Skala Kecantikan Flora

Skala Kecantikan Flora
Tak Terduga


__ADS_3

Hari yang ditunggu tunggu akhirnya datang juga. Dengan persiapan yang telah dipersiapkan dengan matang, Morgan dan Flora bersiap menuju bulan madu mereka.


Dengan pesawat khusus yang tidak memerlukan antrian dan pembelian tiket serta orang-orang yang menjadi penumpang lain membuat perjalanan mereka semakin istimewa.


"Mama, mengirimkan nya." Sebelum Flora melontarkan pertanyaan, Morgan lebih dulu menjawabnya.


"Sepertinya Mama menyiapkan banyak hal." Sembari melangkah masuk ke dalam jet pribadi itu, tentunya Morgan senantiasa mendampingi istrinya.


Bahkan tak jarang, Morgan menautkan tangan mereka, tanpa ada penolakan dari Flora.


Bokong montok Flora langsung duduk di kursi eksklusif itu. Tak lupa Morgan juga di sebelahnya, perjalanan mereka tentu akan membutuhkan waktu yang cukup lama dan panjang. Selain berhenti di beberapa bandara, mereka juga harus membutuhkan energi untuk beraktivitas nantinya.


"Aku tidak sabar, melihat warna biru yang indah dari atas sini. Dan langsung menceburkan diri ku ke dalamnya."


"Tentu, kita akan melakukan banyak kegiatan disana."


"Banyak?" Ulang Flora.


"Ya, berenang, bersepeda. Dan juga beberapa olahraga air yang menyenangkan lainnya, bukankah kau bilang begitu?" Tampaknya apa yang sebelumnya terjadi di pikiran Morgan sekarang merambat ke dalam pikiran Flora.


"Ah benar! Aku lupa!" Flora hanya membalas tak lupa dengan senyumannya.


"Kalau kau mengantuk, kau bisa tidur." Ujar Morgan yang melihat ke arah Flora.


"Aku belum mengantuk. Kau bagaimana?"


"Aku...."


"Hei tuan pekerja keras! Kita mau liburan, kau masih saja berduaan dengan laptop mu itu!" Morgan yang berniat membuka laptop nya langsung urung, karena Flora yang lebih cepat menutup nya.


"Hei nona, kalau aku tidak bekerja keras, bagaimana cara memberikan apa yang kau inginkan?"


"Benar juga. Tetapi, tetap saja! Tidak boleh!"


"Kau seperti istri yang posesif."


"Sungguh? Dan kau seperti suami yang material sekali." Keduanya tampak tertawa setelah mengatakan apa yang mereka inginkan.


"Aku serius! Atau aku laporkan kepada Mama!"


"Kau mengancam ku?" Ujar Morgan dengan wajah yang tak percaya.


"Aku bisa apa...." Flora mengangkat bahunya.


"Kalau begitu, aku mengerjai mu saja!" Morgan mendekatkan wajahnya membuat jarak yang tadi ada seuprit, langsung terkikis habis.


"Iya, aku merasa lelah. Kau bisa memijit?"


"Menjilat?" Ulang Morgan membuat Flora membesarkan bola matanya.


"Memijit!" Tegas Flora yang membuat Morgan terkekeh senang karena melihat ekspresi yang menggemaskan itu.


"Baiklah, mungkin karena kita berada di langit membuat pendengaran ku merespon yang berbeda." Sambil berkilah, Morgan meluncurkan tangannya yang memijit bahu Flora. Dan itu sungguh pijitan, benar-benar pijitan. Meskipun Morgan merasakan sesuatu ketika mereka bersentuhan seperti ini, tetapi pria itu adalah pemegang prinsip.

__ADS_1


Flora sampai memejamkan matanya, menikmati sentuhan yang menenangkan dan juga merasakan efek dari pijitan Morgan. "Kau seperti keajaiban."


"Aku juga bisa memberikan keajaiban ku." Jawab Morgan yang membuat Flora terdiam mencerna maksudnya.


