Skala Kecantikan Flora

Skala Kecantikan Flora
Kedatangan Tamu


__ADS_3

Flora membuka video yang dikirimkan oleh orang kepercayaan nya dan tak lama ia tertawa terpingkal-pingkal setiap melihatnya. "Aku tidak menyangka, nyanyian ku itu seperti nyanyian lagu kematian untuk anak ular itu."


Flora melanjutkan rekaman video yang menampilkan dirinya tengah bernyanyi dan membuat orang yang sengaja mempermalukan dirinya berubah menjadi bumerang.


"Aku yakin Jessi pasti seperti kuda lumping saat ini." Flora masih tertawa sambil membayangkan bagaimana amukan saudara tirinya itu.


Dan setelah video viral miliknya selesai ia lihat, Flora melanjutkan rekaman video berikutnya. Terlihat Bena melalukan hal buruk yang tidak sesuai dengan yang seharusnya. "Kecurangan adalah sikap alami mu Bena. Jika hanya ini, tidak akan membuat kau kembali ke asal mu Bena. Kau harus merasakan hal yang lebih dari ini. Dipermalukan, di buang dan juga tidak diinginkan!" Flora terlihat sangat berapi-api dengan mata yang berkobar.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Hari ini Flora seperti biasanya menuju kantor nya, tetapi entah mengapa belum ada kendaraan yang lewat. Mungkin karena hujan yang turun membuat semuanya masih merendam diri mereka.


"Astaga, kalau begini aku bisa terlambat. Kalau aku tau, lebih baik aku pesan motor hijau saja." Kesal Flora sambil melihat jalan.


Ketika ingin melangkah menuju lebih depan lagi, sebuah mobil menuju dirinya dan karena ada genangan air langsung saja menyemprot ke pejalan yang berada di sana. "Aghhh!" Flora terkena semprotan dan membuat dirinya basah kuyup. Dan tentunya tidak terima dengan mobil yang melintas itu.


"Hei! Tidak bisa menyetir ya! Astaga!" Mau tidak mau flora menghubungi atasannya dan mengabarkan dirinya terlambat.


"Baik, aku akan datang sebelum setengah jam pak." Flora segera kembali untuk mengganti pakaian nya.


"Aku doakan, semoga supirnya kesulitan seperti ku!"


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


Secepat kilat, Flora sudah sampai di kantornya, tapi ia sedikit bingung karena kerumunan yang mengitari perusahaan nya.


"Ada apa? Apa ini?" Tanyanya pada seseorang yang didekat nya.


"Flora, kau tau..... hari ini perusahaan kita kedatangan seseorang yang penting."


"Anak pak Surya?" Tebak Flora, tapi ia mendapatkan gelengan.


"Bukan, tapi seorang pemilik perusahaan di bidang modeling dan juga perhiasan bahkan pakaian mahal." Tampak rekan kerja Flora begitu bersemangatnya menceritakan itu.


"Begitu rupanya."


"Kau ini datar sekali, setidaknya bersemangat sedikit. Ini sangat tampan, dan juga muda. Siapa yang tau dia aku tertarik padaku!"


Flora jadi penasaran karena dengan tamu yang dibicarakan itu. Hingga sebuah mobil datang memasuki halaman perusahaan dan membuat kerumunan semakin banyak.


"Apa yang aku pikirkan, siapapun juga punya." Pintu mobil itu terbuka dan tak lama terlihat seseorang yang keluar dan membuat Flora menatap tidak percaya.


"Apa ini yang disebut muda? Baiklah mungkin dia tampan tapi ini...." Flora kebingungan sendiri melihat sosok yang berusia lebih lima puluh tahun yang keluar sangat jauh dari yang dideskripsikan oleh rekannya.


Ketika pintu sebelahnya terbuka, flora justru dipanggil oleh pak Surya dan membuat Flora segera kesana.


"Morgan, ayo. Kita sudah terlambat ini."

__ADS_1


"Iya kek, ini aku berjalan." Jawabnya sambil mengiringi langkah kakeknya itu.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"pak, aku tidak tau ada acara disini." jawab Flora sambil berada di ruangan yang sama.


"Tidak apa Flora, aku juga baru dikabarkan. Mereka adalah tamu istimewa, serta ada hal yang penting untuk dibicarakan."


"Kalau begitu, apa ada sesuatu yang harus aku lakukan pak? Aku bisa...."


"Tidak Flora, kali ini hanya perlu duduk diam bersama yang lainnya dan lihat tamu itu." Ajak pak Surya.


"Baik pak."


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Semuanya bertemu di dalam ruangan rapat dan saling bertegur sapa, berjabat tangan dan tersenyum. "Selamat datang Mr. Omar."


"Senang bertemu kembali Surya."


"Ayo silakan duduk." Flora ikut duduk dan pembicaraan kembali dimulai.


"Jadi langsung saja Surya, aku kesini ingin membahas, kau adalah orang yang memiliki pertemanan yang luas. Kebetulan model untuk perhiasan terbaru kami masih kosong dan jika kau memiliki sosok yang aku butuhkan. Kita bisa bahas bersamaan dengan projek kita berikutnya." Ucapan itu menjadi Surya melihat beberapa kali ke arah Flora.

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2