormatan kepada pria-pria tua yang sudah menjadi sepuh dalam bidang seni bela Kendo.


"Selamat siang, Sensei Oda!"


Semuanya melakukan penghormatan, Vino pun melakukan hal yang sama sebagai formalitas.


Setelah itu, Sensei Oda berjalan menuju Giono dan Vino, untuk mengetahui siapa yang sedang bertanding dan dilihat oleh semua murid di Dojo ini.


"Buka pelindung kepala kalian, aku ingin melihat siapa kalian berdua," perintah Sensei Oda kepada Vino dan Giono.


Begitu pelindung kepala dibuka, Sensei Oda melihat wajah Giono yang masih sama menyebalkannya dari hari-hari kemarin, kemudian dia menoleh untuk melihat ke sisi lain, wajah Vino yang tampan terungkap ketika pelindung kepala dilepas.


Mata Sensei Oda membesar sesaat, langsung kembali normal.


"Wow!"


Semua wanita yang belajar kendo di Dojo ini berseru saat melihat Vino menunjukkan wajahnya.


Sensei wanita pun terpesona ketika melihat ketampanan Vino yang ditampilkan sekarang.


Tentu saja, mereka semua merasa asing melihat wajah Vino ada di Dojo ini.


Dengan tebakan di kepalanya, Sensei Oda berkata, "Apakah kamu pacar Ayumi yang ingin bertanding dengan Ayumi?"

__ADS_1


Vino tersenyum dan mengangguk. "Benar, aku pacar Ayumi."


Ekspresi Sensei Oda menjadi heran, dia melirik Giono dengan mata yang curiga. "Apakah kamu mengajak pacar Ayumi bertanding Kendo?"


Wajah Giono stagnan sejenak lalu dia mengangguk cepat beberapa kali. "Benar, Sensei! Aku merasa tidak terima dia menjadi pacar Ayumi yang cantik dan luar biasa! Menurutku, dia sama sekali tidak pantas!"


Dalam sekejap, di dalam Dojo ini menjadi ramai.


Kalimat yang terlontar dari mulut Giono membuat semua orang, termasuk Sensei Oda sendiri terkejut.


Sudah dia duga, pertandingan ini ternyata pertandingan merebutkan cinta.


"Baiklah, aku akan menjadi wasit untuk kalian berdua. Pertandingan ini menggunakan aturan resmi. Ronde hanya berlangsung sampai tiga ronde saja, setelah menentukan pemenangnya, orang yang kalah wajib tidak mengganggu hubungan pemenang dengan Ayumi," ucap Sensei Oda dengan suara yang tegas dan lantang.


Semua kendoka menjadi kondusif dengan adanya para Sensei yang menjadi juri dan wasit untuk pertandingan Giono dan Vino.


Vino sama sekali tidak keberatan dan dia mengangguk sebagai tanggapan. Giono pun sama, dia malah senang dengan adanya Sensei Oda.


Sensei Oda mempersilakan mereka berdua untuk berdiri di tengah Dojo yang luas.


Mereka berdua saling memberi hormat satu sama lain karena sudah menjadi aturannya, kemudian mengambil tiga langkah ke depan.


Keduanya berjongkok sambil memegang pedang untuk menunggu aba-aba dari wasit.


Posisi mereka berdua saling berhadapan satu sama lain, mata Giono yang tajam dapat dirasakan oleh Vino.


Respons Vino hanya tersenyum biasa, seolah tidak merasa terpancing oleh provokasi Giono ini.


Berikutnya, Sensei Oda memberikan sebuah aba-aba, mereka berdua dengan cepat berdiri dan mulai bertarung.


Pertandingan diberi waktu sampai 4 menit, jika sudah mencapai waktu tersebut, pertandingan mau tidak mau dihentikan. Ada pertambahan waktu 3 menit jika keduanya tidak mencetak skor.


Skor dihitung ketika salah satu dari mereka mengenai sasaran kepala, lengan, badan, dan leher atau tenggorokan.


Tepat ketika Giono ingin mengayunkan shinai di tangannya ke arah kepala Vino, Shinai yang dipegang Vino sudah menghantam tenggorokan Giono.


"Satu poin untuk Vino!"


Sensei Oda mengangkat bendera sebagai tanda Vino berhasil mencetak skor.


Pada saat ini, Giono tertegun dengan tubuh mematung sedikit pun tak bergerak. Kedua tangannya masih mengangkat shinai, hendak melakukan ayunan ke kepala Vino.

__ADS_1


Tidak tahu kapan, pedang bambu Vino sudah sampai di lehernya.


"Pertandingan masih berlanjut, Giono!"


__ADS_2