Skala Kecantikan Flora

Skala Kecantikan Flora
Genting!!


__ADS_3

Morgan akhirnya berhenti juga setelah sampai di depan kamar yang telah di pesan, dan tentunya dengan Flora yang masih dalam gendongannya. "Silakan masuk tuan, dan selamat beristirahat. Apa ada lagi yang bisa ku bantu tuan?" Tanya pria yang merupakan pelayan di hotel itu.


"Tolong bawakan aku charger." Ujar Morgan.


"Sudah ada di dalam tuan, kami menyediakannya." Jawab pria itu sambil tersenyum ramah.


"Kalau begitu, sudah. Terimakasih dan ini...." Setelah cukup kesulitan memberikan tip, Morgan akhirnya masuk dan menutup pintu.


"Akhirnya.... Dia tidur juga." Morgan yang merasa lega dan bernapas dengan normal langsung membuka sepatu dan juga jas nya yang telah melekat beberapa jam ini.


Dengan Flora yang sudah tertidur nyenyak tanpa mengigau membuat Morgan mengisi daya ponselnya dan menuju kamar mandi karena merasa gerah setelah berjalan beberapa menit.


Meninggalkan Flora yang telah tertidur pulas, Morgan tak lupa menyelimuti tubuh indah itu.


"Aku bisa berendam sejenak." Setelah memasuki kamar mandi, Morgan langsung menyegarkan tubuhnya.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Disisi lain, mata yang seharusnya beristirahat itu tampaknya tak kunjung menutup karena apa yang ditunggunya belum muncul.


"Bagaimana?" Tanyanya ketika merasakan ada seseorang yang mendekat.


"Maaf Tuan besar, tapi Tuan Morgan sudah meninggalkan pesta sejak pukul sepuluh tadi."

__ADS_1


"Seharusnya ia sudah sampai. Ini sudah pukul 1 pagi, kemana dia? Ponselnya juga mati. Astaga! Kemana dia? Bagaimana dengan Flora?"


"Sama tuan, nona Flora juga belum kembali dari pesta. Penjaga apartemennya mengatakan dia belum kembali." Posisi duduk dengan manik menatap ke liar itu tampak sudah sangat gelisah karena cucu nya belum kembali juga.


"Tunggu apalagi, cepat cari! Aku ingin tau dimana cucu ku!"


"Baik tuan besar!" Dengan secepat kilat, dia menghilang dari pandangan Omar yang khawatir bukan main mengenai keberadaan cucu nya.


Bukan masalah besar nya Morgan atau kepandaiannya tetapi ada hal lain yang mengganggu pikiran pria tua itu. "Aku harus secepatnya mengetahui keberadaan Morgan."


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Sedangkan di sebuah kamar yang megah dan terang seterang mentari, terlihat sepasang mata itu juga tidak menutup meskipun sudah dini hari. "Kemana Flora? Kenapa dia tidak menjawab panggilan ku." Antoni yang akhirnya sadar dengan sikapnya, tampak begitu khawatir mengenai keberadaan putrinya yang menghilang setelah dari pesta.


Dia yang baru saja memberikan hukuman terindah untuk Bena, justru kehilangan kembali putrinya. Hingga sebuah panggilan membuat dirinya bersemangat.


"Aku segera kesana!" Setelah mendapatkan informasi yang sangat penting untuknya, Antoni langsung tancap gas dengan mobilnya. Dia tidak peduli dengan apapun selain putrinya saat ini, urusan bersama Bena sudah mulai ia lancarkan dan memastikan wanita itu menghilang dan tidak akan berkutik bahkan berpikir untuk kembali kepadanya lagi.


Beberapa saat mengemudi, akhirnya Antoni sampai di sebuah bangunan yang tinggi menjulang. "Tuan, nona Flora belum kembali. Aku sudah tanya."


"Apa! Lalu kemana putriku?" Antoni kembali khawatir dan segera meminta suruhan mencari keberadaan putrinya.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


Dengan menggunakan mobil yang sama, melewati jalanan yang merupakan rute tuan mereka, dua pria suruhan itu berhenti dan melihat sebuah mobil yang mereka kenali dengan jelas.


"Ini mobil Tuan muda."


"Benar, tapi Tuan muda tidak ada. Sepertinya tuan muda bersama nona itu. Antingnya ketinggalan."


"Kau benar, aku rasa tuan muda kemungkinan besar mencari hotel untuk bermalam. Ayo kita segera kesana!"


"Iya, ayo!" Dengan secepat kilat, mereka menuju hotel yang terdekat mencari tau keberadaan Tuan mereka.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Aktivitas melangkah itu jadi terganggu karena sebuah percakapan yang di dengar nya.


"Apa yang kau lakukan? Kau mau kita dipecat?"


"Kenapa kau begitu khawatir, tidak akan ada yang tau. Ini semacamnya paparazi, kita akan untung. Kau tenang saja, dengan berita ini kita akan diuntungkan!" Dengan wajah berbinar nya dia berujar dengan berapi-api.


"Tapi...."


"Sudah! Wartawan akan segera datang, ini akan menjadi berita heboh!" Pria yang mendengar percakapan itu, tampak menghubungi seseorang.


"Halo, segera ke hotel.... Ini sangat genting! Informasi mengenai tuan Morgan!"Telepon langsung dimatikan dan dia melangkah seperti biasa.

__ADS_1


Bersambung ...


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2