
Semua teman Ayumi, termasuk Giono sendiri terkejut dengan perkataan yang keluar dari mulut Vino.
Bukan tanpa alasan mereka bereaksi heboh seperti itu. Ayumi adalah seorang wanita yang telah berada di tingkatan cukup tinggi dalam seni bela diri Kendo.
Di Dojo ia terkenal karena keahliannya dalam seni bela diri Kendo, tidak sedikit orang yang telah dikalahkan oleh Ayumi ini.
Ayumi sudah ada di tingkatan Dan 3 dan itu cukup tinggi dalam tingkatan seni beladiri Kendo, Karate, dan sejenisnya.
Tidak ada sabuk di Kendo sehingga Vino tidak tahu tingkatan Ayumi.
"Aku Vino, bukan Gila," kata Vino pada Kaneki yang memandangnya dengan mata yang hampir keluar.
Mengangkat tangannya, Kaneki menggaruk kepala dan menjelaskan, "Bukan itu maksudku. Kamu sedang bercanda, bukan? Berkata ingin melawan Ayumi dalam latihan ini."
Mendengar ucapan Kaneki, tatapan Vino melirik ke arah Ayumi, meminta penjelasan yang lebih akurat lagi dengan apa yang dikatakan oleh pria satu ini.
Respons Ayumi malah menundukkan kepalanya dan tak berani melihat Vino.
"Aku serius, aku ingin melawan Ayumi dalam seni bela diri Kendo ini. Apakah ada yang salah dengan itu?" Vino menatap Kaneki dan yang lainnya sambil sedikit memiringkan kepala.
Kaneki dan teman-teman Ayumi yang lain saling bertatapan satu sama lain.
Tangan Hitomi menyenggol sikut Kaori yang seperti tulang belulang, tidak Kaori yang ini masih memiliki daging tubuh yang banyak dan tak mirip cicak wajahnya.
Kaori melirik Kaneki, memberi kode untuk memberi tahu Vino tentang sesuatu.
Sebenarnya, Kaneki tidak mau menerangkan tentang kehebatan seseorang di depan orangnya, tetapi melihat Giono yang diam dan sedang menatap gusar Vino, mau tidak mau dia harus menjelaskan alasan dia bilang gila kepada Vino.
"Anu, Ayumi itu sudah ada di tingkat Dan Tiga. Kendoka Dan Tiga bukan lagi pemula, tetapi sudah sepuh yang kuat," jelas Kaneki dengan singkat. "Apakah kamu masih serius ingin melawan Ayumi? Apa kamu juga belajar Kendo di Dojo lain?"
Masih dengan niat yang sebelumnya, Vino sama sekali tidak peduli dengan tingkat Ayumi, terpenting dia menyelesaikan tugasnya sebagai pacar sewaan.
Lagi pula, dia juga punya Keterampilan Kendo Master yang diberikan oleh Sistem untuk sementara selama bertugas.
Vino percaya dengan Sistem yang memberikan semua keterampilan ini meski tidak tahu ada di tingkat apa jika memiliki Keterampilan Seni Bela Diri Kendo.
Dengan kepala mengangguk satu kali dan tersenyum, Vino membalas ucapan Kaneki, "Aku masih ingin bertarung dengan Ayumi. Aku juga belajar Kendo, tetapi bukan di daerah Kota Tokyo."
Mereka semua mengangguk mengerti. Tak heran kalau Vino begitu percaya diri melawan Ayumi yang sudah terpandang kuat di Dojo ini, ternyata memiliki keterampilan yang sama.
"Itu, aku akan memberi tahu tentang pertandingan ini kepada sensei terlebih dahulu," kata Ayumi kepada teman-temannya.
__ADS_1
Melirik Vino di depannya, Ayumi meminta izin dengan pipi tak kunjung berhenti memerah. "Kamu tunggu di sini, Say–sayang. Aku ingin melaporkan tentang kedatangan kamu dan pertandingan kita."
Vino tersenyum dan mengangguk setuju.
Setelah melihat tanggapan Vino, sosok Ayumi pergi menuju ke suatu tempat di dalam Dojo.
Semua teman Ayumi melirik kepergian Ayumi, kemudian mereka semua menatap Vino di depannya yang berdiri dengan gagah berani.
Pakaian Vino begitu santai, hanya mengenakan kaos hitam sebagai pakaian dasar, kemudian dibungkus jaket olahraga merek Aliodas asli, celananya masih menggunakan celana bahan yang dibelikan oleh Callie.
Memang temperamen yang dipancarkan oleh tubuh Vino ini terlihat seperti orang yang tidak taat aturan, selalu berani melakukan apa pun.
