
Baru saja sepasang kaki itu sampai dengan menggunakan penerangan alaminya, ia menuju pintu ruang ganti. "Minggir!" Suara teriakkan dengan nada tinggi langsung ia terobos.
"Flo!" Sedangkan Flora yang tengah melepaskan diri dari tangan jahat itu mengenali dengan jelas pemilik suara.
"Ada orang asing! Dia berniat jahat!"
"Si@l! Ada orang!" Pria asing itu menggerutu kesal karena dirinya yang masih berjuang harus ketahuan.
Dengan secepat kilat, kakinya menyenggol kaki Flora yang membuat keseimbangan Flora langsung amblas.
"Agh!" Teriakkan Flora tidak jadi dilanjutkan karena tubuhnya terasa ditangkap seseorang, sebuah tangan yang terbiasa mengangkat alat olahraga dan dipastikan bukan tangan yang mengandung kejahatan.
"Beraninya kau menganggu ku!"
"Flo!" Dalam kegelapan yang masih menyelimuti itu Morgan menarik pria penyusup itu dan Flo mengambil sebuah besi pajangan busana yang dia ingat dan memukul pria asing itu, hingga terdengar suara teriakan.
Tak lama adu gulat yang tidak seimbang dan tidak berpengalaman itu sudah terlihat hasil gulat nya dan beriringan dengan pencahayaan yang datang.
"Tuan...."
"Tangkap dia!" Dengan amarah, Morgan memerintahkan keamanannya menangkap penyusup itu.
Pria yang tidak dikenali itu memberontak sambil menatap Flora yang terlepas dari niat nya. "Turunkan pandangan mu, si@l!" Morgan memukul wajah itu yang membuat keamanan langsung membawa nya.
Sedangkan Flora yang masih syok dan tengah mengambil napas sebanyak-banyaknya hanya melihat dengan tatapan tajam. "Beraninya kau menyentuh ku!" Meskipun merasakan sedikit sesak, Flora menggunakan kakinya hingga pria itu terjatuh.
"Flo, minumlah." Sely memberikan minuman kepada Flora yang merasakan sesak.
"Kau baik-baik saja?" Sely melanjutkan tanyanya, dan Flora mengangguk.
"Kau sendiri?" Flora dapat melihat keadaan Sely yang cukup kacau, dan ia juga tau bahwa pria jadi-jadian itu membantunya.
"Rambutku jadi berantakan dan terluka." Dengan nada bicaranya yang belok, Sely memegangi kepalanya.
"Pak, perbaikan hampir selesai dan...." Belum selesai ucapan itu, lampu sudah menyala.
__ADS_1
Flora hanya menatap sejenak Morgan yang membantu nya, meksipun ada beberapa hal yang membuat Flora tidak menyukai pria itu tapi tetap saja kebaikan yang dilakukan nya tidak nol bagi Flora.
Perlahan Flora melangkahkan kakinya menuju Morgan untuk mengucapkan terima kasih. "Aku... Terimakasih." Morgan mengangkat wajahnya menatap Flora yang berkeringat sehingga mengaliri leher dan dadanya yang sedikit terbuka.
Entah kenapa, dari segi hal yang bisa dilihat, manik Morgan justru tertuju kesana. Morgan hanya mengangguk dan berdehem, dengan manik yang menatap ke arah lain secepat mungkin. "Ya." Flora yang tidak ambil pusing dengan tingkah pria itu.
Setelah mengucapkan terima kasih nya, Flora berbalik menuju Sely yang akan membantu nya, tapi tiba-tiba saja langkah Flora jadi membeku karena sebuah tangan menyentuh pundaknya dan tubuhnya menjadi tertempel dengan tubuh yang tinggi beberapa centimeter darinya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Jessi yang berhasil menghubungi Antoni langsung menuju pintu menyambut kedatangan Daddy nya itu. Antoni yang melihat gadis itu hanya memperlihatkan wajah datar nya. "Akhirnya Daddy pulang, mommy...." Antoni langsung mengangkat tangannya sebelum Jessi melanjutkan ucapannya.
