Skala Kecantikan Flora

Skala Kecantikan Flora
Tontonan


__ADS_3

Sekarang dengan jelasnya Bena menatap wajah yang membuat kehidupannya tidak tenang itu. Dan Flora justru menyambut dengan tatapan yang sama ditambah dengan senyuman tipisnya. "Kita bertemu lagi, bukan begitu?" Tanya Flora dengan senyuman mautnya yang membuat Bena merasa geram bukan main.


"Apa kau berpikir dengan pakaian serta dandanan seperti itu membuat dirimu menjadi kelas atas?"


"Kau melihatnya begitu? Aku merasa senang sekali, akhirnya pandangan mu tidak salah!" Dengan sedikit senyum dada Bena sudah panas.


"Kau sangat berani sekarang. Kau berpikir aku tidak akan kesini, tapi sayangnya aku datang bersama Papa mu, bagaimana? Mau bertemu? Mungkin kau ingin mengatakan kerinduan mu...."


"Aku bisa sendiri, kenapa harus repot-repot ibu tiriku? Lagipula aku sangat senang kau sudah memutuskan untuk datang, dengan melawan beratnya sebuah beban."


"Aku berpikir kau sudah mati, tapi nyatanya tidak. Sepertinya aku sendiri yang harus turun tangan untuk mengatasi mu."


"Begitu kah? Kalau begitu, aku juga punya sesuatu untuk mu." Ditengah pembicaraan berselimut kabut tebal itu, Morgan datang.


"Ayo...."


"Kau bersamanya?" Pertanyaan Bena membuat Morgan yang tidak mengenali wanita itu menjadi berkerut kening.


"Aku tidak menjawab pertanyaan orang tidak dikenal." Flora tersenyum puas mendengar Morgan memberikan jawaban untuk bagus.


"Begitu, kau tentu tau orang yang datang kemari, bukan orang sembarangan."


"Ya, dan begitu juga dengan siapapun yang bersama dengan ku."


"Kau duluan saja, aku masih berbincang-bincang dengannya. Kami sudah cukup lama tidak bertemu, jadi dia sangat penasaran dengan berbagai hal." Menatap Flora sejenak membuat Morgan menjadi patuh dan pergi dari sana.


Perhatian Flora yang tertuju Morgan membuat Bena yang tampak memiliki kesempatan langsung menyenggol pelayan yang membawa minuman dan dengan gaya kecilnya, pelayan itu kehilangan keseimbangan dan membuat Bena tersenyum.


'Kena kau!'


"Astaga!" Semuanya tertuju pada pelayan yang terjatuh itu, tapi satu hal yang membuat Bena semakin kesal adalah Flora yang tidak tersentuh sama sekali dan justru berada dalam dekapan Morgan yang menarik dirinya.


Sejenak Flora terpaku dengan apa yang terjadi, tapi tak lama ia kembali tersadar dan melihat Bena telah menghilang.


"Hei!" Morgan memanggil Flora, Yap tampaknya si cantik itu melenggang entah kemana.

__ADS_1


Ditengah langkah melangkah itu, Flora dihentikan oleh seseorang yang membuat dirinya terdiam sejenak. "Flora!"


"Papa...." Siapa sangka, Flora bertemu dengan Papa nya kembali. Bukan hanya dia yang terdiam sejenak tapi juga Antoni yang melihat putrinya yang menghilang beberapa waktu.


Di dalam manik matanya, Antoni dapat melihat wajah yang hinggap dihatinya sampai sekarang. "Bagaimana....."


"Dengan siapa kau kesini? Apa yang kau lakukan sehingga kesini? Kau melakukan sesuatu? Dan pakaian apa ini?" Pertanyaan Flora yang tadinya ingin menanyakan kabar sang Papa langsung terjun bebas dengan hujaman pertanyaan penuh keraguan itu.


