
Sesi foto yang tengah berlangsung itu menjadi terhenti sejenak. Tidak tau perihal apa, entah memang waktunya istirahat atau ada hal yang lainnya. Atau mungkin saja karena pandangan yang masih berlangsung itu.
"Tuan...."
"Tuan...."
"Apa dia tuli?" Flora yang tak jauh dari sana tentu dapat melihat adegan yang terjadi. Sosok yang ditunggu dan ditanyai itu hanya diam membisu seolah tersapu oleh sesuatu.
Jarak aman membuat bibir merona yang menguntaikan kata-kata itu tidak akan terdengar oleh siapapun sehingga ia tidak akan terkena sapaan pagi.
"Tuan!" Mendapatkan sentuhan di pundaknya membuat wajah dengan manik kosong itu langsung terisi kembali dan menetralkan wajah nya.
"Kenapa berteriak? Ini masih pagi! Apa kalian lupa cara bicara yang benar?" Tentu semua nya jadi bingung dengan reaksi yang ditujukan oleh tuan muda itu.
"Maaf tuan, apa tuan mau minum?" Bry yang masih memulihkan tenaga nya akibat dimarahi tanpa alasan sepanjang perjalanan, membiarkan orang lain yang menggantikan posisi nya dalam dialog.
"Tentu saja, aku ingin kopi dengan susu. Segera bawa ke ruangan ku! Dan ya, kenapa berhenti? Cepat lanjutkan sesi fotonya!"
"Ini waktunya istirahat Tuan, kami sudah melakukan dua sesi." Jawaban itu membuat kening yang tak kalah mulusnya dari wanita itu menyatu.
"Istirahat? Apa modelnya begitu lelah?" Flora yang telinga nya langsung berdengung membuat dirinya menatap tajam sosok yang bicara mengatakan dirinya.
"Bukan tuan, tapi sesi pertama tadi kami belum istirahat. Dan sekalian kita melihat hasil pemotretannya tuan." Seolah mendapatkan rencana baru dari kalimat itu, Morgan tersenyum tipis dengan manik yang tidak lepas dari Flora yang tidak mengindahkan pandangan nya.
"Ya, itu bagus! Aku tunggu di dalam!" Setelah mengatakan itu, Morgan langsung melangkah menuju ruangannya dan diikuti oleh Bry.
"Jadi Flora, ayo!" Flora menganggukkan saja dan dirinya sudah bisa mengendalikan mood nya yang tampak terganggu karena kehadiran pria itu.
"Tentu." Senyum Flora seolah vitamin bagi manik semua yang ada disana.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Ruangan yang dihiasi oleh pendingin udara justru terlihat panas. Karena beberapa helai pakaian tampak berserakan dimana-mana dan terlebih lagi adegan film delapan belas plus itu yang tengah bergentayangan.
"Tanganmu memang penuh keajaiban. Aku sangat suka." Begitu terdengar mendayu dan membangkitkan sesuatu dari pria bermata keranjang.
"Aku sangat senang kalau nyonya menyukainya." Tak mau kalah dengan sang wanita, pria muda itu menunjukkan keahliannya.
"Kau tau, aku tidak mendapatkan kepuasan dari suami kaya ku itu." Tangan Bena tampak bermain nakal di rahang pria yang seusia putrinya.
__ADS_1
"Tapi kita puas dengan uang nya, kenapa harus pusing?"
"Benar, selama aku mengendalikannya. Dia akan menghasilkan uang untuk kita."
"Itu yang benar!" Keduanya tertawa kecil dan tak lama tangan keduanya saling menjalar mengelilingi tubuh satu sama lain.
Panas dari tubuh mereka dan jalinan tidak sah itu membuat suhu ruangan sudah tidak terbendung lagi. Dan ketika adegan berikutnya berlangsung, keduanya dikejutkan dengan gedoran pintu kamar mereka.
Awal mulanya keduanya hanya mendiamkan dan tidak peduli, dan kembali melanjutkan ciuman panas mereka. Tapi gedoran yang terus berlangsung membuat sang pria terganggu dan menuju pintu.
"Sebentar sayang, mungkin ada pelayanan." Bena yang kesal hanya mengangguk saja, tapi dirinya yang sudah gatal bak ulat bulu mengikuti langkah brondongnya itu.
Pintu yang tertutup rapat itu langsung dibuka dan terlihat seorang pelayan hotel dengan wajah panik. "Ada apa? Kau menganggu sekali!"
