
Acara yang seharusnya menjadi hari bahagia justru hanya segelintir orang yang merasakannya, sisanya yaitu tidak menyangka dengan kejadian ini bahkan tidak menyangka mendapatkan tamparan keras dan juga tak menyangka mendapatkan surat perpisahan serta tak menyangka melihat adegan yang di tunggu-tunggu selama ini.
Flora yang bahagia bukan main tak sadar tengah ditatap dan diperhatikan dengan seksama saat ini. Hati Flora berjingkrak-jingkrak bukan main melihat wajah Bena yang mendapatkan tamparan keras serta dipermalukan hingga ia tidak akan berani mengangkat wajahnya lagi.
Dapat Flora lihat kekecewaan besar melanda papa nya, tapi mau dikata apa. Semuanya memang harus terjadi seperti itu bukan. Flora mengingat kembali putaran video yang dilakukannya sehingga adegan panas itu tayang dan dilihat oleh semua mata.
'Sekarang kau dipastikan akan kembali ke tempat asalmu juga putrimu itu!'
"Kau kenal kan?" Pertanyaan Morgan membuat Flora mengarahkan kepalanya ke samping.
"Apa?" Tanya Flora memastikan pertanyaannya.
"Kau kenal dengan wanita itu, bukan?"
"Ya, kenapa?"
"Hubungan apa?" Tanya Morgan yang sepertinya penasaran sekali membuat Flora tampak memikirkan kata-katanya.
"Tidak penting, hanya sekedar kenal." Jawab Flora.
"I...." Pertanyaan Morgan berikutnya tidak jadi diutarakan karena Flora sudah melangkah pergi membuat pria itu mengikutinya.
"Hei!" Flora dapat merasakan tangannya disentuh oleh Morgan.
"Apa?" Tanya Flora yang bingung kenapa Morgan mengikutinya.
"Kau mau kemana?"
"Terserah aku. Kau bisa pulang, lagipula kita sudah selesai. Maksudnya, perjanjian kita. Ingat?" Morgan tampak mengingat perjanjian mereka, dimana setelah dia mengizinkan Flora ikut bersamanya, maka Flora akan otomatis pergi dari perusahaan dan tidak akan membuat mereka bertemu kembali.
"Aku tau, tapi kau pergi denganku. Jadi pulang bersama!" Jelas Morgan dengan lantang.
"Baiklah, aku apresiasi tanggung jawab mu. Tapi, aku bisa pulang sendiri. Aku bukan anak kecil atau...."
__ADS_1
"Kau seorang gadis! Maksudnya... Pokoknya kau ku antar pulang!" Kekeh Morgan yang terasa dipermainkan kata oleh Flora.
"Aku tidak pulang!" Jawab Flora.
"Kalau begitu kemana?"
"Aku ingin ke kafe!"
"Aku ikut!"
"Apa?" Flora tak menyangka dengan jawaban yang ia berikan membuat Morgan tetap bersikukuh ikut dengan nya.
"Ayo! Kafe mana?" Tanya Morgan yang mengiringi Flora.
'Merepotkan!' Flora tampak berpikir agar Morgan berhenti mengikutinya.
Pada akhirnya Flora naik juga, dan Morgan mengemudikan mobil menuju kafe yang dekat dengan hotel terkenal di sana.
"Kenapa? Kau berubah pikiran?" Tanya Flora dengan senyuman ejek yang tipis ketika melihat Morgan berhenti melangkah.
Keduanya masuk dan tampak disambut oleh pelayan. "Biasa!" Ujar Flora yang membuat pelayan kafe itu langsung mengerti.
"Menu apa?"
"Itu menunya, kau mau yang mana Tuan Morgan? Aku sudah biasa kemari, jadi tidak perlu membuang kata-kata. Morgan menjatuhkan pilihannya dan pelayan segera memenuhi pesanan mereka.
Beberapa waktu, Flora tampak berubah pikiran. Dirinya tengah senang saat ini, tidak ada salahnya mengizinkan Morgan ikut merayakan keberhasilannya menyingkirkan Bena dan menyadarkan papa nya.
"Kau sering kesini rupanya."
"Ya, begitulah." Akhirnya pesanan mereka tiba, dan langsung saja minuman itu dicicipi.
Dapat Morgan lihat, flora tampak menikmati minumannya dan manik Morgan juga menangkap tatapan lapar para pria yang tertuju pada Flora.
__ADS_1
"Kau sendirian saja kesini?"
"Ya, dengan siapa lagi. Apa kau mau?" Tanya Flora dengan tersenyum.
"Itu tidak baik."
"Hah? Hahahhaa." Flora tertawa disela minumannya membuat Morgan menatap lekat.
"Apa yang lucu?"
"Kau... Sudah lupakan! Ayo bersulang." Morgan tampak diam membuat flora harus menjelaskan.
"Launching nya sukses bukan? Ayo kita bersulang dan anggap saja pertemuan terakhir kita." Flora tampak terus meneguk minuman nya dan tak lepas dari tatapan Morgan.
"Ayo kita kembali!"
"Hah? Aku tidak mau! Aku sedang bahagia!" Dengan penolakan, Morgan melihat hal lain dari gerak gerik Flora.
"Bagaimana kalau menari dulu, berdansa... Aku sedang bahagia! Bahagia!" Flora menuju lantai dansa yang tampaknya menjadi ramai karena pesona nya.
"Minggir!" Morgan dengan tegas menyingkirkan pria yang dengan isi buaya itu.
"Flora!"
"Ya? Ada apa?"
"Kau mabuk?" Tanya Morgan dengan tak percaya.
"Apa yang kau bicarakan?" Dengan sempoyongan, Flora bergoyang dan langsung ditahan oleh Morgan. Menggunakan indera penciumannya, Morgan tau bau dari bibir itu.
"Kau mabuk flora!"
Bersambung ......
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.