"Dengan siapapun, yang jelas tidak menganggu Papa kan? Lagipula kenapa harus aku jelaskan? Bukankah Papa lebih percaya pada orang lain? Aku tidak diperlukan." Dengan senyum getir Flora menatap wajah yang sesungguhnya ia rindukan itu.


"Jangan memulai, ganti pakaian mu, itu tidak pantas!"


"Ya, karena yang pantas hanya istri dan putri baru Papa. Aku ini tidak cocok dengan itu. Dan kenapa Papa peduli? Aku bukan putri Papa lagi, ingat? Dan disini bukan Italia, jadi anggap saja begitu."


"Beberapa waktu pergi kau berubah menjadi begini?" Tanya Antoni tidak percaya.


"Dan beberapa waktu Papa tidak berubah, percaya pada yang salah."


"Jangan me..."


"Aku pergi!" Daripada menghabiskan waktu yang sangat berharga untuk saat ini, Flora melepaskan cekalan tangan Papanya.


"Kau tau aku sangat merindukanmu." Langkah Flora terhenti setelah mendengar suara yang ia kenali.


"Aku juga, kau tau aku merasa sangat panas dan sesak melihat wajah menyebalkan itu. Aku sangat ingin menghabisinya!"


"Itu bisa ku urus sayang , sekarang aku merasa panas dan sesak setelah melihat dan berdekatan dengan mu, kau bisa rasakan?" Dengan genitnya, tangan itu sudah mengotak-atik bongkahan yang bukan miliknya.


"Janji dulu? Aku sudah muak dengan anak itu!"


"Iya, aku akan menghubungi anak buah ku untuk mengatasinya, Flora bukan?"


"Ya, aku ingin dia merasa ingin mati tapi tidak bisa!"


"Itu akan terjadi, sekarang ayo.... aku sangat merindukanmu. Kita manfaatkan waktu sejenak ini sebelum suami mu itu datang."

__ADS_1


"Kau tau, bahkan Antoni pun tidak bisa mengalahkan mu atau siapapun."


"Kau juga!" Flora langsung menghilang dari sana dengan rekaman yang akan menjadi tontonan menarik.


"Kau sangat membantu ku Bena, ternyata g@irah membuat otak jadi hilang.


Flora meninggalkan ruangan yang menjadi tempat bermain sejenak pasangan haram itu.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Acara tampak dimulai, para pengusaha dengan kekayaan timbunan besar itu saling berbincang-bincang ria dan juga menikmati persembahan yang telah dipersiapkan.


Tak lengkap tanpa pemutaran video dengan nominasi yang telah dipersiapkan untuk menjadi pemenang. Semuanya tampak menatap layar melihat nominasi, tapi tak lama semuanya menjadi hening dan fokus melihat adegan yang tengah berputar.


Semuanya tampak kaget dan berbisik-bisik dengan macam-macam bisikan. Baik kasihan, kaget, tak percaya dan juga tertawa dan bahagia.


Hingga video selesai diputar dan semuanya tampak melanjutkan bisik-bisik dan juga dengan hati yang sudah kecewa bercampur marah.


"Sayang, kau disini...."


"Plak!" Tamparan keras langsung mengisi bagian dari acara dan membuat sosok yang ditampar bingung, kaget dan malu.


"Antoni?" Ujarnya dengan kebingungan.


"Dasar ular, pengkhianat! Aku menyesal menikahi mu! Hari ini aku Antoni, menceraikan mu! Dan kau! Kau bisa ambil dan bermain dengan nya sesuka hati mu, dan nyonya Andita sepertinya kau aku memiliki madu."


Wanita yang bernama Andita itu sudah seperti lilin yang terbakar habis dan melangkah membuat sang pria yang dipastikan suaminya langsung berlutut.


"Ma, aku...."


"Kita pisah! Aku tidak terima suami berselingkuh!"


"Ma, ini salah paham, aku...."Diantara manik yang melihat adegan dramatis itu ada raut bahagia yang membuat Morgan menatap dengan lekat.


'Rantai apa yang mengikat dirimu, flora?'

__ADS_1


Bersambung ......


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2