Skala Kecantikan Flora

Skala Kecantikan Flora
Hari Setelah Pernikahan


__ADS_3

Mentari yang muncul akhirnya menyapa manik Flora yang perlahan terbuka. Dirinya yang masih berada di ranjang, tampak menggeliat geliat bak ulat sambil menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya.


"Jam berapa sekarang...." Ujar Flora sambil menatap jam yang berada di atasnya dan ketika maniknya bersiap menuju jam dinding berbentuk merak itu maniknya justru menatap sosok tampan yang berdiri berbanding terbalik menatap dirinya.


"Selamat pagi...."


"Hah!" Flora kaget bukan main melihat sosok yang menatap dirinya.


"Kau..... Astaga!" Flora yang bersiap memukul jidatnya langsung dihentikan oleh sebuah tangan.


"Kenapa dipukul?" Tanya Morgan dengan ketampanan yang tidak bisa Flora pungkiri.


'Perasaan tidak seperti ini. Apa kadarnya naik setiap hari?' Tanya Flora dalam pikirannya.


"Apa kepala mu pusing?" Tanya Morgan lagi, yang membuat Flora langsung menggeleng.


"Tidak, jam berapa sekarang? Dan kau tidur dimana? Aku tidak merasakan ada sosok lain di ranjang bersama dengan ku." Tanya Flora pada Morgan sambil mencoba mengingat-ingat.


"Sudah jam delapan, aku tidur di sofa. Kau memakan semua tempat, aku harus tidur dimana? Apa seperti ini?" Jawab Morgan sambil mempraktekkan tangannya.


"Kenapa tidak ada yang membangunkan?"


"Aku.... Tetapi kau tenggelam dalam mimpi mu. Jadi tidak mendengar suara ku, atau mungkin aku harus lebih dekat lagi mengatakannya?"

__ADS_1


"Aku akan mandi." Flora memilih bangkit menuju kamar mandi segera daripada berbicara dan jantungan.


Sedangkan Morgan hanya tersenyum sendiri melihat tingkah Flora yang sedikit bersemu dengan kulit cerahnya itu.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Keduanya berjalan turun bersamaan, Antoni yang sudah selesai dengan sarapan nya tersenyum manis menatap putri dan menantunya.


"Selamat pagi."


"Selamat pagi Papa, maaf.... Papa menunggu lama?" Tanya Flora sambil memberikan salam kepada papanya.


"Tidak apa, kebetulan papa akan keluar. Bagaimana tidur mu? Nyenyak? Morgan?" Antoni bertanya pada keduanya, sambil ingin mencari tau. Tetapi sepertinya melihat keadaan putrinya, tidak ada yang terjadi seperti pemikirannya.


"Begitu?" Antoni menatap Morgan menunggu penjelasan.


"Aku ketiduran ditengah melihat email yang masuk papa."


"Kau baru saja menikah, dan sudah sibuk dengan pekerjaan?" Jelas Antoni membuat Morgan hanya tersenyum saja.


"Aku hanya memeriksa saja."


"Makanlah, sudah jam setengah sembilan." Dibantu dengan pelayan, Morgan dan Flora menikmati jamuan makan mereka.

__ADS_1


Tak berselang lama, tampaknya Morgan ingin menambah makanannya dan ketika pelayan membantu mengambil kan makanan yang dimaksud, Flora tampak menghentikannya.


"Aku saja, kau bisa kembali." Jelas Flora yang membuat pelayan itu mundur dan Morgan menunggu maksud istrinya itu.


"Kenapa? Kau mau juga?" Ujar Morgan yang langsung membuat Flora memasukkan daging sapi ke dalam piring Morgan.


" Kau tidak suka apsragus, jadi aku saja. Bukan begitu?" Morgan cukup kaget dengan Flora yang mengerti dengan cepat apa yang tidak disukainya.


"Ya, terimakasih." Keduanya kembali melanjutkan makan.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Flora yang berniat mengecat kuku nya, dikejutkan dengan kehadiran Morgan yang membantu nya. "Eh...."


"Bagus? bagaimana? Aku tidak begitu ahli." Flora membiarkan Morgan mengecat kuku kaki nya sehingga beberapa kali deru nafas Morgan menyapa kulit kakinya.


"Ini?" Ujar Flora melihat sesuatu di tangan Morgan yang diberikan kepadanya.


"Ya, mama yang mengirimkan." Jawab Morgan sambil melanjutkan pengecatannya.


"Bulan madu....." Ujar Flora melihat sebuah tiket di tangannya.


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2