"Maaf tuan, tapi hotel kebakaran!" Setelah mengatakannya, tentu pelayan itu langsung berlari dan tak lama terlihat beberapa orang yang juga berlari dengan wajah panik.
"Apa yang terjadi sayang?" Bukannya mendapatkan jawaban, Bena justru mendengar ucapan bencana yang membuat dirinya ikutan panik dan tentu keduanya langsung keluar.
"Ayo keluar! Aku tidak mau mati!" Bena yang tengah grasak-grusuk tentu ikut keluar tanpa memikirkan pakaiannya saat ini.
"Tunggu sayang!" Sungguh Bena seperti anak muda yang tak peduli dengan bencana yang terjadi tapi masih memikirkan kekasihnya.
"Lihat, apa yang mereka lakukan?"
"Astaga, apa ini jenis f3tish yang baru?"
"Lihatlah!"
"Tunggu, sepertinya aku kenal dengan wanita nya."
"Bukankah dia istri dari pemilik restoran terkenal itu?" Bena dan kekasihnya yang masih blank belum tau yang terjadi, hingga keduanya sadar ada yang tidak beres ketika melihat beberapa kamera yang mengambil gambar mereka.
"Nyonya, ada apa?"
"Kebakaran!" Ujar sang pria yang membuat staf hotel jadi bingung.
"Tidak ada kebakaran, semuanya baik-baik saja."
"Wah, benar! Dia nyonya Bena, dia bersama pria lain!" Bena langsung mencoba berlari kembali ke kamar nya, sedangkan orang-orang perlahan mengerubuti Bena dengan pria nya yang juga tampak membeku.
__ADS_1
Kejadian heboh itu membuat salah seorang pria tersenyum dari jarak aman. 'Rencana kedua berhasil Nona, saya akan kirimkan videonya.' Dengan perasaan bahagia pria itu mengetik mengirimkan pesan kepada nona nya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Ponsel yang berdering di tengah istirahat nya itu kamis membuat Flora tersenyum gula. "Bagus! Bena..... Kita lihat bagaimana kau menangani hal ini. Kau salah bermain dengan putri Sarah yang kau benci ini!" Ditengah rasa bahagia Flora, si tulang lunak datang dengan sebuah pesan.
"Flo!"
"Ada apa?" Tanya Flora dengan kebingungan.
"Kau diminta ke ruangan tuan." Meksipun bingung, Flora tetap kesana dan ketika pintu terbuka.....
"Ini dia!" Flora cukup kaget karena melihat sosok yang dikenalnya.
"Tuan.... Omar?" Tebak Flora.
"Kau memiliki ingatan yang baik rupanya. Duduklah!" Flora langsung duduk dan tersenyum karena mendapatkan senyuman.
"Ada apa? Apa ada sesuatu?" Sambil bertanya, Flora mencuri pandang karena tidak terlihat pria menyebalkan itu.
"Morgan!" Baru saja Flora bernapas tenang, ia justru langsung terganggu karena sosok itu datang dengan wujud nya.
"Ya kek." Morgan muncul dengan beberapa foto yang tidak Flora lihat dengan baik.
"Begini Flora, dari dua sesi pemotretan.... Kau...." Flora yang menunggu jawaban menjadi terpecah belah karena ekspresi pria menyebalkan itu yang ingin Flora lempar batu.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Jessi yang tengah berbelanja ria justru terganggu dengan sosok yang tidak disukai nya."Wah, lihat siapa ini???" Jessi memutar bola matanya dengan malas.
"Tentu saja kalian harus lihat diriku. Aku ini putri kaya, raya, cantik., berkelas, dan juga pintar." Jessi sangat membanggakan dirinya.
"Ya, tapi sayangnya kau memiliki ibu yang suka bermain dengan pria seusia anaknya sendiri. Apa ibumu mengajarkan kau pelajaran menggoda?" Jessi tentu langsung naik pitam dan mengeluarkan ancamannya.
"Beraninya kalian!" Jessi melayangkan serangannya dan langsung terjadi keributan.
Tapi jumlah dirinya yang sendiri tentu saja kalah. "Kau lihat ini! Kau punya ponsel mahal, kenapa tidak lihat apa yang dilakukan oleh ibumu itu!" Manik Jessi langsung membulat melihat video viral mommy nya.
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.