Skala Kecantikan Flora

Skala Kecantikan Flora
Bagaimana Dengannya??


__ADS_3

Tubuh Flora yang terlelap tidur itu sekarang berada di dalam gendongan yang tengah membawanya ke dalam mobil. "Jalan!" Tanpa melihat ke arah lain, manik itu hanya menatap wajah putrinya yang tengah terbaring di pahanya. "Putriku..." Tidak ada lagi pembicaraan, selain menatap wajah putrinya dengan begitu lekat dan sesekali memejamkan matanya mengingat percakapan sebelum meninggalkan hotel tersebut.


Sesaat sebelumnya.....


Morgan yang ditanyai seperti di pengadilan membuat, pria itu ikut duduk bersama kakek dan Antoni. "Aku akan menikahi Flora." Tentu saja ucapannya membuat Antoni dan juga Omar kaget bukan main.


"Katakan lagi." Terdengar datar, tapi hati Antoni tampak mendidih.


"Aku akan menikahi Flora, putrimu Tuan Antoni. Lagipula tidak perlu ku jelaskan, kau juga tau apa yang terjadi." Entah mengapa Omar menatap lekat wajah cucunya yang tengah berbicara dengan serius.


"Kau...."


"Ya, aku salah. Seharusnya aku mengantarkan Flora pulang, tapi.... Mau bagaimana lagi, tampaknya berkata lain."


"Aku tunggu segera tuan Omar, sepertinya ini sudah jelas. Aku juga tidak terima dengan sikap cucu anda pada putriku. Tapi jika putriku juga salah, aku juga akan bertindak."


"Tentu, aku setuju dengan ucapan Morgan. Aku akan datang dengan lamaran dan pernikahan akan segera dilakukan." Setelah mendengar jawaban yang dibutuhkannya, Antoni segera membawa putrinya yang tengah tertidur pulas di ranjang bergelung selimut.


Tetapi sebelum pergi, tampaknya ketidaksukaan masih terlihat jelas di manik Antoni yang melayangkan tatapannya pada Morgan yang dibalas balik olehnya dengan wajah datar.


"Kita sampai Tuan." Melihat dirinya sudah berada di kediaman dirinya sementara disini, Antoni membawa manusia tubuh putrinya yang tertidur.


Menaiki tangga, Antoni akhirnya merebahkan tubuh putrinya di ranjang yang tak kalah empuknya. Sebelum pergi, Antoni mengelus rambut putrinya sambil menunggu putrinya terbangun dan bertanya apa yang terjadi.


"Mama, Papa...."


"Papa disini sayang." Kecupan kecil mendarat di kening Flora yang tampak tersenyum manis seolah merasakan kecupan manis itu.

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Bagaimana?" Tanya Antoni yang tidak juga tidar dan memilih duduk.


"Sudah diatur Tuan, baik nyonya Bena dan nona Jessica tidak akan menuntut apapun lagi pada tuan."


"Bagus, cukup berikan rumah dan uang sebagai harta gono gini, setidaknya aku sudah berbaik hati. Aku tampak b0d0h percaya dengan omongan Bena dibandingkan dengan putriku sendiri."


"Tidak tuan, Anda hanya tak melihatnya. Tetapi sekarang, semuanya sudah kembali dan terwujud seperti apa yang anda inginkan."


"Tidak juga, aku mendapatkan kabar dan situasi yang tidak aku duga. Dan ini sangat penting, untuk putriku. Aku memintamu mencari sesuatu bukan, bagaimana?" Tampak pria itu maju dengan dokumen ditangannya.


"Ini tuan, selama disini.... Nona Flora berkerja di perusahaan dan juga menjadi modeling untuk perhiasan di perusahaan Tuan Omar, berita ini menjadi viral di berbagai negara. Ditambah dengan...."


"Katakan saja! Kenapa berhenti?" Ujar Antoni yang membaca hasil pencarian anak buahnya.


"Kau bisa kembali." Pria itu tampak mengangguk dan langsung menghilang dari pandangan Antoni yang tampak menghela nafasnya.


"Flora, persis seperti mu sayang, tapi aku tidak tau jalannya akan begini. Aku tidak akan membiarkan putri kita berada di tangan yang salah, sungguh aku ingin menebus waktu yang terbuang bersama nya, dan kau tau sekarang? Putri kita.... Aku akan mencari tau kebenarannya." Berdiri dengan kedua kakinya, Antoni menuju kamarnya dan tak lama pintu serta lampu tampak padam.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Mommy, ini...."


"Diam! Diam! Aku tidak terima! Antoni menceraiakan ku? Aku kehilangan segalanya, tidak..... Aku tidak mau! hahahhaa."


"Mommy, tenanglah, kita...."

__ADS_1


"Menyingkir! Aku tidak ingin berpisah, tidak mau!"


"Mommy!" Jessi tentu sangat panik melihat Bena yang tampak berlari keluar di tengah hujan yang mendera.


Bena tampak berteriak sambil berlari hingga...


"Mommy!" Jessi berteriak keras membuat hujan yang mengguyur itu tidak menjadi berhenti malahan semakin deras.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Istirahatlah, kakek sudah bicara pada orang tua mu."


"Maaf, kakek tidak tidur tepat waktu. Karena aku..."


"Itu bukan salahmu, tetapi bukan berarti tidak ada salah mu. Kau berhutang banyak tentang ini."


"Tidak ada lagi kek, aku sudah bicara semua." Ujar Morgan.


"Kalau begitu, kau yakin?"


"Ya." Jawab Morgan dengan tegas.


"Bagaimana dengan Flora? Apa dia juga akan menjawab yang sama?". Entah mengapa, mendengar kata Flora membuat wajah Morgan berubah dan pikirannya langsung melalang buana.


Bersambung ...


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2