
Manik Flora kembali bergerak dari atas hingga bawah lagi untuk memastikan para nama yang tertera di sana, tapi nama yang Flora cari tidak terlihat disana.
"Tidak ada, jadi bagaimana sekarang? Kenapa bisa tidak ada?" Flora begitu terheran-heran karena tidak menemukan nama Morgan atau tuan Omar disana.
"Bukankah mereka masuk kedalam kriterianya? Kenapa bisa tidak ada?" Ditengah keheranan Flora, sebuah notifikasi muncul di ponselnya.
'Flora besok datang jam 10, karena peluncuran produk di jam itu dan gunakan pakaian senada dengan perhiasannya.' Sely mengirimkan pesan kepada Flora.
Belum Flora membalas, pesan itu kembali datang.' Aku lupa, perusahaan sudah menyiapkan pakaian hingga sepatu mu, kau datang saja lebih awal, aku akan membantumu. Sampai jumpa besok!' Isi pesan itu sudah membuat Flora tidak perlu memberikan balasan selain ok.
"Dasar, Sely ini. Untung saja dia beritahu secepatnya. Lagipula aku juga tidak punya pakaiannya." Sambil meletakkan ponselnya di atas meja yang berpapasan dengan cermin yang cukup besar sehingga memuat dirinya.
"Siapa sangka, aku sosok dengan nilai minus ini, akan menjadi model perhiasan ternama yang mungkin akan mereka beli, bukan..... Para wanita memang menginginkan nya, bahkan ular dan induknya itu juga. Tapi tak apa, aku sangat ingin melihat bagaimana reaksi keduanya, apakah mereka bisa mengikat leher mereka serta tangan mereka dengan perhiasan yang aku gunakan sebelumnya. Aku pastikan selain tidak memiliki fasilitas apapun dari Papa ku, kau tidak akan bisa memiliki perhiasan yang aku iklankan."
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Mungkin hanya sebentar saja perasaan gelisah dan ikut khawatir itu telah lenyap begitu saja. Karena setelah pertengkaran dan sesi pencabutan fasilitas itu, Jessi langsung kembali tersenyum menatap ponselnya.
"Peluncuran perhiasannya besok, aku tidak sabar! Aku ingin memilikinya! Aku sangat penasaran dengan model iklannya, wajahnya masih ditutupi. Seharusnya aku yang menjadi model iklan nya, aku ini sangat cocok lebih darinya. Seharusnya mereka melakukan audisi untuk itu, aku pasti akan lolos! Tapi tak apa, aku akan tetap bersinar dengan perhiasan yang tentunya hanya aku yang punya! Hanya aku!" Sambil tersenyum dan sibuk dengan dunia halunya, Jessi berputar-putar dan melambaikan tangannya seperti pose saat diliput kamera nantinya.
Ditengah aksi halu itu, Bena masuk dan melihat tingkah bahagia putrinya. "Jessi?" Panggilan itu menyadarkan Jessi dari dunia halunya.
"Mommy! Lihat ini! Lihat! Acara peluncuran perhiasannya dimulai besok! Aku tidak sabar! Aku ingin yang pertama memiliknya, aku ingin mommy!" Jessi kembali ke setelan anak-anaknya dan rasa memiliknya.
"Jessi! Tenanglah! Kau membuat mommy pusing!" Jessi yang mendapatkan bentakan dari mommy nya membuat wajah yang tadinya tersenyum itu berubah.
"Mommy?" Menyadari apa yang ia lakukan, Bena segera mengelus rambut putrinya dan meminta maaf.
"Sayang, maaf mommy tidak sengaja. Sayang.... Maafkan mommy!" Bena memeluk putrinya yang sebelumnya tidak pernah mendapatkan bentakan.
"Maaf sayang, mommy.... Mommy sedang merasa pusing, mommy sungguh tidak sengaja." Bena terus memeluk putrinya yang perlahan merasa tenang kembali.
"Aku tau mommy dan Daddy sedang tidak baik, lalu kenapa melampiaskan kepadaku? Aku hanya ingin...."
__ADS_1
"Iya mommy tau. Kau ingin perhiasan ini? Akan mommy belikan, tapi jangan menangis ok? Mommy tidak suka air mata mu sayang." Mendengar persetujuan dan janji secara tidak langsung membuat Jessi merasa tenang.
"Janji?"
"Janji, apapun untuk putriku!"
"Aku sayang mommy!" Sambil memikirkan cara membujuk kemarahan Antoni agar mereda, Bena akan mengabulkan permintaan putrinya.
Kita tinggalkan sepasang anak dan ibu yang tengah berpelukan sambil memikirkan rencana dan keinginan mereka yang akan tercapai. Dibalik jendela dengan gelapnya malam, sepasang mata itu masih terjaga.
"Boleh saya masuk tuan?" Sebuah suara menghiasi acara lamunan itu.
"Masuklah, katakan!"
