Skala Kecantikan Flora

Skala Kecantikan Flora
Sengaja


__ADS_3

Ruangan dengan ukuran besar ditambah jendela yang dapat melihat pemandangan luar itu, masih menunggu keputusan dari pria berhidung mancung itu.


"Dari hasil pemotretan yang telah dilalui serta yang lainnya. Aku memutuskan bahwa... Kau sangat jauh dari yang kami harapkan. Kau sungguh luar biasa!" Flora memastikan pendengaran nya, dan ternyata berfungsi dengan baik.


Senyum di wajah Flora tercetak sendirinya dan membuat dirinya merasa bahagia. "Jadi..... Aku berhasil??"


"Ya, tidak salah kau lulus. Aku sangat senang! Kita akan menjadi rekan kerja. Kau memiliki keahlian yang tidak terkira. Dan cucu ku ini akhirnya mengakuinya." Flora menjadi tidak suka jika ada kaitan dengan Morgan.


Tapi bibir nya tetap tersenyum, sedangkan Morgan yang menjadi saksi bisu disana juga tengah bergelut dengan pemikirannya. 'Mari kita lihat, bagaimana kau akan bertahan disini.'


"Morgan, segera sampai kan kepada tim editing untuk meluncurkan iklannya. Kita bisa meluncurkan iklan lebih cepat dari perkiraan, segera lakukan!" Mendengar titah dari sang kakek, Morgan langsung bergerak.


"Baik kek." Sejenak, mata mereka beradu pandang tapi hanya sejenak.


"Aku dengar dari Surya kau bukanlah dari sini."


"Ya, aku dari negara lain." Jawab Flora.


"Orang tua mu tinggal disini?"


"Tidak, hanya aku yang kesini."


"Begitu, orang tua mu pasti bangga dengan kemampuan putrinya yang berada jauh dari mereka tapi berhasil disini." Flora tersenyum saja, padahal hatinya merasa lain dengan arah pembicaraan ini.


"Aku mau...."


"Ya, kau bisa istirahat. Sesi berikutnya akan hadir, tapi merilis beberapa foto itu akan sangat baik." Flora meninggalkan ruangan tempat interogasi sejenak itu dan tanpa ia tahu, Tuan Omar melihat dirinya hingga menghilang dari pandangannya.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Mall yang masih dikerumuni oleh keramaian itu membuat seorang gadis menjadi terbakar diantara kesenangan orang-orang yang berbelanja atau sekedar jalan.


"Lihat? Dia tampak terkejut. Waw..... Ini sangat mengejutkan!" Beberapa gadis yang masih bergerombol mengelilingi Jessi tentu tidak akan melewatkan kesempatan ini.

__ADS_1


"Sepertinya dia tidak tau."


"Ya, bagaimana lagi, ketika kau sibuk belanja dan tidak memiliki waktu untuk belajar dengan baik apalagi sopan santun, maka beginilah hasilnya!" Semuanya tertawa ditengah kebakaran diri itu.


"Ayo kita pergi, pasti besok atau sebentar lagi akan ada berita yang bagus lagi!" Meninggalkan Jessi yang masih terpaku, para gadis ahli gosip dan tentunya juga memiliki api permusuhan pada Jessi, semuanya serempak pergi.


"Mommy?" Secepat mungkin, Jessi berlari menuju parkiran untuk menanyakan kebenaran mengenai berita ini.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Gonjang-ganjing juga terjadi diantara para pria dengan uang yang memiliki level hampir sama itu. "Hei, sudah lihat video yang viral?" Seorang pria menyeletuk.


"Video apa?" Tanya yang lainnya.


"Video ini!" Dengan cepat, salah seorang nya memutar video dan memperlihatkan nya dan tentu wajah yang menonton menjadi fokus.


"Astaga! Sungguh memalukan sekali!"


"Ya, aku dengar wanita itu menyewa pria yang seusia anaknya. Ya, meksipun begitu.... Aku akui, dia masih cantik dan seksi."


"Tidaklah kalian merasa, wajahnya mirip seseorang?"


"Siapa? Atau kau pernah bermain dengannya?" Tebak nya yang membuat pria satunya menjadi kesal.


"Enak saja! Bukan!"


"Dia seperti istrinya Antoni. Benar tidak?" Semuanya menatap bersamaan setelah tebakan itu terlontar.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Terlihat sosok pria muda yang berlari dengan cepat seolah ada sesuatu yang begitu genting. "Kau lupa mengetuk pintu. Ada hal apa?" Tampaknya kehadiran pria itu membuat rasa tidak suka.


"Maaf pak, tapi ini sangat genting."

__ADS_1


"Katakan!"


"Ini pak." Tentu saja ia tidak berani bicara dan hanya mendekat sambil memutar video yang berada di ponselnya.


Durasi tiga menit itu membuat percikan yang membuat manik yang tadinya fokus dengan bacaan itu langsung membesar dan tangganya terkepal.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Entah ada janjian atau tidak, dua pasang kaki itu saling menabrak sehingga tubuh pemilik langsung bertabrakan. "Kau tidak punya mata?" Perkataan itu langsung keluar karena dirinya oleng.


"Kau sengaja? Kau ingin merasakan sentuhan ku yang sulit ini? Atau kaki mu tidak terbiasa dengan selagi mahal itu?"


"Permisi... Kau bilang apa? Astaga! Sepertinya rasa percaya diri mu tinggi sekali."


"Katakan saja, kau sengaja kan?" Flora yang dituduh seperti itu tidak peduli dengan siapa lawan bicaranya langsung membalas.


"Ya, aku sengaja....." Flora tersenyum ketika melihat pria angkuh itu terjatuh dan menabrak bebek dress yang dibawa oleh salah satu staff.


"Tuan?" Tentu saja semuanya segera membantu Tuan mereka yang terjatuh.


"Astaga..." Flora ikut kaget dengan ekspresi yang begitu meyakinkan tapi hatinya tersenyum karena jatuh itu. Sedangkan yang tengah terjatuh saat ini, menatap Flora dengan sengit.


"Tuan baik-baik saja?"


"Ya, kembali bekerja!" Ketika semuanya pergi, Flora yang tengah tersenyum itu juga melangkahkan kakinya tapi langkah nya terhenti karena tarikan yang cukup kuat dan membuat tubuhnya tertarik hingga masuk lift.


"Kau!" Flora tidak mendapatkan jawaban, tapi tatapan yang bercampur aduk untuknya. Bukan hanya itu, Morgan juga begitu dekat dengannya.


"Tidak ada wanita manapun yang bersikap seperti itu padaku... Kau..." Flora berusaha melepaskan diri nya dari cengkraman itu, tapi tidak membuahkan hasil. Justru membuat keduanya semakin tak berjarak ditengah jalannya lift itu.


"Aku tidak takut pada orang yang menggangu ku!"


"Sepertinya kau harus tau siapa aku, Flora? Manik Flora terus menajam dan begitu juga Morgan yang tanpa mereka ketahui, jarak mereka begitu dekat dan terlihat pintu lift ditekan oleh seseorang.

__ADS_1


Bessambung.....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2