
Manik Morgan yang sudah basah semakin membasah melihat apa yang terjadi pada istrinya. Tampak yang lainnya ikut menatap dengan wajah yang sama dan manik yang basah tergenang.
"Flo..." Tenggorokan Morgan terasa tercekat karena air matanya sudah jatuh duluan.
Tanpa ba-bi-bu lagi Morgan langsung menuju ranjang tempat dimana sang istri terbaring dan langsung memberikan ciuman bertubi-tubi di wajah istrinya.
"Sayang, Kau sadar. Aku sangat bahagia, Flo...."
"Hmmmm, kau tampak kacau." Ujar Flora yang memberikan senyuman di wajah pucat nya dengan tangan yang mengelus wajah suaminya.
"Aku sangat takut." Ujar Morgan menggenggam erat tangan istrinya.
"Bayi kita?" Tanya Flora yang sadar bahwa tidak ada apapun lagi di perutnya.
"Mereka lahir dengan sehat, perpaduan sempurna kita." Flora semakin tersenyum mendengar ucapan suaminya.
"Papa...." Giliran manik Flora yang menatap Antoni yang berada disana.
"Putriku yang kuat. Selamat sayang, kau jadi seorang mommy."
"Papa jadi grandpa sekarang."
"Mama, papa." Flora juga menyapa mertuanya yang sudah beberapa kali menghapus air mata mereka karena Flora sadar di luar perkiraan.
"Jangan banyak bergerak, kau baru saja selesai operasi."
"Bayi kita, aku ingin melihat mereka." Permintaan Flora diangguki oleh suaminya dan langsung suster membawa keduanya yang lambat disambut oleh kedua orang tua mereka dan nenek kakek mereka.
"Kebetulan yang tampan bangun nyonya, apakah ASI nya keluar?" Tanya suster yang membuat Flora menyentuh bagian sumber kehidupan anak-anak nya.
"Ya, apa aku bisa menyusui langsung?" Tanya Flora dengan semangat dan wajah yang berbinar-binar melihat rupa bayi kembar nya.
Yang laki-laki mengambil bagian Morgan, sedangkan bagian mata dan bibirnya mengambil milik Flora. Sedangkan yang perempuan, juga mendapatkan bagian Morgan tapi kulitnya serta hidungnya seperti Flora.
"Tentu saja." Rasa sakit dan lemas yang Flora rasakan beribu ketika dirinya menggendong bayi nya yang tampak mencari-cari sumber nutrisinya.
"Sayang..... Putra kita." Flora menduselkan hidung nya ke hidung kecil putranya.
"Ya, dan ini putri kita." Ujar Morgan yang menggendong bayi perempuan.
Orang tua Morgan dan Flora mengembangkan senyum mereka melihat dua cucu mereka yang lahir dengan selamat dan sehat. "Ayo Flora, susui putramu." Flora mengangguk dan baik Antoni dan papa Morgan memilih keluar memberikan ruang untuk anak dan menantu nya.
__ADS_1
"Aku akan menyusul." Ujar mama Morgan kepada suaminya.
"Minum yang banyak sayang." Flora tak henti-hentinya menatap wajah putranya yang tengah menyedot sumber kehidupan nya.
"Dia menyusu dengan sangat kuat." Morgan memperhatikan putranya yang memyusu dengan lahap.
"Ya, seperti Daddy nya." Ujar Flora yang membuat Morgan terkekeh.
"Kalian sudah siapkan nama untuk cucu-cucu mama?" Seken Flora dan Morgan berpandangan.
"Stevan dan Stevanny." Ujar Morgan sambil menatap wajah anaknya bergantian.
"Vanny tampak tenang dalam dekapan Daddy nya, mama mau gendong." Morgan memberikan putrinya perlahan dan tampak Vanny hanya menggeliat geliat kecil.
"Oh cucu ku yang cantik, lihatlah dirimu... Kau versi Daddy mu yang manis dan cantik."
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Dengan penjelasan dokter, Flora sudah bisa pulang, dan tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Morgan mendorong kursi roda istrinya menuju halaman rumah mereka.
Tampak si kembar di gendong oleh grandpa mereka melangkah menuju halaman kediaman anak dan menantunya. "Selamat datang di rumah kembar." Merasakan energi kebahagiaan mata bulat dengan manik satu seperti Flora dan Morgan, keduanya sungguh sangat menggemaskan.
