Skala Kecantikan Flora

Skala Kecantikan Flora
Usaha


__ADS_3

Pintu lift terbuka membuat keduanya langsung tersentak, tapi sayang gerakan keduanya terlambat. "Morgan? Flo?" Sosok itu adalah Omar yang tengah memergoki cucu nya dengan model perhiasan mereka.


"Kakek...."


"Tuan Omar, anda disini." Flo tetap bertanya dengan baik meskipun hatinya tengah berdebar karena kepergok seperti ini.


"Ya, aku akan kembali untuk mengurus yang lain. Morgan...."


"Aku bertemu dengannya dan kami menuju tempat pemotretan." Ujar Morgan yang membuat Flo tidak perlu berbicara saat ini.


Tapi entah mengapa Flo yang merasa tenang, justru terganggu dengan sentuhan kaki yang menyapa kakinya ditambah dengan manik mata yang tertuju padanya.


'Kenapa dia?' Flo merasa risih dengan tatapan itu, tapi tampak dilakukan berulang kali membuat Flo mengerti.


"Ya, aku baru saja menemui seseorang di lantai tiga dan ketika ingin naik, dia.... Maksud pak Morgan disini juga." Kakek Morgan masih menatap keduanya yang seperti kepergok melakukan hal yang tidak-tidak.


"Ya, sebenarnya kakek tidak bertanya akan itu. Kakek ingin mengatakan kalau Kakek mengirimkan pesan untuk mu, kau tidak lihat?" Morgan langsung menggerutu kesal karena tidak nyambung dengan maksud kakeknya.


Sedangkan Flo yang merasa terjebak, hanya bisa menunggu lift ini kembali bergerak. 'Aku merasa terjebak disini.'


"Flo kau menunggu seseorang?"


"Tidak, aku tidak menunggu apapun." Jawab flora cepat, tapi justru tuan Omar tertawa dengan suara khasnya yang membuat Morgan dan Flo saling menatap.


"Kau tidak keluar? Kau sudah sampai..." Flo langsung tersenyum canggung dengan keb0dohannya.


"Aku lupa, aku belum hapal dengan nomor lantai nya." Jawab Flora yang membuat dirinya bertindak normal.

__ADS_1


"Baiklah, sampai jumpa di hari launching. Kau harus datang, Morgan akan menjelaskannya." Flo mengangguk sambil keluar meninggalkan cucu dan Kakek itu.


Melangkah sambil mendengarkan serta melihat lift yang berjalan, Flora mendumel karena dirinya terjebak dengan pria menyebalkan itu.


"Astaga! Kenapa aku jadi begitu? Bod0h!" Sepanjang melangkah, Flora menggerutu karena tingkahnya.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Baru saja sampai di rumah besar itu, sudah tampak air mata yang mengalir dengan adegan minta maaf yang begitu kentara. "Antoni aku...."


"Diam!" Antoni yang sudah berasap ditambah dengan mukanya yang sudah memerah membuat Bena hanya menangis.


"Apa yang kau lakukan Bena! Kau membuat ku terhina!" Antoni mengamuk sejadi-jadinya dan melampiaskan melalui barang-barang yang membuat Bena menutup telinganya.


"S1al!" Antoni mengeluarkan kata-kata tidak baik karena video yang menyayangkan istrinya tengah memadu kasih dan terpergok ditambah dengan sosok pria yang lebih pantas seperti putranya.


"Aku tidak bod0h! Aku bisa melihat dengan jelas, itu adalah kau! Masih membela diri?" Bena tidak bisa berkata-kata karena Antoni sungguh seperti banteng yang mengamuk.


"Kau sama saja mengatakan aku ini bukan suami yang baik! Istriku bermain api dengan pria seusia anaknya sendiri! Apa yang kau lakukan? Kau mengkhianati ku!"


"Aghhh!" Bena berteriak ketakutan karena Antoni yang terus melemparkan barang-barang yang bisa saja melukai mereka.


"Maaf...."


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Jessi yang baru saja datang langsung dibuat membeku karena melihat pemandangan yang tidak mengenakkan. Sepanjang lantai, terlihat kaca berserakan dan juga barang-barang mahal lainnya yang sudah tidak terbentuk lagi.

__ADS_1


"Mommy....." Panggil Jessi sambil melangkah lebih jauh melihat keberadaan mommy nya.


Meskipun ada rasa cemas, tapi Jessi memberanikan dirinya. Ketika langkah terus ia ambil, matanya langsung membola melihat sosok mommy nya.


"Mommy!" Teriakan Jessi melengking mengitari ruangan yang menjadi bagian dari rumah mewah itu.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Dibalik teriakan ada tawa yang muncul, wajah bahagia Flora begitu kentara setelah melihat video yang berisikan adegan yang sangat ia nantikan. "Aku tidak menduga akan menjadi seperti ini. Aku sangat senang, ini baru awal. Sebelum kedatangan ku, akan ku buat kalian tidak pernah hidup tenang. Meskipun Papa ku merasa terluka, tapi itulah kenyataannya. Racun dari ular berbisa harus segera ditangani dan tentu begitu sakit.


Sambil video yang tengah berputar, Flora menatap ke jendela yang memperlihatkan langit yang begitu biru dan jernih.


'Nona, tuan Antoni terlihat sangat marah.'


'Tetap berada di sekeliling Papa ku. Biarkan saja, kau hanya perlu menjaga dan mengawasi dua ular yang tengah terluka itu, ia pasti akan menggigit lagi.' Flora mengirimkan pesan dan langsung terkirim segera.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Oh ya Flo, kau sudah boleh pulang. Kita bertemu lagi Jumat." Si tulang lunak itu menghampiri Flora yang sudah selesai pemotretan.


"Ah ya. Terimakasih, aku akan ganti pakaian." Flora menuju ruang ganti karena akan segera pulang, ketika pintu itu ia tutup, lampu tiba-tiba mati yang membuat dirinya refleks membuka pintu.


"Terkunci?" Flora yang tengah berusaha membuka pintu tidak menunjukan hasil apapun.


Bersambung.....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2