Skala Kecantikan Flora

Skala Kecantikan Flora
Amunisi Pertama


__ADS_3

Akhirnya negara yang jauh itu, dipijak juga oleh Flora. Dengan gaya santai nya, dia berjalan keluar bandara. Sepanjang jalan, ia ditatap dengan rasa kagum karena wajah yang cantik meskipun tertutupi dengan kacamata hitamnya. Bukan hanya mata yang bergerak, tapi bibir para penumpang serta staff disana turut bergerak.


"Apa ada konser idol?"


"Apa ada fans meeting?"


"Atau ada syuting di sini?"


"Wah, cantik sekali."


"Apa dia jodohku?" Begitu banyak macam ucapan orang-orang disana, tapi Flora tidak mengindahkan dan tetap melangkah menuju jalan keluar, menuju taksi.


"Taksi!" Taksi yang sudah berbaris disana tentu langsung berbinar melihat kedatangan wanita cantik di depan mereka.


"Miss, mau kemana?" Pria lokal itu langsung bicara dengan bahasa campuran.


"Perusahaan art...." Pria supir taksi itu cukup kaget karena wanita asing bisa berbahasa lokal.


"Bisa?" Tanya Flora langsung membuyarkan lamunan dan rasa keterkejutan supir itu.


"Tentu Nona, mari." Flora langsung masuk dan taksi langsung jalan, meskipun pandangan orang-orang masih mengikuti diri Flora.


Sepanjang perjalanan, Flora menatap jalanan yang dilewati nya. Helaan napas beberapa kali ia ambil, tentu datang ke negara jauh dan tanpa dukungan siapapun adalah hal sesuatu yang besar dan Flora harus menghadapi nya.


Kalau tidak begini, sampai kapanpun dia tidak akan bisa mengusir wanita ular yang menghuni kediamannya.


Hingga karena asyik melamun, taksi yang ditumpanginya akhirnya berhenti. "Nona, kita sudah sampai."


"Ah, ya. Terimakasih pak." Sambil memberikan ongkos, Flora langsung masuk menuju resepsionis.


Memasuki gedung perkantoran lantai satu itu, Flora tentu dijamu dengan baik. Karena selain wajah cantik, tutur katanya juga sangat mendukung. "Selamat siang."

__ADS_1


"Selamat siang, ada yang bisa dibantu nona?" Tanya resepsionis kepada flora.


"Aku ingin bertemu dengan..." Flora berujar sambil mengeluarkan kartu nama yang ia dapatkan.


Kartu nama itu dilihat oleh sang resepsionis dan tak lama tersenyum. "Baik Nona, silakan duduk dulu. Karena pak Surya sedang rapat saat ini." Flora mengangguk dan tak lama duduk di tempat yang terlihat olehnya.


Sesekali ia dilirik oleh orang-orang disana karena rupanya. Tapi Flora hanya tersenyum kecil saja, selain tidak mengenal ia juga merasa lelah karena sehabis mendarat langsung kesini.


Dengan kecanggihan teknologi, flora sudah memesan hotel untuk tempat tidurnya dan juga dalam beberapa waktu kedepan. Tak lupa, Flora melihat sejenak furniture dan juga interior perusahaan yang didatangi nya.


"Sangat indah dan penuh seni. Sepertinya sangat terkenal." Sambil sesekali melihat ponselnya, Flora mendapatkan notifikasi di apk hijau nya.


'Flo, kau baik-baik saja.' sebuah pesan singkat dari dosen nya.


'Ya, Bu. Aku baik.' flora membalas pesan dan tak lama suara resepsionis memanggilnya.


"Bahkan orang lain lebih peduli padaku, papa apa begitu kuat pengaruh ular itu?" Sambil memasukkan ponselnya, Flora menuju resepsionis.


"Baik, terimakasih banyak." Flora melangkah menuju lift dan naik ke lantai lima.


Ketika pintu lift terbuka, flora dapat melihat ruangan yang diberitahukan oleh resepsionis dan segera mempercepat langkahnya.


"Masuk!" Flora langsung membuka pintu dab terlihat sosok yang menawarkan kerjasama kepadanya.


"Nona Flora, selamat datang di Bali. Dan aku sangat senang kau datang sangat cepat. Mari silakan duduk."


"Terimakasih, senang bertemu dengan bapak juga." Flora duduk mengikuti pria itu.


Tampak ruangan dengan suhu udara yang sangat baik dan juga pemandangan yang lepas melihat Laut nan indah. "Jadi Nona flora, dengan kedatangan Nona. Saya rasa, nona setuju dengan penawaran nya."


"Ya,aku sudah memikirkannya."

__ADS_1


"Saya sangat senang, dan kebetulan kontrak kerjasama serta poin untuk yang lainnya bisa nona lihat disini."


"Sepertinya sudah dipersiapkan, atau sudah menebak kedatangan ku." Jawab flora sambil tersenyum bercanda.


"Baru saja saya print kan. Dan sepertinya angin membawa nona Flora kesini." Flora melihat poin kerjasama disana dan mata flora membulat ketika membaca satu poin.


"Ini..."


"Benar Nona, melihat kemampuan nona saya tidak ragu untuk posisi ini. Selain kepiawaian nona dan juga sikap nona. Saya yakin itu, apa Nona keberatan?"


"Tidak, tapi jujur saja kita baru bertemu, tidak mengenal. Mungkin saja aku tidak sebaik yang dikira, siapa yang menjamin."


"Saya tidak pernah salah mengenali orang. Katakan saja saya seperti punya sesuatu, tapi diri nona sangat baik. Kebetulan posisi ini kosong karena dia pindah dan juga tidak bisa melanjutkan pekerjaan karena fokus pada keluarganya. Karena itu saya pergi liburan kesana sambil mencari sosok yang baru. Terkadang sebuah perpisahan membuat saya bertemu dengan orang yang baru dan tepat. Saya disana sudah hampir sebulan."


"Sekedar liburan, atau memiliki pekerjaan juga?"


"Tidak salah saya memilih Nona, pemikiran nona sangat cepat."


"Panggil saja flora, bukankah kita akan bekerjasama pak?"


"Itu artinya sudah setuju? Apa ada poin hasil mau ditambahkan?"


"Tidak, ini sangat bagus." Flora langsung menyambut uluran tangan pria itu.


"Selamat Nona flora, selamat datang dan bergabung di perusahaan kami. Mungkin setelah ini akan ada pertemuan bersama karyawan dan yang lainnya."


"Baik, tentu saja."


'Aku mendapatkan amunisi pertama ku. Tunggulah beberapa saat, kalian tidak akan hidup tenang.' Flora bertekad dalam hatinya sambil memandangi ombak yang memecah di depan matanya.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak


__ADS_2