
Flora tampak memikirkan sesuatu, yang membuat Morgan yang tengah melakukan pengecatan sesekali menatap wajah cantik istrinya itu.
"Mendadak sekali. Seharusnya mama bisa berikan sebelum pergi kan? Kita kan bertemu dan mengantarkan mereka." Ujar Flora yang membuat Morgan hanya diam mendengarkan.
"Kau tidak suka?" Tanya Morgan.
"Siapa bilang? Sayang kalau tidak digunakan. Lagipula Maldives negara kepulauan yang indah. Siapa yang tidak ingin kesana? Meksipun aku menikah atau tidak aku juga akan kesana. Kau sendiri bagaimana?"
"Aku... Aku bisa saja."
"Aku bisa berenang, menyelam dan bersepeda dan tidur ditemani suara deburan ombak yang menenangkan. Pasti sangat menyenangkan." Flora tersenyum sendiri dengan khayalannya akan pulau indah itu.
"Sudah?" Karena tidak merasakan sentuhan lembut Morgan lagi. Flora menatap ke arah kakinya.
"Ya, kau suka?"
"Apa kau pernah belajar tentang itu?" Kata itu yang dilontarkan Flora membuat pikiran Morgan menjadi lain.
"Itu apa?" Flora memicingkan matanya sambil mendengar ucapan Morgan.
"Masa tidak tau! Tentang ini...." Flora mengayunkan kakinya membuat Morgan langsung mengerti dan membulatkan bibirnya.
"Aku hanya melihat Mama ku saja. Dia sering seperti itu."
"Waw, kau menangkap dengan cepat. Ini bagus, sepertinya aku tidak perlu ke salon kecantikan lagi. Kau sudah ada."
"Kalau begitu aku juga akan mendapatkan bayaran kan?" Tanya Morgan dengan ucapan Flora.
"Tentu saja, aku akan berikan bayaran untuk mu. Aku bisa memasak daging dengan kematangan yang sempurna dan rasanya tidak kalah enak dengan restoran."
"Baiklah, aku tunggu."
"Apa kau lapar lagi?"
"Tidak, tetapi kalau kau masak kan. Aku sanggup menghabiskan."
"Begitu ya, kau ingin melihat kemampuan ku secepatnya. Baiklah! Aku akan menjalankan peran istriku dengan baik!" Sambil melangkah keluar, Flora tersenyum membuat Morgan menatap dirinya dengan lekat, tanpa Flora ketahui.
__ADS_1
"Ya, istriku. Itu benar Flora, bukan dengan kontrak yang berjalan, tetapi sungguhan."
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Dan benar saja, Flora menyingkirkan para pelayan dan tukang masak yang telah berada di sana dengan sekali hembusan tangannya. Sekarang dapur dengan peralatan mewah dan cantik itu telah dikuasai oleh Flora.
Morgan yang baru saja turun dari tangga, melihat istrinya itu tengah berkutat dengan peralatan dapur.
"Dimana..... Ah ini dia!" Flora cukup kaget dengan kehadiran Morgan yang telah berada dibelakangnya dengan mengambilkan botol merica yang tengah dicari Flora.
"Kenapa disini?" Tanya Flora.
"Kenapa? Tidak boleh? Aku ingin melihat cara memasaknya."
"Tidak boleh, aku hanya berkuasa disini. Kau duduk saja."
"Aku ingin disini, apa itu membuat konsentrasi mu terganggu?" Tanya Morgan, aroma tubuh Morgan langsung menusuk penciuman Flora.
"Aku tidak bisa bergerak leluasa." Jawab Flora sambil melanjutkan sesi nya dengan si daging.
"Begitu?" Morgan yang berdiri di belakang Flora, tampak menyukai ekspresi Flora yang tidak menatap padanya, justru pada si daging.
"Tentu, sudah terlihat kan? Aku ini mengingat semuanya dengan baik. Bahkan...."
"Kau lupa memakai nya, pakaian mu bisa kotor." Flora menghentikan ucapannya karena Morgan memasangkan arpon di tubuhnya.
"Terimakasih... Aku.. aku tadi berpikir tidak menggunakannya." Jawab Flora.
"Tapi itu termasuk hal yang penting." Hangat napasnya Morgan menyapu leher dan telinga Flora.
"Aku akan mulai memasak, minggir... Kau duduk saja!" Kali ini Morgan mengalah, dan langsung duduk dimeja yang tersedia di sana.
Setelah memastikan Morgan duduk, Flora mengambil napas beberapa kali. "Ini berdetak sangat kencang. Astaga..." Flora menyentuh bagian dadanya yang terasa lari maraton saat ini.
Aroma makanan dengan penampilan yang cantik telah menyambut mata dan penciuman Morgan. "Cobalah, kau akan ketagihan."
"Baik, mari kita lihat." Morgan mulai dengan alat makannya dan memasukkan potongan daging itu di mulutnya.
__ADS_1
Flora menatap dan menunggu Morgan yang tampak mengunyah menikmati dagingnya. "Bagaimana?" Tanya Flora yang tidak sabar membuat mata yang awalnya terpejam itu langsung terbuka.
"Ada rasa...."
"Apa?" Tanya Flora yang langsung membuat Morgan mengambil satu potongan daging dan mengarahkannya ke mulut Flora.
Aksi kunyahan langsung Flora lakukan. "Tidak ada masalah, semuanya enak. Kau..."
"Siapa yang bilang ada yang salah? Aku belum mengatakan dengan lengkap." Flora terdiam sejenak mencerna kejadian ini.
"Kita makan bersama, lebih enak kan?" Flora yang tadinya duduk dengan jarak dekat, langsung berdiri sedikit menjauh dengan dalih mengambil minuman.
'Astaga, kalau begini.... Aku bisa lupa ada kontrak di antara kami. Apa aku akan bisa, jika terus begini??'
"Ini sangat enak. Kau memasak dengan baik flora." Puji Morgan yang membuat Flora kembali menghabiskan air di gelas yang berada di tangannya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
"Ada apa?" Tanya Morgan yang melihat Flora beberapa kali membolak-balikkan tubuhnya.
"Tidak ada, kau belum tidur?"
"Aku mau tidur, tapi kau terus saja bergerak. Apa ada sesuatu?"
"Aku hanya mencari posisi nyaman. Aku...."
"Sekarang bagaimana? Sudah nyaman?" Beberapa kali Flora mengerjapkan matanya menelisik apakah ini sungguhan atau tidak.
Morgan menenggelamkan tubuhnya ke dalam tubuh kekar itu. "Kau tidak suka? Apa terasa sesak?" Morgan berniat menjauhkan diri nya, tetapi tidak jadi.
"Aku suka. Kau sangat nyaman untuk dipeluk. Apa kau yang tidak akan merasa sesak? Karena aku memeluk sangat erat."
"Kita lihat saja." Flora yang tadi menundukkan kepalanya dan hanya menatap dada bidang Morgan yang berbalut kain, sekarang menatap wajah tampan itu.
"Kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan melakukan sesuatu tanpa izin mu." Melihat kekhawatiran yang tiba-tiba melanda Flora membuat Morgan langsung mengutarakan dengan segera.
Beberapa waktu Morgan tampak menunggu Flora mengatakan sesuatu. Tetapi tampaknya tidak akan, karena Flora sudah tertidur pulas dalam dekapannya. "Selamat malam istriku......" Morgan mengurungkan niatnya untuk mengecup kening itu dan memilih menghirup aroma rambut yang begitu wangi dan lembut itu.
__ADS_1
Bersambung ...
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.