"Aku haus." Bertepatan dengan pramugari khusus untuk melayani dan menemani perjalanan mereka, Flora langsung mengambil jus yang menyegarkan itu.


"Kau mau?" Tawar Flora yang membuat Morgan mengangguk saja.


Bohong, Flora tidak merasakan sesuatu ketika Morgan menyentuh bahunya, ada getaran yang merambat di seluruh tubuhnya.


Apalagi jika melihat jakun yang naik turun itu tepat di matanya.


'Aku seperti wanita m3sum saat ini.'


"Apa Nona mau tambah?" Wanita bertubuh tinggi itu menawari minuman kepada Flora, dan Flora langsung sadar bahwa ia menyedot gelas yang sudah kosong.


"Ya. Dan terimakasih."


"Kau sangat haus ya?"


"Ya, aku sangat haus." Jawab floral memalingkan wajahnya sambil menetralkan detak jantungnya.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Setelah mengudara yang membuat tubuh mereka lelah. Keduanya akhirnya sampai di pelabuhan maafusi, dari sini mereka akan mulai perjalanan ke pulau surga itu.


Manik Flora yang sudah beristirahat cukup lama akhirnya terbuka lebar, melihat keindahan air yang berada di bawahnya. "Morgan, ini sangat indah....." Ujar Flora dengan manik yang menempel pada jendela yang berada di sebelahnya.


"Ya, sangat indah. Seperti dirimu." Flora tampaknya tak mendengar dengan jelas karena sibuk dengan khayalannya.


"Ayo, kita menuju kamar kita." Morgan menggandeng tangan istrinya itu dan menuju penginapan yang telah menjadi nama mereka beberapa hari ini.


Morgan yang baru saja membuka pintu kamar mereka, langsung disambut dengan larian oleh Flora. Tampak wanita itu sangat bersemangat sekali dan seperti mendapatkan vitamin ketika ia melihat perosotan yang langsung mengarah ke laut ditemani oleh kolam renang yang berbatasan dengan laut jernih tak terhingga.


"Kau suka?"


"Sangat!" Tiba-tiba Flora memeluk tubuh Morgan membuat pria itu tersenyum cerah.


"Terimakasih...."


"Sama-sama." Sesaat keduanya berpelukan dengan ditemani oleh keindahan laut yang sebening kaca dan langit yang sangat mendukung.


"Mau bersih-bersih? Perjalanan kita cukup menguras tenaga."


"Kau duluan saja, aku akan menyusun barang-barang kita." Ujar Flora yang diangguki oleh Morgan.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Diantara beberapa pulau yang berada di Maldive, pulau Mihiri adalah pilihan yang bagi keduanya. Pulau yang dijuluki sebagai pulau bulan madu itu. Disana pembangunan dan fasilitas di Mihiri memang ditujukan bagi pasangan pengantin baru yang ini menikmati bulan madu yang mewah dan mengesankan.


Disini terdapat 30 villa yang berada di seberang bibir pulau yang ideal untuk pasangan baru. Restoran di Mihiri menawarkan makan malam yang romantis untuk pasangan. Selain itu disini juga bisa melakukan aktivitas menyenangkan bersama pasangan seperti snorkeling dan menyelam di sekitar pulau Mihiri yang indah.


Dan sekarang, Flora dan Morgan menikmati sajian makan malam mereka berdua. Flora tetap menjaga pakaiannya, karena di manapun mereka berada, tentu harus mengikuti aturan yang telah disediakan. Selain itu, Flora juga belum siap untuk menggunakan pakaian selayaknya pasangan baru seperti yang seharusnya.

__ADS_1


"Aku senang kau suka." Ujar Morgan disela-sela makan mereka.


"Ini sangat enak! Aku sangat suka!"


"Bagaimana kalau kita ke Pulau Male?" Ajak Morgan, karena di sana adalah ibukota dari gugusan kepulauan Maldive. Sangat cocok untuk berjalan-jalan dengan pasangan atau keluarga. Di sini bisa menemukan pusat-pusat perbelanjaan, pasar ikan, Grand Friday Mosque, serta National Museum.


