
Melihat tatapan serta gaya bicara seperti yang diperuntukkan untuk nya, pria bernama Morgan itu hanya menatap dengan sengit bercampur datar.
"Beraninya kau bicara pada....."
"Kau tidak apa-apa Bu?" Wanita yang seperti macan itu tiba menuju samping mereka dan terlihat seorang wanita dengan bakul kue yang terjatuh.
"Aku tidak apa, tapi kue nya....." Jawab wanita itu menatap kue nya yang berserakan di jalanan.
"Ada yang terbungkus dengan baik, ini masih bisa." Flora mengumpulkan kue yang masih baik dan menyusunnya.
Sedangkan dua pria yang saling melirik itu langsung membuat keputusan. "Bu, maaf. Aku akan mengganti nya."
"Begitulah orang kaya, siapa yang berbuat, siapa yang meminta maaf." Setelah urusan itu selesai, Flora yang melangkah pergi kembali ditahan oleh suara.
"Kau berbicara seperti itu, apa kau tidak tau Nona? Yang...."
"Meskipun dia anak ladang minyak dunia aku tidak peduli. Aku menghargai seseorang dari sikapnya, bukan sekedar wajah yang bisa didapatkan dengan uang." Setengah mengatakannya, Flora langsung pergi yang membuat wajah yang datar itu tampak semakin sengit.
"Tuan...." Tangan besar yang terbiasa dengan alat olahraga itu menghentikan ucapan bawahannya.
"Aku tidak memiliki waktu untuk hal seperti ini. Ayo cepat!" Morgan mengambil langkah besar untuk menutupi koyakan yang tercipta karena ulah wanita berparas cantik yang berbeda dari wanita lainnya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Flora segera menuju ruangan pak Surya. Setelah diizinkan, Flora membuka pintu besar itu dan menampilkan sosok pak Surya di sana. "Ayo Flora, duduklah." Kursi bewarna abu-abu itu Flora duduki dan sepertinya pembicaraan akan dimulai.
"Aku harap kau menikmati makan siang mu. Baiklah, langsung saja Flora. Jujur saja, aku melihat potensi darimu. Selain kau pintar, kau juga memiliki bakat lainnya Flora. Menurut ku, kau bisa melebarkan sayap mu dengan itu."
"Maksud Bapak?" Tanya Flora yang memikirkan maksud pria itu.
"Flora, kau bisa memasuki dunia kerja lain, seperti modelling. Bukan model berkonotasi buruk, tapi model kelas atas. Ingat dengan pertemuan kemarin? Tuan Omar itu juga memiliki perusahaan di bidang perhiasan, saat ini ia tengah mencari model yang cocok untuk itu. Kau bisa memikirkannya terlebih dahulu Flora, tapi aku bisa katakan... Ini akan sangat menguntungkan mu, kau bisa bertemu dengan orang-orang kalangan atas. Aku tidak meragukan kemampuan mu, tapi itu adalah langkah yang baik. Pikirkanlah, mungkin kau juga memiliki keinginan yang masih belum tercapai dan ini ada jalannya." Flora tampak memikirkan dengan baik ucapan pak Surya.
__ADS_1
'Benar, aku tau perusahaan itu. Internasional, apa aku terima saja? Tidak ada salahnya mencoba.'
"Kau bisa memikirkannya terlebih dahulu dan menjawab nya....."
"Aku terima!" Jawab Flora cepat membuat pak Surya tersenyum.
"Kau yakin? Pastinya dengan tantangan tersendiri."
"Aku terima, aku akan melakukan nya. Lagipula pak Surya tidak akan membiarkan mereka memperlakukan ku dengan buruk." Pak Surya langsung tersenyum lebar mendengar jawaban Flora.
"Baiklah, meksipun aku yang menyarankan mu, tapi kau tetap akan melewati selekdi disana."
"Tidak masalah, aku akan mengikutinya."
"Baik, aku akan menghubungi Tuan Omar segera." Flora mengangguk saja dan tersenyum karena langkahnya semakin dekat dengan ini.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
"Aku merasa pusing!"
"Seorang Bena merasa pusing? Apa yang memusingkan mu. Kau punya uang, apapun tinggal gesek dan nama yang baik."
"Anak si@lan itu! Dia tidak membuat hidupku tenang!"
"Apa lagi? Bukankah dia sudah pergi? Dia menghilang seperti ditelan bumi. Bukankah itu bagus?"
"Tapi bayangan buruknya itu tidak mau pergi meninggalkan ku dan putriku!"
"Kau bisa menyewa orang untuk mengatasi nya."
"Sudah, tapi beberapa hari ini belum ada hasil."
__ADS_1
"Apa Bena menyerah begitu saja?" Wanita itu mengambil minuman Bena yang membuat Bena menatap dengan sengit.
"Aku tidak akan pernah menyerah sebelum tujuan ku tercapai!"
"Kalau begitu jangan memikirkan apapun. Kita nikmati semuanya, aku yakin anak buah mu akan menemukan Flora."
"Ya, kalaupun dia mati. Aku ingin melihat mayat nya!"
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Flora diarahkan oleh pak Surya ke sebuah studio besar. Dirinya masuk setelah di pandu oleh seorang wanita modis. "Silakan tunggu disini Nona."
"Baik, terimakasih." Flora duduk menunggu panggilan untuk seleksi modeling nya.
Tak lama, namanya dipanggil. Ketika dirinya masuk, ruangan itu terasa sangat dingin dan manik Flora langsung tertuju pada sosok di kursi yang cukup jauh darinya.
"Flora?"
"Ya, aku Flora."
"Kita mulai saja." Flora yang tak melihat wajah pria itu hanya melakukan sesi wawancara nya, dan tak lama......
"Baiklah, kau lolos. Dan selamat nona Flora, kau bisa mulai tahap awalnya." Seorang pria berkacamata dan bergaya melambai menjelaskan hasil yang ia dapatkan.
"Sungguh?" Tanya Flora tidak percaya setelah melakukan sesi yang cukup lama.
"Tuan??" Ketika lampu yang remang remang itu diganti, baik Flora dan pria pemilik kursi itu saling menatap lekat.
"Kau?" Ucap mereka bersamaan.
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.