
Antoni langsung menuju ke rumah sakit tempat putrinya dirawat saat ini. Dan tentu dia bertemu dengan menantunya yang tampak buruk setelah keadaan putrinya.
"Papa...."
"Aku tidak menyalahkan mu. Justru, aku yang bersalah saat ini. Seharusnya aku memastikan agar tidak ada yang bisa menyakiti putriku."
"Siapa dia sebenarnya? Papa tau kan?" Tanya Morgan dengan penuh tanda tanya.
Antoni terdiam sejenak, sebelum mengatakan yang sebenarnya. Tentu, Morgan dengan yang lainnya pasti ingin tau siapa sosok yang mencelakai putrinya saat ini.
"Dia anak tiri ku."
"Saudara tiri Flora?" Tanya Morgan yang masih menatap mertuanya.
"Dia bukan putri kandung ku. Aku menikahi ibunya, otomatis putrinya juga ikut. Aku menyayangi nya, tetapi... Dia dan istri kedua ku memiliki niat buruk sehingga hubungan ku dengan Flora merenggang."
Morgan tentu langsung paham dengan yang terjadi. "Dia melukai Flora ku. Jika terjadi sesuatu pada Flora aku...."
"Tidak Morgan, Flora akan baik-baik saja. Dia putri kuat ku. Dia sangat kuat!"
Semuanya menunggu kabar keadaan Flora, dan tak lama terdengar suara yang menjadi penantian mereka langsung berakhir. Tak lama tampak dokter keluar yang membuat mereka langsung penasaran. "Bagaimana keadaan istri dan anak-anak ku?"
__ADS_1
"Bagaimana keadaan putri dan cucu-cucu ku?"
"Selamat! Keduanya lahir dengan selamat. Seorang putri dan putra." Ada kebahagiaan yang menyelimuti mereka ketika mendengar kelahiran dua anak kembar itu.
"Lalu istriku?" Dokter itu tampak hening sejenak, membuat semuanya ikut khawatir.
"Dokter, istriku baik-baik saja kan?"
"Istri anda baik-baik saja. Kita tunggu dia sadar." Semuanya menghela napas dengan lega. Setelah mendengar Flora baik-baik saja.
"Anda mau melihat bayi-bayi anda?" Tawar dokter membuat Morgan mengangguk secepat mungkin.
"Ya, anak-anak ku." Ujar Morgan sambil menatap semuanya dan mereka ikut mengangguk bersamaan, menandakan persetujuan mereka.
Ruangan bertuliskan ruang bayi itu, menjadi pintu Morgan untuk bertemu dengan kedua anaknya. "Nyonya Flora." Itulah tulisan di depan box bayi dan pergelangan tangan kedua anaknya.
Sepasang sosok mungil tampak tertidur pulas. Pelupuk mata Morgan sudah tergenangi oleh air mata, melihat kedua bayinya berkulit selembut sutra itu. "Hai sayang, ini Daddy. Daddy...." Morgan berada diantara box kedua anaknya.
Sungguh perpaduan sempurna dirinya dan Flora melekat pada kedua anaknya. Apa yang mereka bicarakan tentang rupa bayi-bayi mereka akhirnya menjadi kenyataan.
"Mommy kalian pasti sangat senang, kalian tidak sabar bertemu dengan mommy kalian kan? Daddy juga...." Air mata bahagia Morgan tidak dapat terlukiskan sehingga mengalir begitu saja bak air terjun.
__ADS_1
Ketika Morgan sedang asyik berbicara dengan kedua anaknya, dirinya dikagetkan dengan kedatangan Mama nya. "Mama..... Lihat, anak-anak ku."
"Morgan, ikut mama. Kita-"
"Ada apa ma?" Tanya Morgan yang sungguh penasaran dan khawatir.
"Flora...." Langsung saja, Morgan melangkah lebih cepat diikuti oleh Mama nya. Dan ketika sampai, Morgan melihat semuanya berkumpul di ruangan istrinya.
"Morgan, Flora...."
Bersambung......
Sambil menunggu episode berikutnya, yuk mampir ke karya baru author!
Rosalina Untold Story
Ditinggalkan oleh calon suami sehari sebelum pernikahan nya membuat hati Alina hancur lebur. Belum mendapatkan jawaban akan maksud calon suaminya yang meninggalkan dirinya, Alina kembali dikejutkan beberapa bulan kemudian akan permintaan pria yang belum menghilang dari hatinya itu.
"Aku mohon padamu, tolong rawat bayi ini. Aku memohon padamu Alina. Jaga Rosa dengan baik." Setelah mengucapkan itu, Edwin menghembuskan nafas terakhirnya.
Bagaimanakah kelanjutan nya? Apakah Alina akan membesarkan nya? atau justru mengikuti egonya?
__ADS_1
Bersambung ...
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.