Skala Kecantikan Flora

Skala Kecantikan Flora
Anugerah


__ADS_3

Pagi ini ada yang berbeda dari seorang Morgan. Dia turut turun tangan dalam memandikan bayi kembarnya yang tentunya ada Flora di sampingnya. "Benar kan sayang?" Tanya Morgan sambil memandikan Evan di bak mandinya mininya.


"Kita sama-sama belajar sayang. Tapi, yang Daddy kembar S lakukan benar." Jawab Flora yang membuat Morgan tersenyum. Tidak seperti dini hari tadi, dimana Evan menangis di dalam gendongannya. Sekarang bayi tampan itu nampak anteng bersama Daddy nya.


"Putra Mama sudah menjadi Daddy yang baik." Mertua Flora itu hadir diantara orang tua baru itu yang tengah memandikan bayi kembar mereka.


"Ini benar kan ma?" Tanya Morgan memastikan.


"Iya, sudah benar. Kau sudah belajar dengan sangat baik. Lihat cucu-cucu ku ini, sangat menggemaskan."


"Jika lelah duduk saja Flora. Biar Mama yang memandikan Vanny."


"Tidak ma, aku tidak apa."


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Anak-anak Daddy wangi sekali." Morgan menciumi wajah anaknya yang memiliki aroma bayi itu yang membuat Evan tampak menggeliat.


"Sudah sayang, kita bedong dulu." Ujar Flora pada suaminya yang tidak menghentikan aksinya.


"Kau lapar peri kecilku?" Morgan menggendong putrinya yang telah selesai dan tampak membuka matanya menatap Daddy nya.


"Aku akan menyusui mereka." Flora tampak duduk di ranjang sambil bersandar dengan nyaman dan langsung memberikan asi untuk bayi kembarnya.


Tampak Vanny yang lebih dulu disusui sedangkan Evan bersama Morgan. "Gantian ya Evan." Bibir kecil itu tampak terbuka seolah mencari sumber kehidupannya dan membuat ekspresi lucu di mata Morgan.

__ADS_1


"Kau tidak ke perusahaan sayang?" Tanya Flora pada suaminya.


"Tidak, aku akan menemani istriku menjaga anak-anak kita. Ada Brian yang mengurus perusahaan sementara, dan juga papa serta Kakek. Aku tidak bisa meninggalkan mu sendirian menjaga anak-anak kita, meksipun ada Mama atau baby sitter. Aku ingin turun langsung menjaga mereka, apalagi itu tidak mudah. Melawan rasa kantuk, lelah itu lebih sulit dari para menyelesaikan berkas-berkas. Apalagi dirimu sendirian sayang, ini anak-anak kita. Kita urus bersama, hingga mereka dewasa karena mereka adalah anugerah yang luar biasa. Aku tidak bisa melewatkan nya, kau mengerti sayang?" Flora merasa terharu mendengar ucapan suaminya.


"Terimakasih....."


"Aku yakin berterimakasih. Karena berkat mu lah, aku mendapatkan semua ini." Sambil mengendong Evan, Morgan duduk di sebelah istrinya dan memberikan kecupan manis di dahinya membuat Flora memejamkan matanya sejenak. Dan tak lama terdengar suara Evan yang menangis, karena haus.


"Iya sayang, kakak mu sudah selesai." Flora mengambil alih putranya yang menggantikan posisi putrinya sekarang.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Hari-hari berlalu, Morgan kembali masuk ke perusahaan seperti biasanya. Tak terasa kedua bayi kembarnya sudah berusia 6 bulan. Tampak ada panggilan video yang memperlihatkan si kembar bersama Flora di rumah.


"Lihat, dia menegakkan kepalanya." Morgan tersenyum melihat putrinya yang sudah bisa mengangkat kepalanya meksipun beberapa kali jatuh.


"Sayang lihat, hahaha... Evan."


"Putraku, hahaha.... Ayo sayang, berjuang lagi! Kau pasti bisa." Morgan tampak memberikan semangat kepada putranya yang tampak berjuang menegakkan kepalanya.


"Itu baru putraku." Di wajah tampan itu tercetak senyuman yang membuat kadar ketampanannya bertambah.


"Aku tidak sabar untuk pulang."


"Selesaikan dulu rapatnya, ada satu lagi kan. Kami akan menunggu mu Daddy." Bertepatan dengan itu, tampak Bri datang dengan pesannya.

__ADS_1


"Pak, rapat akan dimulai."


"Dah Daddy...." Flora melambaikan tangannya dan juga dibalas Morgan.


"Cepatlah pulang, aku mencintaimu." Morgan yang ingin menjawab tidak bisa karena panggilan itu sudah berakhir.


"Awas nanti, istriku." Sedangkan Bri hanya bisa maklum dengan ekspresi bos nya itu.


"Ayo Bri! Katanya mau mulai, kau masih saja diam."


"Astaga, sabar...." Pria yang tampan itu hanya bisa mengurut dadanya melihat tingkah bos nya.


"Bri!"


"Iya pak, aku datang!"


Bersambung......


Sambil menunggu episode berikutnya, yuk mampir ke karya baru author!


Rosalina Untold Story


Ditinggalkan oleh calon suami sehari sebelum pernikahan nya membuat hati Alina hancur lebur. Belum mendapatkan jawaban akan maksud calon suaminya yang meninggalkan dirinya, Alina kembali dikejutkan beberapa bulan kemudian akan permintaan pria yang belum menghilang dari hatinya itu.


"Aku mohon padamu, tolong rawat bayi ini. Aku memohon padamu Alina. Jaga Rosa dengan baik." Setelah mengucapkan itu, Edwin menghembuskan nafas terakhirnya.

__ADS_1


Bagaimanakah kelanjutan nya? Apakah Alina akan membesarkan nya? atau justru mengikuti egonya?


__ADS_2