"Tidak ada kabar apapun tuan, tidak ada kabar yang bisa saya sampaikan mengenai keberadaan Nona Flora, maaf tuan." Antoni memejamkan matanya, meksipun ia membuat sang putri pergi dengan cara yang tidak baik, tapi Antoni tetap mencari keberadaan putrinya itu.
"Terus cari! Aku ingin kabar keberadaan putriku!" Pria yang merupakan informan Antoni menunduk meminta maaf sambil keluar dari ruangan itu.
"Aku akan memastikan putri kita baik-baik saja Sarah." Antoni tau tindakan nya tidak benar, tapi sekarang ia hanya diam menunggu kabar putrinya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Pagi yang menjadi hari besar bagi Flora akhirnya tiba, dengan semangat empat lima, Flora bersiap menuju perusahaan.
"Selamat datang hari bersinar mu Flora! Ayo kita perlihatkan pada orang-orang yang memandang dirimu dengan skala nol! Mata mereka yang tidak sudi menatap mu sekarang akan melihat dirimu dengan perhiasan yang menjadi incaran mereka." Tak lupa setelah Flora menyemangati dirinya sendiri, Flora memeluk pigura ibunya seerat mungkin.
"Mama, hari ini adalah hari spesial untuk ku, doakan aku yaa... Dan semoga saja aku juga mendapatkan jalan untuk menghadiri pertemuan para pengusaha kelas atas itu." Mengambil tas nya, Flora menuju perusahaan dimana dia akan menjadi bintang yang bersinar terang.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Sebelum peluncuran dimulai, sudah terlihat para awak media yang akan meliput acara launching itu dan tentunya mereka juga penasaran dengan sosok yang menjadi model iklan perhiasan itu.
Di salah satu media sosial tentu wajah sang model tertutupi, tapi mata manapun bisa menebak bahwa sosok bintang iklan itu sangat cantik.
__ADS_1
"Harap tetap berdiri di luar, sebelum ada pemberitahuan. Acara belum dimulai, mohon kerjasamanya untuk berada di tempat." Security menyampaikan pengumuman pada awak media agar tetap berada di tempat mereka.
Mobil apapun yang masuk di dalam perusahaan menjadi sorotan kamera. Hingga Flora yang datang, langsung dibantu oleh pihak keamanan agar wajahnya tetap tersembunyi hingga acara dimulai.
"Astaga, aku tidak menyangka.... Padahal masih dua jam lagi, mereka sudah berkumpul." Flora yang bersiap dirias mengeluh karena cukup berdesakkan untuk masuk ke dalam.
"Itulah media Flora. Mereka sudah tidak sabar untuk segera tau dan mengumpulkan berita sebanyak-banyaknya." Sely ikut menimpali karena dirinya juga kerepotan dengan para media yang berkumpul.
"Untung saja, disini sangat segar dan sejuk. Aku merasa cukup sesak di sana." Flora duduk diam membiarkan Sely merias dirinya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
"Selamat pagi pak." Morgan akhirnya datang karena ada hal yang harus ia urus sebelum launching, dan juga pertemuan dengan kakek nya mengenai keberangkatan untuk menghadiri acara beratas namakan papa nya, Matthew.
"Bagaimana? Flora sudah datang?" Entah mengapa dari sekian banyak hal yang akan ia urus, Morgan malah bertanya mengenai Flora yang membuat Morgan serta staf juga ikut bingung sejenak.
"Tentu pak, dia sudah datang. Dan tengah dirias saat ini."
"Bagus, itu sangat bagus! Aku tidak ingin waktu launching terlambat sedikitpun!" Menuju ruangannya, Morgan melirik sejenak arah ruang rias.
Penantian dari awak media dan juga para wanita yang sudah menunggu siaran secara langsung. Rasa lelah menunggu itu berubah seketika menjadi semangat, mata yang awalnya sayu itu berubah segar.
"Baiklah, ini adalah acara peluncuran perhiasan kami yang ketiga dalam beberapa tahun ini. Dan aku ucapkan terimakasih atas kehadiran dan kerjasama para media serta staff perusahaan ku dan juga para wanita dan juga semuanya yang menanti acara ini. Langsung saja, launching perhiasan perusahaan kami dibuka! Dan untuk model yang membuat kalian penasaran, silakan menuju kemari." Selain Morgan yang menjadi bintang di kamera, model iklan itu juga menjadi tanda tanya bagi mereka.
"Tampan sekali, seharusnya aku bisa menjadi bintang iklan perhiasan lainnya nanti." Jessi yang sudah menyediakan jaringan anti masalahnya mendapat pemandangan indah untuk matanya agar semakin terbuka.
Suara heels langsung terdengar seperti irama yang indah menyentuh lantai mengkilap itu. Kamera awak media serta khusus perusahaan perlahan mengambil gambar sosok wanita cantik itu.
"Kita sambut Nona Flora!"
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
__ADS_1