Skala Kecantikan Flora

Skala Kecantikan Flora
Keinginan


__ADS_3

Setelah Flora menandatangani kontrak kerjasama dia terlihat bersantai sejenak di negara kepulauan ini. Sambil menikmati pemandangan yang begitu indah, Flora juga menikmati makanan lezat disana. Meskipun ia tidak mengenal siapapun disini, tapi ia merasa tenang disini. Entahlah, mungkin karena wajahnya yang begitu cantik sehingga mendapatkan tatapan yang baik, atau karena hal lain.


Flora tidak peduli, selama ia merasa tenang ataupun terganggu, flora terlihat santai menikmati waktunya. "Nona, ini pesanan nya." Seorang pelayan mengantarkan pesanan flora.


"Terimakasih." Ujar Flora sambil memperbaiki duduknya agar lebih leluasa makan.


Tak lama pelayan itu segera berlalu meninggalkan flora dengan makanan nya. Flora yang merasa lapar, mulai mencicipi makanan yang dipesannya. Ditengah menikmati makanan, tentu kesendirian nya menjadi tontonan. Selain wajah yang cantik, aura diri Flora juga membuat semuanya menjadi menarik.


Tak terkecuali dua orang pria yang tengah makan melihat flora yang diri Flora. "Lihat, wanita cantik disana."


"Ya, aku tertarik sekali padanya. Lihat saja cara makannya, sangat anggun."


"Dan wajahnya yang begitu cantik serta bibir merah itu, sangat..... menggoda." Keduanya tertawa dan memandangi flora dari meja mereka.

__ADS_1


Dari mejanya, Flora merasa ada sesuatu yang mengawasi nya dan ketika menoleh sebentar, ia langsung tau.


"Dasar. Tidak dimana saja selalu ada mata jahat." Setelah selesai makan, Flora langsung bergegas pergi, dan seiring dengan langkah nya, kedua pria yang mengawasi flora juga mengikuti nya.


Hingga, di parkiran mereka tampak kebingungan. "Dimana dia?"


"Bukankah masih disini?"


"Cari dia! Itu barang bagus!" Keduanya segera berlari mencari mangsa mereka.


Sebelum lampu tidur itu dinyalakan, Flora menatap ponselnya. "Meskipun aku tidak ada disana, tapi aku pastikan bayang-bayang ku tidak akan meninggalkan kalian."


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


Di negara lain, tepatnya di sudut kamar, terlihat banyak pecahan kaca. "S1al! Bagaimana mungkin! Wajah itu..... Aghh! Kenapa wajah itu masih disini? Dia sudah mati, tapi kenapa wajah itu masih disini? Putrinya memiliki wajah itu, aku tidak aku membiarkan nya. Sarah, kau dan putrimu itu tidak membiarkan aku bahagia rupanya. Sepertinya aku harus melakukan hal yang sama, agar kalian berdua menghilang dari kehidupan ku dan juga putriku. Aku tidak peduli dengan sikap putrimu yang mencoba menunjukkan taringnya padaku, aku akan lebih dulu mematuk nya! Aghhh!"


Bena mengamuk dan marah besar ketika melihat wajah Flora yang seperti duplikat Sarah sang Mama, yang telah susah payah dia singkirkan.


"Aku tidak akan membiarkan putrimu hidup tenang sebelum ia mati! Aku akan membuat dia memilih mati daripada hidup, kau akan lihat! Kau lihat Sarah!" Teriakkan itu menutup amarah Bena kali ini. Ditutup dengan pengendap suara, Bena berteriak sejadi-jadinya dan tidak ada yang tau, bahkan putrinya sendiri.


Setelah merasa tenang, Bena mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Flora bangun seiring dengan mentari yang bersinar. Dengan penampilan yang sudah sempurna, Flora menatap dirinya di cermin. "Sama seperti mentari yang bersinar, maka aku juga begitu. Ayo flora, tunjukkan pada semua orang, kau adalah yang terbaik! Buktikan pada mereka, bahwa penampilan hanyalah sementara dan menipu. Tapi sikap dan pengetahuan akan tetap abadi selamanya."


Sebelum melangkah keluar, Flora menuju pigura mama nya yang ia pajang di meja. "Mama doakan aku di pertemuan ini. aku berharap semuanya dapat ku lalui, karena ini akan menjadi kekuatan ku untuk menyingkirkan ular itu dan membuat papa lepas dari lilitannya."

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2