Skala Kecantikan Flora

Skala Kecantikan Flora
Resmi!!


__ADS_3

Tampaknya upacara pernikahan itu tiba juga, entah waktu yang berjalan terlalu cepat atau memang ada yang mempercepatnya.


Hingga di ruangan besar dengan beberapa wanita yang telah ahli dalam bidangnya tampak menari-narikan tangan mereka di wajah, rambut sosok cantik yang pantulannya sangat jelas dengan wajah memukau.


'Aku tidak menyangka ini hari pernikahan ku? Pernikahan yang tidak aku bayangkan. Bahkan aku tidak tau yang ku rasakan dengan jelas saat ini.' Flora hanya bisa berkata di hatinya sendiri sambil merasakan wajah dan rambutnya dihiasi sebaik mungkin.


Mua yang dipilih bukan sembarangan, tak perlu risau dan memikirkan kocek untuk membayarnya. Apalagi Zoya yang memilihkan yang terbaik untuk menantunya itu.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Kenapa? Apa ada masalah dengan pakaian mu?" Tanya Mathew yang melihat gelagat putranya.


"Tidak, aku hanya ingin menggerakkan bahu ku saja. Olahraga pagi...." Jawab Morgan membuat Omar tertawa kecil mendengar ucapan cucunya.


"Olahraga? Kau bisa olahraga nanti terutama olahraga malam. Bilang saja hatimu mengajak berperang saat ini. Dia pikir kita tidak tau apapun."


"Itu biasa, apalagi saat melihat sosok yang sebentar lagi menjadi istrimu, adalah sosok yang kau idam-idamkan dan kau cintai. Rasanya jauh lebih luar biasa."


"Kau tidak akan pingsan kan?"


"Tentu saja tidak!" Jawaban Morgan.


"Kalau dia pingsan, berarti dia bukan keturunan keluarga ku." Jawab Omar membuat putranya terkekeh.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Manik itu menatap dengan dalam, hingga matanya menembus kedalaman laut yang membuat beberapa air mata mengalir di pipinya.


Meksipun ia berusaha menutupinya, tetapi langkah kecil yang berasal dari peri kecil yang dulunya ia gendong sekarang sudah melangkah dengan gaun pengantin.


"Papa...." Sapa Flora.


"Cantik, putriku benar-benar cantik. Peri kecil ku, sudah menjadi seorang Dewi." Flora langsung tau, bahwa Papa nya tengah berperang melawan air mata nya.


"Aku tidak masalah ada air mata, asal itu air mata kebahagiaan. Pasti air matanya menetes karena melihat ku, yang cantik ini kan?" Ujar Flora dengan canda untuk mewarnai pembicaraan dirinya dan papa nya.

__ADS_1


"Boleh Papa membawa mu pergi? Papa tidak bisa melepas mu kalau begini?" Antoni berdiri tepat di depan putrinya yang sudah lengkap dengan gaun pengantin.


"Kalau begitu, katakan pada mereka." Jawab Flora dengan tersenyum manis, membuat Antoni tersenyum juga.


"Sudah waktunya..." Keduanya saling menoleh ke arah Zoya yang datang dengan membawa sesuatu di tangan nya.


"Nyonya....."


"Kita akan menjadi keluarga, putrimu akan jadi putriku. Rasanya terlalu formal memanggilnya dengan itu." Sambil melangkah Zoya mengeluarkan sesuatu dari kotak yang dibawanya.


"Ini akan menambah skala kecantikan dirimu. Semua orang akan tau, bahwa menantu.... Bukan, putriku ini sangat cantik. Ini adalah kalung turun temurun keluarga kami, sekarang menjadi milikmu. Mama sengaja tidak memberikan pada Morgan. Karena dia sendiri entah bagaimana." Sambil berbicara dengan gurauan jenaka, Zoya memasangkan kalung di leher polos Flora.


"Terlihat lebih cantik, bukan begitu?" Tanya Zoya pada Antoni.


"Ya, dia jauh lebih sempurna."


"Kita jalan." Antoni memberikan reaksi pada tangannya untuk Flora gandeng. Flora yang melihatnya, langsung mengaitkan tangannya dengan tangan sang Papa yang mengantarkannya menuju ke altar pernikahan.


Gedung yang sudah dihuni oleh banyak orang dengan kamera di beberapa tempat. Morgan sudah berdiri di altar pernikahan menunggu sang pengantin wanita yang menuju dirinya.


