Skala Kecantikan Flora

Skala Kecantikan Flora
Terimakasih


__ADS_3

Morgan mempercepat langkahnya ketika melihat kedua anaknya yang seolah meyambut kedatangannya. "Anak-anak Daddy!" Fanny tampak tertawa ketika merasakan ciuman sayang yang mendera pipi gembul nya.


"Putri Daddy yang manis! Daddy sangat merindukanmu."


"Dan lihat, putraku yang tampan ini.... Bagaimana hari ini Evan?" Anak laki-laki Morgan yang berada di dalam stroller mereka masing-masing tampak menatap lekat wajah Daddy nya dan tak lama tertawa beriringan dengan kepalan kedua tangannya.


"Aku merindukanmu." Ujar Morgan yang memeluk serta mencium pipi Flora membuat Flora tersenyum.


"Bagaimana hari ini?" Tanya Flora sambil memberikan minuman untuk suaminya.


"Baik, dan melelahkan. Tapi ketika melihat kalian, semuanya langsung hilang." Morgan langsung meminum minuman yang disajikan oleh istrinya itu.


"Aku pikir kau akan pulang terlambat. Akhir-akhir ini ada banyak rapat."


"Apapun itu, semuanya akan baik-baik saja. Aku ini memiliki penyemangat yang luar biasa. Bukan begitu anak-anak Daddy!" Flora mengembangkan senyuman nya melihat interaksi suami dan anak-anak nya.


Malam cepat sekali datang, jam telah menunjukkan pukul sepuluh dan tentunya si kembar sudah terlelap tidur. Setelah memastikan kedua mata anak-anak nya telah menutup, Flora menutup pintu dengan hati-hati dan tak lupa ciuman selamat malam. Sungguh Flora tidak menduga anak-anak nya telah berusia 6 bulan dan tumbuh dengan sangat baik.


Flora menuju kamarnya dan membuka lemari untuk mengambil sesuatu. "Ini dia." Setelah mendapatkan apa yang diinginkannya, Flora tampak menuju ruang ganti.


Rambut indah itu Flora biarkan terurai dan bibirnya ia poles dengan sedikit lipstik yang membuat bibir itu tampak semakin mengkilap. Wajahnya yang sudah cantik glowing tidak perlu lagi bedak tambahan untuk menambah kecantikannya.

__ADS_1


Flora juga memakai anting-anting kecil untuk menghiasi telinga nya dan juga kalung yang senada. Tubuhnya dililit dress malam khusus untuk pasangan yang membuat dirinya semakin cantik. Belahan yang rendah itu tak mampu menyembunyikan bongkahan indah miliknya. Sepasang paha mulus itu juga terlihat jelas, wewangian langsung menyatu pada tubuhnya yang membuat hidung sosok yang ditujunya akan langsung tercium.


"Sempurna!" Flora menatap bangga dirinya yang terpantul di cermin besarnya.


Malam ini adalah kejutan untuk Morgan, karena setelah melahirkan si kembar, mereka belum melakukan kembali hubungan. Karena dari Morgan sendiri yang memiliki alasan berkaitan operasi cecar dan menunggu kesiapan istrinya.


Seolah tau dengan keistimewaan malam ini, tak nampak siapapun selain Flora yang membawa kopi hitam untuk suaminya yang tengah berkutat dengan laporan.


Morgan yang tampak fokus tidak melihat sosok yang datang menuju dirinya. "Minum dulu, mau aku pijit kan." Hidung Morgan langsung tertusuk aroma yang dikenalnya dan dirinya mencoba menatap istrinya yang tengah memijat nya saat ini.


"Minum dulu, dan rasakan pijitan ku. Kau pasti lelah, aku bisa bantu." Ujar Flora, Morgan tidak jadi melihat dirinya karena ulahnya dan ucapan Flora tidak mengandung makna lain, dirinya sungguh ingin membantu suaminya jika perlu.


"Sangat enak. Baik kopi dan juga pijitannya aku sungguh merasa enak!"


"Kau lebih wangi dan cantik malam ini, apa ini sengaja?" Tanya Morgan yang dapat melihat jelas kecantikan istrinya dan kelembaban bibir serta kelembutan kulit itu.


"Bagaimana ya? Aku hanya ingin saja, apa tidak boleh? Atau aku tidak cocok lagi?" Ujar Flora yang langsung mendapatkan tatapan lebih lekat dari Morgan.


"Apapun yang kau pakai, semuanya cocok padamu. Tidurlah, aku masih lama." Jelas Morgan sambil mengecup punggung tangan istrinya.


"Sungguh? Apa ini juga bisa tidur setelah ini?"

__ADS_1


"Flo....." Morgan kaget dan menggeram ketika istrinya bergerak di area keramatnya.


"Aku merindukanmu, kau tidak? Aku sudah mempersiapkan semuanya dengan baik, dan kau memilih semalaman dengan tumpukan dokumen ini? Kalau begitu aku akan....."


Untuk cicilan, Morgan langsung memberikan ciuman mesra nya yang membuat Flora langsung terhanyut dalam.


"Kau sungguh siap? Aku tidak ingin nantinya menyakiti mu sayang. Setelah operasi, aku...."


"Kalau kau begini, aku semakin sakit. Aku sudah siap, aku sangat merindukanmu. Sentuhan mu, kecupan mu dan ..... Ini.... Aku juga merindukan nya menjelajahi diriku." Flora mulai mengelus rudal suaminya seolah memancingnya.


"Baiklah istriku! Malam ini aku akan memberikan semua yang kau inginkan!" Morgan melepas kaos yang membalut tubuhnya dan manik serta tangan Flora langsung merasa kerasnya dada bidang itu.


Morgan membawa istrinya ke meja yang lain dimana mereka leluasa untuk bergerak dan bersiap melakukan pertempuran panas setelah beberapa lama terhenti.


Lenguhan Flora langsung menghiasi pendengaran Morgan yang menjelajahi dirinya. Dress malam itu tampak merosot tajam dan memperlihatkan bongkahan padat yang mengalirkan air kehidupan untuk kedua anaknya.


"Sayang.... Morgan terus, more..." Tangan Flora mengelus rambut legam suaminya yang sekarang seperti anak kembar nya.


"Aku mencintaimu Flora, selama nya dan terimakasih telah hadir dan menjadi bagian dari hidupku." Setelah mengatakannya, rudal balistik Morgan langsung menembus kediaman yang sudah lama tidak dimasuki nya.


"Aku juga sayang. Morgan, aku mencintaimu! Sangat!" Malam itu mereka kembali melebur jadi satu dalam balutan keringat dan ucapan penuh cinta serta erangan yang menjadi bukti cinta mereka berdua.

__ADS_1


Tamat.......


Terimakasih atas dukungannya, author ucapkan beribu terimakasih untuk reader yang telah memberikan dukungan untuk kisah Morgan dan Flora 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2