Skala Kecantikan Flora

Skala Kecantikan Flora
Bayangan yang tidak mau pergi


__ADS_3

Setelah meminta doa sang Mama yang hanya bisa dijawab dengan jalur hati serta langit. Flora bergegas menuju perusahaan tempat ia bekerja.


Selama di sini, Flora masih menggunakan transportasi umum karena meskipun ia memiliki uang saat ini, masih ada keperluan lainnya untuk lebih Flora utamakan, lagipula, menaiki transportasi umum bukanlah hal yang buruk.


Ya, meksipun orang-orang menatap nya karena wajah yang dimilikinya. Tak pakai lama, flora segera sampai dan langsung masuk serta mengambil absensi nya dengan sidik jari itu.


Dan langsung saja flora menuju ruangannya yang telah tercantum nama nya yang membuat ia bangga. "Selamat pagi Bu Flora." Seorang OB masuk membawakan minuman.


"Selamat pagi juga." Flora memberikan senyum manis nya.


Tak lama setelah kedatangan OB itu, sosok pria ikut masuk dan membuat Flora berdiri dari mejanya. "Selamat pagi pak Surya."


"Selamat pagi juga, siap dengan pekerjaan?"


"Tentu pak, aku sangat semangat."


"Ini adalah deretan tugas pertama. Aku yakin, pastinya akan sangat menyenangkan." Flora menerima berkas itu dan tersenyum manis.


"Tentu pak, ini akan sangat menyenangkan." Flora memulai pekerjaannya yang disukainya. Demi apapun, ia akan mengasah dirinya hingga bisa menenggelamkan parasit di hidup nya.

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Langkah kaki itu terasa berat disertai dengan wajah yang masam dan penuh amarah. "B1tch!" Amuk nya sambil melemparkan tas mahalnya.


"Ada apa sayang?" Tanya wanita yang melihat putrinya kusut bak benang itu.


"Aku baru saja diputuskan di depan umum mom! Aku kesal sekali! Aku sangat benci, ini semua karena Flora! Wanita minus itu! Karena dia, kenapa dia tidak membiarkan ku hidup tenang? Kenapa! Meskipun ia sudah pergi dari sini, bayangan buruk nya tidak mau pergi! Aghhh!" Bena menenangkan putrinya yang terlihat kacau dan histeris.


"Tenang sayang, mommy akan lakukan sesuatu. Jangan menangis."


"Mommy hanya berjanji saja! Mana buktinya? Mana!" Jessie mengamuk seperti anak-anak yang tidak mendapatkan mainan.


"Semuanya ada proses sayang, bersabarlah. Mommy berjanji, Flora tidak akan pernah kembali lagi, jangankan tubuhnya bahkan namanya pun akan hilang dari rumah ini."


"Ya, sungguh. Karena itu bersabarlah."


"Apa yang akan mommy lakukan? Apa mommy akan membunuh nya?" Bena langsung tersenyum mendengar ucapan putrinya.


"Bukan sayang, itu terasa ringan. Kita berikan hukuman yang berat untuk nya. Dia sudah kehilangan sosok yang disayangi nya, bagaikan jika ditambah lagi? Papa yang disayangi nya itu akan melupakannya. Apa yang lebih sakit dari pada itu? Meskipun ia pergi ke luar negeri, tetap saja ia akan kembali kan? Tapi ketika nanti ia kembali, ia tidak akan ada lagi di sini. Baik rumah, maupun bagi Antoni."

__ADS_1


"Tapi mommy, bagaimana kalau dia lebih dulu membalas kita? Apa mommy lihat bagaimana dia?"


"Kau ragu? Jangan sepelekan mommy sayang. Kau tidak tau bagaimana mommy sebenarnya. Cukup duduk, nikmati harta untuk mengalir untuk mu. Cukup itu saja. Dan sisanya mommy yang atur."


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Baru saja Jessi sudah merasa tenang, sebuah notifikasi datang ke ponselnya. Wajah yang tadinya sedang sibuk menikmati hidup mewah ala orang luar, sekarang berubah menjadi video yang membuat darahnya kembali mendidih.


"J@l@ng! Flora!" Bagaimana Jessi tidak marah dan melemparkan apapun di hadapannya karena video itu adalah berisi pujian tentang kecantikan serta keindahan suara Flora.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Ada Bu?" Wanita itu bertanya ketika melihat jari itu menyapa telinga beberapa sosok di depannya.


"Entahlah, telinga ku terasa berdengung."


"Pasti ada yang membicarakan Bu Flora. Pasti ada yang merindukan Bu Flora, atau memuji Bu Flora karena kecantikan wajah serta kebaikan dan juga kepandaian Bu Flora." Jawab wanita berkacamata itu sambil tertawa kecil.


Flora ikut tertawa dan tersenyum kecil setelahnya. "Aku berharap begitu, tapi sepertinya... Bukan itu yang terjadi."

__ADS_1


Bersambung......


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2