Dan setelah itu ia melanjutkan langkahnya meninggalkan Jessi yang terpaku. "Apa ini? Kenapa sikap Daddy begitu?" Jessi yang menginginkan penjelasan langsung menyusul Antoni. Bagaimanapun juga, dia tidak akan membiarkan Antoni marah pada mommy nya yang akan membuat kehidupan bahagianya menjadi kacau.
"Daddy!" Panggil Jessi beberapa kali di pintu tertutup itu.
"Nona, saat ini tuan Antoni tidak bisa diganggu." Seorang pelayan mencoba menjelaskan kepada Jessi keadaan tuannya saat ini.
"Aku tidak bertanya padamu!" Jessi menjadi kesal karena sudah lelah mengetuk pintu besar itu.
"Daddy, aku..."
"Kembalilah ke kamar mu Jessi. Dan untuk mommy mu, tunggu dia sadar baru kita bicara. Saat ini aku tidak ingin diganggu!" Dengan tegas Antoni mengatakannya.
"Tapi Daddy tidak mau melihat keadaan mommy? Daddy, aku tidak tau kejadian sebenarnya... Tapi video itu hanya rekayasa...."
"Rekayasa? Begitu? Apa kau berpikir aku tidak bisa membedakannya?" Jessi tampak takut untuk melanjutkan ucapannya.
"Bukan begitu...."
"Kembalilah ke kamar mu!" Tidak mau mendapatkan amukan, Jessi memilih pergi meninggalkan Antoni.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Bena akhirnya sadar juga dan melihat putrinya yang tengah menangis melihat dirinya sadar. "Mommy!" Jessi memeluk tubuh mommy nya dan dibalas dengan baik oleh Bena.
__ADS_1
Keduanya berpelukan menikmati kerinduan seharian. "Mommy baik-baik saja?"
"Ya, kenapa kau menangis? Mommy baik-baik saja." Bena menghapus air mata putrinya.
"Aku sangat takut, Daddy terlihat begitu marah, aku tidak bisa menjelaskan apapun padanya. Sebenarnya apa yang terjadi mommy? Kenapa bisa begini? Mommy masih bermain?" Bena yang mendapatkan pertanyaan berturut-turut tentu tengah terdiam saat ini.
"Jangan pikirkan tentang itu, mommy akan menyelesaikannya." Jessi hanya mengangguk berharap semuanya selesai.
"Maaf nyonya, tapi Tuan menunggu anda di ruang tamu." Baik bena dan Jessi saling berpandangan satu sama lain.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Flora yang tadinya merasa berterima kasih sekarang merasa menyesal mengucapkannya. "Aku kira dia tulus! Ternyata modus! Dasar!" Bagaimana tidak kesal, Morgan mendaratkan satu tangannya di belakang tubuh Flora ketika mereka tengah berbincang dengan staff yang tiba-tiba datang dan bertanya mengenai keadaan nya.
Sesaat sebelumnya....
"Flora kau baik-baik saja?" Tanya sang fotografer yang melihat keadaan sang model itu.
"Ya." Jawab Flora yang ingin marah tapi tak bisa, sehingga ia hanya bisa menyatukan giginya sambil menatap Morgan.
'Kenapa dia tidak melepaskan tangannya dari punggung ku?' Morgan yang ditatap tampak tidak tau menahu dan semakin erat membuat Flora dapat merasakan tangan Morgan yang tengah menari di sana. Hingga pembicaraan itu usai dan semuanya pergi Flora mengucapkan kata kurang ajar dan pergi meninggalkan Morgan yang menatap dirinya.
"Dia bilang apa?" Ujar Morgan pada dirinya sendiri.
Kembali ke masa sekarang....
Melihat Flora yang kesal bukan main, Sely yang seperti tamu tak diundang itu muncul dihadapan Flora. "Astaga! Kau membuat ku jantungan!" Flora memegangi dadanya yang terasa meloncat.
"Kau terlihat marah, kenapa? Apa perlindungan tuan Morgan kurang?" Ucapan Sely membuat kening Flora menyatu.
"Perlindungan apa?" Tanya Flora dengan kesal.
"Flora kau tidak sadar ya, resleting dress mu terlepas sehingga tangan tuan Morgan menutupinya selama berbincang-bincang tadi!" Flora lagi-lagi diam membeku setelah mendengar ucapan Sely yang terdengar sambil terkekeh.
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
__ADS_1