Bahkan, siapapun dapat melihat kecantikan sang mempelai wanita dari balik kain tipis itu. "Aku serahkan putriku padamu. Aku sangat berharap, kau menjaganya dengan baik. Seperti yang kau janjikan padaku, aku ingin putriku tidak dialiri oleh air mata selain air mata kebahagiaan."


"Aku akan menjaganya, dan menepati janjiku." Tangan Flora perlahan terlepas dari tangan Antoni yang sekarang, Antoni mundur beberapa langkah dan sekarang Flora dengan Morgan saling berhadapan bersama seorang pendeta.


"Saudara Morgan, apakah kau bersedia menjadi suami Flora dengan segala kekurangan nya. Menjaganya dalam keadaan apapun, bersamanya baik suka maupun duka. Sakit atau senang, hingga ajal memisahkan kalian."


"Aku bersedia, aku akan menjaganya, bersama dengannya di saat susah maupun senang. Hingga ajal memisahkan kami." Ada rasa lain yang Flora rasakan ketika Morgan mengucapkan sumpah pernikahan itu.


"Dan saudari Flora apakah kau bersedia menjadi istri Morgan dengan segala kekurangan nya. Menjaganya dalam keadaan apapun, bersamanya baik suka maupun duka. Sakit atau senang, hingga ajal memisahkan kalian." Bayang-bayang kontrak pernikahan yang mereka bicarakan teringat oleh Flora. Dia terdiam sejenak, sebelum mengucapkan sumpah pemuda pernikahan itu.


"Aku... Aku bersedia. Bersamanya, saat suka maupun duka. Sakit ataupun sehat, hingga ajal memisahkan kami berdua." Tak lama semuanya hening, hanya ada kilatan cahaya yang mengambil setiap adegan mereka.


"Sekarang kalian telah resmi menjadi suami dan istri." Semuanya berdiri dan bertepuk tangan mengalirkan kebahagiaan untuk pernikahan ini.


"Tidak ada seperti film-film?"

__ADS_1


"Tidak! Aku sudah mengatakan pada Morgan." Tampaknya mereka yang telah menjadi besan itu cukup terkejut karena mendengar ucapan dari Antoni.


"Ya, lebih bagus bermain di dalam... Hahaha." Zoya yang tampaknya begitu bahagia tidak mempermasalahkan hal itu dan justru tertawa diantara diam nya sang suami dengan besan nya.


Semuanya mengambil foto bersama dan tentu berita pernikahan ini menjadi heboh di media manapun. Banyak komentar positif yang terlontar untuk pernikahan keduanya, selain rupa yang begitu sangat mendukung, mereka juga berasal dari keluarga yang sama-sama beruang.


Tak terkecuali, orang-orang yang mengejek Flora dengan buruk. Mereka seperti mencuci mata mereka membaca dan melihat foto pernikahan yang nyatanya memang Flora bahan ejekan mereka dulu.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Aku akan membawa Flora ke kediaman kami. Aku sudah mengatakan sebelumnya." Morgan tampak memulai pembicaraan ditengah pertemuan keluarga.


"Aku tidak mempermasalahkannya. Setidaknya tinggallah dua hari disini. Papa akan kembali ke Italia." Ucapan Antoni membuat Flora terkejut, karena Papa nya tidak mengatakan apapun tentang ini.


"Papa tidak bilang, kenapa?"


"Restoran sudah menunggu papa sayang, lagipula kau sudah menikah. Disini bukan kediaman papa, kau tau benar."


"Ya, tapi Papa seperti sengaja melakukannya."


"Lagipula Papa pastinya akan berkunjung menemui mu, bukan begitu Morgan?"


"Tentu Papa, rumah kami terbuka menunggu papa." Jawab Morgan.


"Ya, kami juga akan kembali. Setelah pernikahan anak nakal ini, kami juga akan terbang ke Belanda."


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Morgan yang baru saja selesai membersihkan diri cukup kaget dengan Flora yang sudah tertidur pulas di ranjang mereka.


Sambil mengibaskan rambutnya yang basah dengan handuk. Morgan memperbaiki posisi tidur Flora yang jauh dari selimut. "Astaga, apa dia begitu lelah?" Setelah menyelimuti tubuh Flora, Morgan menatap lekat wajah cantik itu.


"Aku berharap, rasa ini juga tumbuh kembang padamu Flora. Aku menyingkirkan apa yang kita sepakati, tetapi satu hal yang aku pertahankan... Aku tidak akan menyentuh mu, tanpa izin mu."


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2