Skala Kecantikan Flora

Skala Kecantikan Flora
Launching 2


__ADS_3

Ponsel dengan posisi simetris itu langsung jatuh dan menyapa lantai dengan suara yang khas. Sedangkan tangan kirinya menjatuhkannya justru ikut membantu bersama wajahnya yang tidak percaya dengan apakah yang ia lihat. "Tidak mungkin.... Pasti salah, mungkin hanya nama saja yang sama. Semuanya memiliki nama itu bukan?" Meksipun dengan rasa tidak percaya, tangannya kembali mengambil ponsel yang tentu masih bisa diajak kerjasama dengan harga mahal itu.


Layar itu masih memperlihatkan siaran langsung launchingnya perhiasan itu.


"Wah, cantik sekali."


"Tangannya saja sudah cantik, apalagi wajahnya."


"Mereka sangat hebat dalam memilih model iklannya." Banyak pujian terlontar baik dari bisik-bisik di tempat langsung maupun komentar dari penonton yang menonton.


"Apa nama akunnya? Aku ingin mengikuti nya."


"Apa dia sudah menikah? Atau memiliki kekasih." Isi komentar dipenuhi dengan pertanyaan yang begitu kepo dengan kehidupan sang model.


"Baiklah, perkenalkan Nona Flora. Dia menjadi bagian utama dalam acara launching ini, dan ....." Tidak terlihat aura permusuhan ketika keduanya berdiri sejajar saat ini. Justru dari pandangan siapapun, mereka terlihat serasi dengan rupa mereka.


Gunting yang telah dihiasi dengan pita itu bersiap menggunting tali yang indah dan juga sebuah buket bunga yang senada dengan warna perhiasan. Tangan Morgan yang menyentuh gunting, tampak menunggu sesuatu dengan tatapan menuju Flora yang membuat wajah cantik itu langsung peka.


Dengan perlahan, Flora turut memegang gunting yang berada dalam tangan sepasang pria dan wanita itu dan tak lama diringi dengan tepuk tangan yang meriah.


"Baiklah, untuk harganya akan ada harga spesial teruntuk 50 yang pertama." Semuanya kembali bertepuk tangan dan Flora seolah tidak merasa terganggu sekarang dengan jarak mereka.


Karena fokusnya sekarang adalah kamera yang meliput dan mengambil gambar dirinya yang akan membuat gempar para pengejek dirinya. 'Ya, terus ambil gambar ku. Dan itu akan semakin membuat ku merasa senang, sangat senang!' Flora yang sudah tersenyum manis membuat Morgan yang berada di sebelahnya menjadi terpaku menatap dirinya.


'Sangat berbeda jika aku lihat, sungguh cantik dan manis. Dia seolah memiliki dua kepribadian atau memang begitu? para wanita yang lainnya menatap diriku dan berusaha mengikis jarak jika seperti ini, tapi dia.... Bahkan tidak seperti itu, apa aku kurang menarik sekarang? Atau pakaian yang ku gunakan kurang pas?' Tidak tau pemilik dari mana yang mesugesti dirinya akan itu.


Padahal dilihat dari manapun, dirinya begitu perfeksionis. Hanya karena sepasang mata yang tidak menoleh padanya membuat dirinya mempertanyakan mata yang lain.

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Bena yang datang dengan senyuman menuju kamar putrinya langsung dibuat kaget dengan keadaan kamar putrinya yang kacau balau seperti kapal pecah. "Sayang, ada apa?" Tanya Bena sambil mendekati putrinya.


"Ada apa sayang? Apa perhiasannya sudah sold out? Jangan khawatir mommy...." Jessi berteriak membuat Bena jadi semakin khawatir.


"Jessi....."


"Tidak! Aku tidak mau! Aku tidak sudi memakai apa yang diiklankan oleh si minus itu! Aku tidak mau! Dan tidak akan! Aghhh!" Jessi seperti syuting film horor saat ini yang membuat Bena terpaku dengan ucapan putrinya.


"Apa maksudnya sayang? Apa yang kau katakan?"


"Aku bilang aku tidak sudi memakai barang yang disentuh oleh Flora! Dia adalah model nya mommy! Aghh! Aku benci padanya, sangat benci! Kenapa dia tidak mati saja!"


Bena langsung menyambar ponselnya dan melihat siaran yang masih berlangsung itu.


"Sarah.... Dia seperti Sarah.... mata itu.... senyum nya...." sekarang bukan hanya Jessi yang terpaku tapi juga Bena yang kembali terbelenggu dengan masa lalu.


"Jadi Nona Flora, sepertinya kau ini bukan warga lokal." Satu pertanyaan terlontar pada Flora yang membuat dirinya tersenyum sebelum menjawab.


"Ya, aku berasal dari negara Pizza, dan...."


"Apa Nona sengaja datang kesini?" Belum selesai pertanyaab pertama, Flora kembali diseruduk pertanyaan berikutnya.


"Ya, aku kesini karena ingin berada di tempat Mama ku dilahirkan dan ini sangat istimewa bagiku." Flora tidak ada rasa takut akan keberadaannya yang akan diketahui oleh Bena, tapi dia seolah merasa yakin bahwa senjata kematian itu tidak akan bisa menyentuhnya.


'Aku ingin lihat, apa kau akan bisa menginjakkan kaki mu kesini, Bena.'

__ADS_1


"Baiklah, sesi pertanyaan nya selesai. Ayo Flora...." Morgan tiba-tiba datang dan menghentikan sesi wawancara itu membuat manik serta ada pertanyaan yang timbul di hati flora.


'Apa ini?'


"Hei, itu...." Kakek ku datang, dia ingin bertemu. Jangan berpikiran lain, mengerti?"


Morgan langsung menembak Flora sebelum bibir manis itu menjawab. "Dia bisa mengirimkan seseorang atau Sely bukan? Aneh!" Meskipun bingung dengan tingkah yang tidak terduga dari Morgan. Flora tetap melangkah menuju ruang pertemuan.


Sebelum Flora masuk, sudah terdengar pembicaraan dari dalam sana karena pintu tidak tertutup dengan baik. "Kakek kemari ingin memberikan undangan atas nama Papa mu. Meskipun menggunakan nama putraku Matthew, kau adalah cucu ku dan mereka bisa melihat itu. Dan sekaligus mengatakan bahwa cucuku berhasil di langkah pertamanya. Dan ya, ingat dengan janjimu?" Morgan tampak merenung sejenak.


"Kau lupa sepertinya. Tapi ... Tak apa, yang pertama hadiri acara nya, hitung mundur dimulai empat hari dari sekarang!" Sepasang telinga menangkap pembicaraan itu dan yang ditangkapnya adalah.....


"Undangan itu.... Aku harus bisa kesana menggunakan dan meksipun dengan sosok yang menyebalkan dan aneh."


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Disisi lain, Bena yang berpikir keras agar Antoni tidak sampai tau keberadaan putrinya, sebuah surat datang dari seseorang. "Maaf Nyonya, ini ada surat undangan untuk tuan Antoni."


"Bawa kesini." Bena mengambil surat itu dan tak lama tersenyum di tengah hujan lebat dalam dirinya.


"Pergilah." Tangan Bena membuat pria itu langsung pergi.


"Permisi Nyonya."


"Ini adalah jalan keluar dari masalahku. Kau akan lihat, bagaimana aku datang ke tempat terkutuk itu Flora! Kau sengaja menantang ku, kau akan lihat aku datang dengan Antoni! Dan setelah ini kau tidak akan tersenyum bahkan bisa menatap ku setelah apa yang kau lakukan!"


Bersambung .....

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak


__ADS_2