Skala Kecantikan Flora

Skala Kecantikan Flora
Separuh Nafasku


__ADS_3

Pelukan hangat selalu Flora dapatkan, dimulai dari datarnya permukaan perutnya hingga sudah membuncit seperti sekarang. Ya, Flora tengah hamil besar sekarang, tampaknya semburan benih unggul dari Morgan langsung jadi setelah mereka kembali dari bulan madu mereka berselang dua bulan setelahnya Flora dinyatakan hamil.


Bahkan, bukan satu saja, tapi dua bayi untuk tengah mendiami rahimnya. Seperti biasanya akan ada tangan yang melingkar di perut buncitnya. "Selamat pagi sayang, dan selamat pagi anak-anak Daddy. Daddy sangat merindukan kalian." Ujar Morgan yang hanya menggunakan celana pendek untuk menutupi rudal balistik nya.


Sedangkan tubuhnya begitu terekspos yang memperlihatkan bahu yang lebar, dan punggung yang kokoh serta dada bidang yang keras dan juga perut seperti roti tawar yang menggiurkan. "Kau bertemu dengan mereka setiap saat sayang." Ujar Flora yang merasakan dekapan hangat tubuh kekar suaminya.


"Ya, tapi aku sangat merindukan mereka. Dan juga kau, karena apa?"


"Karena apa?" Tanya Flora balik sambil merasakan hembusan nafas Morgan dan juga kecupan kecil di lehernya.


"Karena kalian adalah separuh nafas ku. Kau dan bayi-bayi kita yang saat ini tengah tumbuh dan tak lama lagi akan lahir."


"Ahhh, ya... Itu terasa sangat nyaman sayangku." Flora merasakan tubuhnya ringan ketika perut buncitnya ditopang oleh tangan kekar suaminya yang membuat dirinya terasa berbeda.


"Mereka bergerak." Morgan dapat merasakan pergerakan kedua anaknya yang seolah menyapa dirinya di pagi hari ini.


"Mereka pasti ingin mengatakan halo pada Daddy mereka." Flora mengelus rambut dan juga mengelilingi leher serta wajah Morgan dari depan yang menggunakan kedua tangannya.


"Morgan....." Flora mengigit bibirnya ketika merasakan perpindahan tangan Morgan di kedua bongkahan tempat sumber kehidupan anak-anak mereka nantinya.


"Kau sangat cantik dan semakin seksi sayang. Terutama ini, mereka semakin bulat dan besar. Aku sangat suka." Morgan memberikan pijatan lembut di sana membuat Flora menggelinjang kenikmatan.


"Eumhhh...." Semenjak hamil, h@srat Flora juga besar. Dipancing seperti ini sudah membuat dirinya terbakar.

__ADS_1


Morgan yang melihat istrinya menyukai sentuhannya semakin menjadi menyerang, dari mulanya tangan sekarang berubah menjadi bibir yang mengecup perut buncit istrinya. "Ini Daddy sayang." Setelah melancarkan kecupan beberapa kali, Morgan menuju bongkahan padat diatasnya.


"Sayang... Eumhhh." Dengan posisi berdiri, Flora merasakan serangan suaminya yang membuat dirinya begitu nikmat.


"Aku mencintaimu Flora." Setelah mengatakannya, Morgan memilih beradu lidah dengan Flora yang langsung dibalas sengit oleh Flora.


Keduanya menikmati pertempuran lidah mereka dengan sentuhan-sentuhan yang memabukkan menyerang tubuh mereka masing-masing. "Ahhh!" Flora hanya bisa menjerit-jerit ketika merasakan perpindahan lidah suaminya yang berkerja di sumber jalan keluar bayi mereka nantinya.


Setelah memberikan pelepasan pertama untuk istrinya, Morgan kembali memberikan ciuman manisnya. Flora perlahan mendorong tubuh suaminya untuk tidur di ranjang karena keduanya masih berada di kamar. Melihat istrinya yang ingin memimpin, Morgan membiarkannya. Sungguh sekarang dirinya juga ikutan panas saat ini. Flora dengan kehamilannya melancarkan serangan pada suaminya sehingga Morgan berteriak kenikmatan.


"Aku yang memimpin sayang. Ahhh." Morgan merasakan kehangatan ketika miliknya telah bersemayam di kediaman suci istrinya.


"Sayang, ini sangat nikmat!" Flora merasakan kenikmatan ketika mereka melebur jadi satu. Ketua Morgan mengayunkan tubuhnya, Flora juga heboh di atasnya saat ini. Bongkahan padat Flora tampak berguncang hebat membuat Morgana meletakkan tangannya disana dan semakin membuat Flora kenikmatan.


"Morgan, aku mencintaimu! Ahhhh!" Keduanya berpelukan mesra setelah mengalami puncak kenikmatan.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Aku akan menjemputmu." Terdengar suara Morgan dibalik layar ponsel itu.


"Iya, apa sudah selesai?" Tanya Flora yang duduk di sebuah restoran setelah bertemu dengan teman lamanya.


"Sudah sayang, jangan kemana-mana." Ingat Morgan membuat Flora hanya tersenyum menanggapi keposesifan suaminya itu.

__ADS_1


"Iya, aku akan menunggumu. Lihat, bayi kita juga bergerak tak sabar." Hpl Flora berada dalam dua minggu ini. Dan Flora sungguh tidak sabar menanti kelahiran anak-anak nya, begitu juga dengan Morgan.


Pria itu melajukan mobilnya menuju sang istri yang menanti kedatangannya. Hingga beberapa menit berkendara, Morgan sampai dan melihat istrinya yang duduk di kursi nya.


Flora yang bahagia melihat suaminya, bangkit perlahan menuju Morgan yang tak jauh darinya, tetapi tampaknya kebahagiaan melihat suaminya membuat dirinya tidak menyadari ada sepasang mata jahat padanya.


Dengan hati-hati Flora melangkah menuju suaminya yang sedikit lagi dekat padanya, tetapi....


"Flora!"


"Aghh!" Flora terjatuh menghantam pot bunga yang menjadi hiasan restoran itu.


"Mati kau, Flora!" Dengan kemarahan, wanita yang sengaja menabrak flora pergi dengan cepat. Meskipun ia tau dirinya tidak aman lagi.


Bersambung......


Sambil menunggu episode berikutnya, yuk mampir ke karya baru author!


Rosalina Untold Story


Ditinggalkan oleh calon suami sehari sebelum pernikahan nya membuat hati Alina hancur lebur. Belum mendapatkan jawaban akan maksud calon suaminya yang meninggalkan dirinya, Alina kembali dikejutkan beberapa bulan kemudian akan permintaan pria yang belum menghilang dari hatinya itu.


"Aku mohon padamu, tolong rawat bayi ini. Aku memohon padamu Alina. Jaga Rosa dengan baik." Setelah mengucapkan itu, Edwin menghembuskan nafas terakhirnya.

__ADS_1


Bagaimanakah kelanjutan nya? Apakah Alina akan membesarkan nya? atau justru mengikuti egonya?


__ADS_2