Tepat ketika Vino melirik mereka dalam diam, dan mengarahkan pandangannya ke Giono, pria ini menjadi marah dan mulai mendekati Vino yang sedikit lebih tinggi darinya.
"Berhenti untuk terlihat keren, Sialan! Aku tahu kamu tidak sehebat itu. Berhenti berpura-pura menjadi pria idaman Ayumi, Pecundang!"
Kata-kata umpatan keluar dari mulut Giono yang sensitif terhadap Vino.
Berdiri di depan Vino, tangan kanan Giono menunjuk dada Vino sambil sedikit mendorongnya.
Perilaku tiba-tiba Giono membuat semua teman Ayumi yang lain panik, kemudian Kaneki mencoba untuk menarik kembali Giono yang mendekat.
Suara Giono begitu keras hingga bisa di dengar orang lain.
Sudut mulut Vino melengkung mendengar semua kutukan yang terlontar dari mulut bau Giono.
Dengan sikap yang tenang tanpa sedikit pun rasa takut di dalam hatinya, Vino menatap kembali Giono di depannya dengan mata yang lembut.
Sifat Vino sedikit diubah oleh Temperamen Berani yang diberikan oleh Sistem.
Melihat kelembutan yang terdapat di dalam pandangan mata Vino, perasaan mual dan jijik timbul di dalam tubuh Giono.
"Apa maksud dari lirikan matamu itu, Pria Feminim!" tanya Giono dengan kemarahan yang kian bertambah.
Kepala Vino sedikit miring dan dia menjawab, "Tatapan ini untukmu yang memiliki mulut layaknya mulut wanita .... Berhenti berbicara seperti wanita simpanan lelaki hidung belang. Juga, jangan berbicara terlalu dekat denganku, mulutmu tercium bau, jangan bilang kamu habis makan bangkai tikus?"
Deg!
Kalimat Vino menusuk hati Giono yang mendengarnya.
Sementara itu, teman-teman Ayumi menahan tawa mendengar ucapan Vino yang terlalu tajam dan menohok.
__ADS_1
Kaori dan Hitomi menutup mulutnya untuk menahan geli ingin tertawa, sedangkan Kaneki berguling-guling di lantai Dojo.
"Terlalu fakta, hahaha!"
Amarah yang telah naik menjadi memuncak dan meletus. Wajah Giono berubah, dan kulitnya menjadi buruk.
Warna merah mendominasi kulit wajahnya, tatapan mata Giono tampak tajam dengan urat-urat yang menonjol di leher dan pelipisnya.
"Bajingan! Aku menantangmu bertanding Kendo hidup dan mati sekarang!"
Tunjuk Giono dengan suara yang nyaring penuh dengan kemarahan yang tak tertahankan.
Kaneki dengan cekatan menjauhkan Giono dari Vino, mencoba menenangkan Giono yang benar-benar marah.
Masih dengan senyuman di wajahnya, Vino menjawab, "Ayo saja saya, mah!"
Dengan jawaban Vino, mereka berdua melakukan pertandingan duel satu lawan satu. Tentu, tidak akan mengorbankan nyawa salah satu dari mereka.
Sebelum Ayumi kembali untuk meminta izin dan memberi laporan kepada guru besar Dojo, Vino dan Giono sudah berada di tengah-tengah Dojo untuk berduel.
Vino sudah mengenakan Kendo Gi dan Hakama yang dibungkus oleh Bogu, pelindung beberapa bagian tubuh.
Tidak lupa memegang Shinai atau pedang yang terbuat dari bambu.
Mereka berdua berdiri dengan sikap postur hendak memulai pertandingan. Kedua pedang mereka disilangkan, kemudian mundur beberapa langkah.
Semua orang menyaksikan pertandingan antara pria tampan melawan pria sentimen.
Namun, setelah belasan detik mereka menonton, keduanya belum memulai serangan, entah itu Vino dan Giono, dua-duanya hanya diam dan tidak ada yang mau mulai menebas.
Plak!
Sebuah suara pelindung kepala dipukul terdengar di Dojo dengan nyaring, membuat Dojo yang ramai menjadi hening.
Begitu mereka melihat ke arah Vino dan Giono yang ada di tengah-tengah lapangan, mereka menemuka pedang bambu yang dipegang Vino telah menghantam pelindung kepala Giono.
Sementara itu, Giono berdiri diam tak bergerak setelah menerima serangan men shinai Vino.
"Kamu kalah, Pecundang."
Sebuah suara pria terdengar dingin memasuki telinga orang yang hadir di dalam Dojo.
__ADS_1