"Boleh."


Dan akhirnya mereka sampai di pulau Male. Flora tampak menikmati tempat itu, terutama ada perhiasan yang dibuat dengan tangan di sana. "Sangat indah." Flora tampak melihat-lihat kerajinan tangan itu, dan membeli satu. Sedangkan Morgan berada di belakang Flora. Setelah memastikan Flora berada beberapa langkah dari nya. Morgan menuju kedai yang sebelumnya Flora kunjungi.


"Aku mau ini...." Ujar Morgan kepada sang penjual. Sedangkan Flora tengah menunggu pesanannya.


"Kemana dia?" Flora tampak mencari keberadaan Morgan yang tidak terlihat oleh matanya.


"Morgan..."


"Ada apa? Aku disini." Flora tampak ketakutan karena tidak melihat keberadaan Morgan di dekatnya.


"Kau kemana? Aku tidak melihat mu! Kau membuat ku takut!" Flora memukul-mukul kecil dada kekar itu membuat Morgan membiarkannya saja.


"Maaf, aku dibelakang mu. Dengar Flora, aku tidak akan jauh darimu. Jangan berpikir aku akan meninggalkan mu." Morgan memegangi pipi Flora sehingga manik mereka bertatapan.


"Aku tidak akan meninggalkanmu." Tekan Morgan membuat Flora memeluk tubuh Morgan.


Panggilan pesanan membuat pelukan mereka terhenti, dan setelahnya. Mereka kembali melanjutkan perjalanan, Flora memandangi Morgan yang berada di sisinya.


"Maaf, apa anda menyukai wanita dengan dress floral dan sandal pita warna?" Seorang pria dengan microfon mendatangi keduanya yang tengah berjalan bersama.


Morgan yang mendapatkan pertanyaan seperti itu, tentu langsung mengerti dan tau sosok yang dimaksud pria itu. "Tentu saja, dia istriku!" Jawab Morgan membuat pria itu tersenyum dan Flora jantungnya sudah berdetak tak karuan.


"Ah, istrimu ternyata. Aku pikir kalian masih pacaran." Jawab pria itu dengan tertawa kecil. Dan Morgan memeluk pinggang Flora lebih erat, membuat Flora semakin tidak karuan saja.


"Kenapa? Wajahmu memerah? Apa panas?" Tanya Morgan yang membuat Flora semakin memerah.


"Menurut mu?" Tanya Flora balik, dengan langkah tergesa-gesa meninggalkan Morgan yang menggoda dirinya.


"Karena pernyataan ku Flora. Apa kau masih belum sadar? Tidak apa.... Aku akan lebih membuktikannya lagi."


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Enak saja! Dia terus bertanya, seperti tidak ada apa-apanya. Apa dia sengaja?" Flora memggumam sendiri, sambil menyisir rambutnya.


"Dasar tidak pe....." Flora terdiam seketika, saat merasakan sesuatu melingkar di lehernya.


"Sangat indah, aku takut jika tidak cocok." Ujar Morgan yang baru saja selesai memasangkannya.


Flora meraba lehernya, dia dapat melihat dengan jelas. Rantai indah itu melingkar di lehernya. "Flora, aku ingin mengatakan sesuatu padamu..... Kalau aku mencintaimu, sejak pertama kita bertemu. Dan kontrak itu hanya alibi saja." Flora kaget mendengar pernyataan yang ditunggunya dan juga tidak disangka nya.


"Morgan...."


"Aku tidak tau perasaan mu, tetapi aku berharap kau bisa membuka hatimu untuk kuisi dengan cintaku." Karena Flora belum memberikan jawaban, Morgan perlahan menjauh darinya dan menuju keluar.


Tetapi beberapa langkah, membuat Morgan langsung terhenti karena tangan Flora melingkar di lengannya. "Setelah mengatakan semua itu...... Apa kau tidak mau mendengar jawaban ku?" Ujar Flora yang membuat Morgan bertanya-tanya.

__ADS_1


Bersambung ...


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2