
Restoran mewah itu, memiliki ruangan tersendiri yang jauh dari kerumunan seperti para pelanggan yang datang dan hanya sesuai izinnya saja.
Meksipun memiliki pemandangan jalanan kota, tetapi tetap saja kesunyian merambah di dalam sana. "Apa aku terlalu keterlaluan?" Tanyanya pada dirinya sendiri.
Pria Eropa itu menatap tangannya yang menampar wajah putrinya itu. "Sarah, wajahnya seperti mu. Katakan apa aku keterlaluan? Aku merasa tidak mengenali putri kita."
Sejak kejadian keributan besar yang berujung dengan kepergian putrinya, Antoni merasa lain dengan hal itu. Begitu banyak pro kontra dalam dirinya, berbagai macam hal, membuat dirinya hampir tidak pulang beberapa hari ini karena merasa berbeda ketika ia pulang.
Beberapa kali ia menatap layar ponselnya tetapi juga ada keraguan di dalamnya. "Bagaimana kabar nya? Dia tidak pulang." Ketika nomor Flora bersiap ia tekan, pintu ruangannya terbuka dan membuat dirinya kaget.
"Bena?"
"Sayang... Kau sudah makan? Aku bawakan makanan untukmu." Bena meletakkan box makanan ke atas meja Antoni dan bersiap menyajikannya.
"Ini...."
"Kau terkejut?" Antoni belum merespon karena kelakuan Bena yang tiba-tiba berteman dengan box makanan.
"Aku merasa sangat khawatir sayang, kau tidak pulang beberapa hari ini. Aku yakin kau tidak makan dengan teratur. Kau bisa bercerita padaku, bukankah itu yang dilakukan sepasang suami istri? Tidak ada yang perlu ditutupi, hmm." Antonio memejamkan matanya merasakan sentuhan dari istrinya itu.
"Aku merasa lapar." Bena sedikit tersentak ketika Antoni melepaskan diri dari sentuhannya.
"Kalau begitu kita makan, aku sudah bawakan makanan kesukaan mu." Sambil melihat Antoni mulai menikmati makanannya, Bena menatap benda pipih itu yang membuat senyuman jahat nya keluar.
__ADS_1
'Aku tidak akan membiarkan kau menghubungi anak itu!'
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Flora yang tengah menikmati waktu pulang dari pekerjaan nya, sebuah notifikasi bermunculan di layar ponselnya.
Tetapi karena rasa gerah yang lebih menang membuat dirinya lebih dulu mandi dan tidak selesai dengan membaca notifikasi yang diterimanya.
Hingga ketika sudah merasa segar, Flora kembali melihat ponselnya dan membaca pesan yang memenuhi aplikasi hijau nya. Flora membalas pesan yang ia rasa penting dan terus mengecek hingga ke bawah, hingga sebuah pesan membuat wajahnya santainya menjadi naik tingkat.
'Nona, Nyonya bena ke restoran hari ini.'
Flora langsung menghubungi nomor hp mengirimkan pesan itu. "Katakan!"
"Apa ada sesuatu? Papa baik-baik saja kan?"
"Baik Nona, tapi Tuan tidak pulang beberapa hari ini."
"Apa saja yang kau temukan? Aku ingin informasi lebih dari ini."
"Nona jangan khawatir, saya sudah mengambil beberapa rekaman nona. Tapi.... sepertinya nyonya Bena memiliki kaki tangan lebih banyak di restoran. Tapi saya tidak berhenti begitu saja."
"Kirimkan ke email ku dan lakukan dengan baik! Ada lagi?"
__ADS_1
"Baik Nona, beberapa hari sebelumnya ada keributan yang terjadi dan membuar nona Jessica mengamuk dan marah besok Nona."
"Hal apa yang membuat gadis manja itu menangis."
"Nona tidak tau?" Flora sedikit bingung dengan pertanyaan itu.
"Maksudnya?"
"Saya akan kirimkan, sepertinya berbeda negara tidak membuat nona tau."
"Ayolah, aku disini mengumpulkan energi untuk bertempur."
"Saya tau nona. Saya akan kirimkan."
"Bagus, terus awasi dan yang terpenting... jaga papa ku."
"Pasti Nona, dan cepatlah kembali nona."
"Aku akan kembali." Panggilan terputus dan floral menunggu pesan dari pria kepercayaan nya.
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
__ADS_1