Skala Kecantikan Flora

Skala Kecantikan Flora
Menuju Pertunangan


__ADS_3

Tirai coklat itu perlahan membuka dan akhirnya tampak sosok yang berdiri bak manekin dengan kecantikan dan postur tubuhnya yang sangat ideal. Manik yang cukup lama menunggu itu, langsung mengisyaratkan pada tangannya agar segera meletakkan minuman itu ke tempatnya.


Manik Morgan tak henti-hentinya menatap Flora yang menggunakan dress terakhir. Sedangkan Flora juga berdiri sambil berjuang mengatur kegugupannya. "Bagaimana?" Setelah cukup lama mengambil napas dan mengumpulkan tenaga, akhirnya Flora menanyakannya juga.


"Apa ada seorang Dewi yang turun kemari? Luar biasa, cantik sekali! Lihatlah, sihir nya membuat bibir yang sebelumnya bicara sekarang diam seperti ditahan sesuatu." Zoya yang mengatakan itu semua membuat Morgan tersadar dari lamunannya.


"Bagus, itu cocok untuk mu." Mengalihkan pandanganya, Morgan sesekali kembali mencuri pandang.


"Baiklah, kalau begitu. Sekarang giliran mu!" Segera mungkin, Flora telah berganti pakaian dan sekarang dirinya bersama calon mertuanya, duduk bersama melihat tuxedo untuk Morgan.


Tirai terbuka dan memperlihatkan Morgan yang sekarang seperti manekin. "Tidak!" Secara serempak, Zoya dan Flora mengatakan kata yang sama membuat Morgan kembali mengganti pilihan tuxedo yang lainnya.


Sudah beberapa kali menunjukkan, Morgan tampak lelah melihat tingkah Mama nya dengan Flora yang tertawa-tawa cekikikan seolah-olah membalas perlakuan nya.


"Ini yang terakhir." Morgan mengepal ke udara dan melepaskan kembali kepalannya dan dia berharap tuxedo terakhir ini akan membuat dirinya berhenti melakukan gantian sejak tadi.


Sebelum menjawab, Zoya dan Flora saling memandang dan Morgan yang sepertinya sudah salah paham berniat turun, tetapi jawaban keduanya membuat pemikiran pria itu salah. " Sepertinya, putraku ini berpikir untuk buruk kepada mama nya."


"Tidak." Elak Morgan.


"Mama harap begitu, karena sepertinya pemikiran Mama dan Flora sangat cocok."

__ADS_1


"Dan juga cocok mengerjai ku." Ucapan Morgan membuat Zoya tertawa kecil.


"Tidak, kami mencari yang terbaik untuk mu, sama seperti kau menolak segala dress, hingga dress yang menutupi tubuhnya kau setujui." Morgan menoleh pada Mama nya, yang seolah tau dengan pemikirannya.


"Kau berpikir Mama tidak tau?" Pembicaraan keduanya terhenti ketika Flora kembali setelah dari kamar kecil.


"Sudah Flora?" Tanya Zoya.


"Iya, apa ada hal yang lainnya?" Tanya Flora membuat Morgan menatap Mama nya.


"Kenapa sayang?" Tanya Zoya.


"Karena aku harus kembali ke rumah, ada sesuatu.'


"Tentu saja." Flora terlihat tersenyum ketika mendapatkan pelukan dari Zoya sebagai perpisahan mereka hari ini.


"Hati-hati."


"Mama juga."


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


"Kau tidak merasa ada yang ketinggalan?" Flora yang berniat masuk ke kediamannya mendadak mematung sejenak mendengar dan memahami maksud Morgan.


"Apa? Sepertinya tidak!" Manik Flora bergerak dengan liar mencari sesuatu yang mungkin ketinggalan di dalam mobil.


Morgan yang mendapatkan jawaban seperti itu langsung keluar dari kursi pengemudi nya dan menuju Flora dengan berdiri mematung nya.


Pria dengan postur tubuh nan gagah itu, terlihat mempesona mata siapapun. Flora masih tampak diam mematung hingga Morgan mendekatkan wajahnya yang membuat Flora sekuat tenaga menahan dirinya.


"Kau lupa kode dress-nya. Masih ada padaku." Flora melihat jari Morgan memasukkan sesuatu pada tas nya yang terbuka dan ditutup kembali.


"Ah ya, terimakasih. Aku masuk dulu, sampai jumpa." Flora memberikan senyuman terbaiknya yang membuat Morgan terpesona dengan menormalkan ekspresi wajahnya.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Tampaknya dua hari berikutnya akan menjadi hari yang mendebarkan bagi keduanya. Selain mendapatkan kurungan sebelum pertunangan hingga pernikahan. Baik Morgan dan Flora juga tidak mengirimkan pesan dengan dalih macam-macam.


"Kenapa aku jadi grogi? Ini seperti kontrak kerja saja. Ya, aku tidak menampik ia tampan." Sambil berbaring kesana kemari, Flora berbicara sendiri.


Sedangkan di kamar lain, juga terlihat hal yang sama. Morgan juga mengalami hal yang sama, terkadang dia tersenyum sendiri sambil mengingat kebersamaan dirinya bersama Flora yang meksipun terkadang Flora kebanyakan bersikap tolak belakang dengan wanita lainnya.


"Aku telah jatuh cinta padanya, dan kontrak itu...." Morgan menuju sebuah nakas dan mengambil sesuatu dari sana.

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2