
Morgan yang baru saja masuk langsung tergesa-gesa menuju kamarnya membuat Omar yang tengah asyik membaca buku menyapa cucunya itu.
"Dimana matamu cucuku, Kakek mu disini kau tidak lihat?" Morgan yang mendapatkan sapaan langsung berhenti rem mendadak membuat dirinya menoleh pada sang kakek yang duduk manis.
"Aku sedang terburu-buru kek, jadi tidak lihat."
"Ya, lagipula matamu melihat entah kemana. Ada apa? Kau terlihat buru-buru sekali?" Omar langsung menghujamkan pertanyaan pada cucu nya yang terlihat terdiam beberapa saat sebelum menjawab.
"Kakek ini bagaimana, tentu saja akan pergi ke pesta. Kakek lupa ya? Atau papa yang pergi?" Ada pertanyaan di akhir kalimat Morgan membuat kakeknya terkekeh.
"Tidak, Papa mu sudah meminta mu untuk datang. Jadi, kau yang pergi."
"Kalau begitu, aku harus bersiap-siap bukan?" Tampak sepasang alis itu menyatu mendengar ucapan cucu nya.
"Apa kau membutuhkan waktu lima jam untuk bersiap-siap? Atau mandi mu tiga jam, sehingga bukan bagian atas mu saja yang berkerut, rudal mu juga ikut berkerut."
"Kakek! Aku tidak begitu...." Elak Morgan membuat Omar semakin tertawa.
"Kalau begitu kenapa? Apa kau seperti wanita yang begitu lama berdandan? Memilih pakaian yang begitu banyak atau...." Morgan langsung melangkah pergi secepat kilat sebelum ada kata-kata yang tidak-tidak keluar dari bibir kakek nya.
"Dia berpikir aku tidak tau. Dasar..." Omar hanyalah menatap kepergian cucunya dengan wajah yang berusaha dipertahankan dengan cool.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1
Baru masuk kamar, bukan ranjang yang menjadi pencarian utama Morgan. Tapi cermin berbentuk bulan dengan hiasan sebagian mentari dan bulan itu yang menjadi incarannya.
"Apa terlihat? Aku rasa sudah berakting dengan baik, tidak mungkin!" Berbicara sendiri, Morgan menatap wajah tampannya dengan begitu lekat.
"Apa aku perlu bercukur? Atau tidak?" Tidak tau kenapa, Morgan melihat struktur wajahnya yang mungkin perlu dirombak.
Tak lama maniknya menangkap jam yang menunjukan pukul 15.00. "Ada apa dengan ku? Ini pesta seperti biasanya... Aku..." Morgan menggelengkan kepalanya beberapa kali menghapus virus yang membuat dirinya menjadi aneh.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Lain lagi dengan Flora, yang terlihat mengotak-atik lemarinya yang berisi pakaian yang tidak sebanyak yang seharusnya. Beberapa kali gadis itu menatap pakaian terbaiknya tapi tetap saja tidak ada.
"Aku tidak mungkin menggunakan pakaian ini bukan? Ini sudah pernah ku pakai. Yang benar saja, aku ingin menunjukkan diriku kepada wanita berbisa itu nantinya. Tidak tau bagaimana, tapi ia berhasil membuat Papa setuju membawanya." Ditengah kebingungan Flora, sebuah panggilan muncul yang membuat keningnya berkerut.
Hingga karena rasa penasarannya, Flora langsung mengangkat panggilan itu yang langsung dijawab meninggi. "Kau darimana? Kenapa baru mengangkat! Hah!" Flora menjauhkan ponselnya dari telinganya dengan jarak aman.
"Kenapa kau menelfon ku?" Tanya Flora yang membuat nada tinggi itu memudar perlahan bahkan menghilang.
"Aku di depan apartemen mu! Cepat keluar! Aku tidak bisa menunggu!" Panggilan itu langsung dimatikan membuat Flora sungguh bak patung saat ini.
"Lelucon macam apa ini?" Karena rasa penasaran, Flora melangkahkan kakinya menuju jendela dan maniknya membola melihat mobil dengan Morgan yang berdiri menunggu tak sabaran disana.
"Dia disini?" Belum Flora mencerna semuanya, panggilan kembali muncul.
__ADS_1
"Apa kau menuruni anak tangga? Kenapa lama sekali? Kau sengaja ya! Ini titah dariku!"
"Dia membuat telinga ku tuli, apa dia tidak bisa bicara dengan baik?" Flora memilih turun langsung daripada telinganya kembali disapa nada dering tinggi itu.
Kaki Flora yang menapak di depan apartemennya miliknya, dibuat berhenti sesaat melihat beberapa orang mengerumuni Morgan yang berdiri di depan mobilnya.
"Lihat, tampan sekali!".
"Apa dia mencari ku?"
"Boleh minta nomor nya?" Morgan yang merasa jengah melihat ke sekeliling arah dan mendapati Flora yang berdiri tak jauh darinya dan langsung berjalan cepat dan..
"Wah, romantis sekali!"
"Dia menggendong kekasihnya! Wah seperti drama!" Flora menjadi batu karena tubuhnya melayang bak angin di gendongan Morgan.
Suara riuh orang-orang terdengar tapi tidak membuat Flora mendengarnya. Hingga mereka sudah dekat dengan mobil dan...
"Aghh!" Flora kaget setengah mati karena tubuhnya dimasukkan lewat jendela mobil yang membuat dirinya langsung mendarat sempurna di kursi penumpang.
Bersambung ......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
__ADS_1