Skala Kecantikan Flora

Skala Kecantikan Flora
Akhirnya Tiba


__ADS_3

Setelah cukup lama dan dengan penuh keributan, akhirnya Flora mendapatkan gaun pilihannya. Sedangkan Morgan yang merasakan malu dan menyembunyikannya dengan sangat baik hanya diam membisu hingga selesai mengantarkan Flora kembali.


"Aku akan menjemputmu jam 7 nanti. Tidak ada terlambat!" Setelah mengatakannya Morgan langsung pergi dan menghilang dengan mobilnya.


"Ada apa dengan nya? Aneh!" Flora masuk karena hanya tersisa tiga jam lagi sebelum pergi.


Bagi Flora ini adalah waktu yang sangat dinanti-nantikan nya. "Aku akan membawa hadiah kecil untuk mu Bena, dan setelah itu kita lihat bagaimana kau akan meletakkan wajahmu nanti." Sambil memegang sebuah alat dengan penyimpanan besar, Flora menyimpannya ke dalam kantong rahasianya dan segera bersiap-siap.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Morgan yang kembali dari jalan-jalan, langsung kembali disapa oleh kakeknya. "Jadi... Bagaimana?"


"Apa kek?" Tanya Morgan yang kebingungan.


"Sepatu mu, pakaian atau apapun. Bukankah kau bilang pergi membeli, dimana semuanya?" Morgan baru ingat dia pergi berpamitan pada kakeknya bahwa ia pergi membeli barang untuk pergi pesta.


"Tidak ada yang aku suka!" Setelah mengatakannya, Morgan langsung pergi meninggalkan kakek nya ya hanya bisa geleng-geleng kepala.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


Dengan setelan serta tampilan yang sangat mempesona, Morgan menyemprotkan parfum mahalnya dan bersiap untuk pergi. "Aku sangat tampan, wahhhh..." Morgan tentu memuji dirinya sendiri.


Melihat dari pantulan cermin, Morgan sungguh sangat mempesona. Tapi tak lama hatinya kembali terasa berbeda dan ikut menyeret kepalanya. "Aissh! Ayo pergi!" Bicara sendiri, Morgan langsung keluar dari kamarnya dan kembali bersapaan dengan kakeknya.


"Cucuku! Lihat, kau sangat tampan! Seperti ku! Bibit ketampanan ku tidak berhenti pada ayahmu. Luar biasa!"


"Aku bisa terlambat kek, dan aku tau aku ini sangat tampan!" Morgan yang mendapatkan pujian tentu tersenyum cool.


"Ya, dan seharusnya dengan ketampanan ini kau sudah mendapatkan wanita."


"Mulai lagi. Aku berangkat kek!" Sambil menyentuh pundak kakeknya, Morgan berpamitan dan pergi dengan senyuman manis kakeknya.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Entah mengapa lampu merah kali ini terasa sangat lama, membuat Morgan yang sudah gatal ingin menginjak pedal gas beberapa kali menggerutu. "Ayo cepat!" Dan bertepatan dengan lampu hijau, Morgan tancap gas dan tak lama sampai di apartemen Flora.


Tangan Morgan langsung menarik pintu keluar dari mobilnya dan bersiap menghubungi Flora, tapi tak lama sebuah suara langkah sepatu membuat dirinya termangu.


Dress hitam mengkilap dengan hiasan v yang membentuk di leher serta sampai ke kaki itu membuat sang pemakainya terlihat sangat cantik dan luar biasa. Dengan high heels yang senada serta perhiasan hitam bercampur putih mengkilat membuat Flora terlihat sangat menawan apalagi dengan rambut yang diarahkan ke arah kanan sehingga arah kiri tampak kosong tapi memancarkan wewangian disana.

__ADS_1


"Kita pergi?" Ujar Flora yang melihat Morgan begitu tampan tapi hanya bisa ia simpan dan dipinggirkan saat ini.


"Halo?" Panggilan berikutnya membuat Morgan baru sadar dan mereka langsung menuju lokasi pesta.


Sepanjang perjalanan tidak ada yang bicara, selain lagu yang bermain di mobil mewah itu membuat Morgan dan Flora sesekali dibuat kaget dengan lagu yang bersenandung.


Sebuah hotel megah dengan lampu yang gemerlap dan dihiasi sebaik mungkin menyambut manik mereka. Tanpa banyak kata, mereka sudah berada di depan pintu masuk.


Flora yang tersenyum samar dengan rasa tak sabar masuk dan menyapa Bena sedikit terganggu dengan gerakan tangan Morgan.


"Apa?" Morgan tidak bicara, hanya tangannya yang bergerak membuat Flora mengerti, pria itu minta tangan mereka bertaut dan tanpa pikir Flora menerima dengan senang hati. Dan keduanya melangkah bersama.


Sepertinya langkah keduanya menjadi sorotan di mata yang lain. Keserasian dari pakaian serta wajah yang begitu menunjang ditambah dengan status dari Morgan membuat berita baru segera terbit dengan topik calon istri Morgan sang rupawan.


Tapi mereka hanya bisa menerka, dan telinga serta manik Flora memiliki tujuannya sendiri dan tak lama tanpa menunggu lama, sosok yang dicari datang dengan sendirinya.


"Papa.... Dia bersama Papa." Ujar Flora pelan dengan manik yang menatap Bena dengan senyuman mautnya berjalan beriringan dengan Antoni menuju dirinya.


Bersambung ......

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2