Kebahagiaan baru akan mengisi rumah tangga Flora dan Morgan.
"Dan terimakasih karena mencintai dan selalu bersama ku."
"Aku tidak akan bisa membalas rasa sakit yang kau rasakan saat itu sampai kapanpun. Tapi, aku akan selalu bersamamu, melindungi mu dan anak-anak kita."
"Kau melakukan yang terbaik. Kau suami dan Daddy yang terbaik." Flora membalas genggaman tangan suaminya dan keduanya saling berpandangan penuh cinta dan tak lama berpelukan sambil menatap kedua bayi mereka yang tertidur pulas.
"Ayo tidur." Flora mengangguk perlahan membaringkan tubuhnya yang dibantu oleh Morgan.
"Merasa nyaman sayang." Tanya Morgan yang menjadi Flora menepuk sisi ranjang satunya yang membuat Morgan mengerti.
"Sangat....." Morgan membiarkan tubuhnya dipeluk sang istri dan mengelus rambut indah itu.
"Aku mencintaimu." Tak henti-hentinya Morgan mengatakannya membuat Flora tersenyum manis.
"Aku juga, sangat!" Keduanya perlahan tertidur pulas.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1
Manik Morgan terbuka ketika mendengar tangisan putrinya yang terbangun. Melihat istrinya yang masih tertidur, Morgan segera bertindak cepat menggendong putrinya.
"Kau haus peri kecilku? Atau basah?" Morgan memeriksa putrinya apakah buang air atau tidak. Dan ternyata benar, putrinya buang air. Dengan tutorial medsos serta belajar bersama Mama nya, Morgan mengganti popok putrinya.
Vanny tampak tenang merasakan sentuhan lembut Daddy nya. " Bagus sayang, adik mu sedang tidur." Ya, Vanny terlebih dahulu lahir sebelum Evan beberapa menit.
Setelah memastikan putrinya bersih, Morgan mengayunkan tangannya dengan lembut berharap putrinya kembali tertidur. Tetapi tampaknya tidak, karena Vanny menangis membuat Morgan mengajak putri kecilnya itu menuju dapur.
"Kau haus sayang, Daddy akan berikan ASI mu." Morgan dan Flora memang menyediaan stok asi untuk kedua anak mereka.
Jam yang menunjukkan pukul satu dini hari, Morgan menatap putrinya yang menyedot botol ASI itu dengan kuat. "mommy sedang tidur, jadi kau bersama Daddy ya." Morgan akui, sepasang matanya mengantuk. Tapi, ada kebahagiaan sendiri yang membuat rasa kantuk itu sedikit tersingkirkan karena melihat dan merasakan bagaimana dirinya merawat putrinya.
Setelah putrinya tertidur dengan 3 botol ASI untuk raib, Morgan kembali meletakkan Vanny di box bayinya. "Selamat tidur peri kecil Daddy." Morgan kembali merebahkan tubuhnya di samping sang istri, tapi sekitar sepuluh menit, suara Evan terdengar. Sekarang giliran Evan yang terbangun dan menangis.
"Putraku...." Evan tampak menangis kencang meksipun berada dalam gendongan Daddy nya.
"Kau haus sayang?" Ketika Morgan berniat mengambil botol ASI, lampu tidur dinyalakan dan terlihat Flora terbangun.
"Sayang, ada apa? Siapa yang bangun?" Tanya Flora yang langsung melihat suami dan anaknya.
"Dia bangun, aku ingin mengambilkan botol ASI nya, tapi dia terus menangis."
"Biar aku saja." Flora mengambil alih putranya dan tampak tangisan Evan perlahan mereda.
'Astaga, apa ini? Dia tidak suka pada Daddy nya?' Sungguh Morgan bertanya-tanya melihat tingkah putranya yang seolah mempermainkan nya dan ditambah dengan tatapan mata putranya seperti mengklaim bahwa bongkahan padat dengan nutrisi itu adalah miliknya.
"Kenapa kau melihat Evan seperti itu?" Tanya Flora.
"Tidak, tadi Vanny juga bangun tapi dia tidak seperti Evan." Flora hanya tertawa kecil mendengar dan melihat reaksi suaminya.
"Mereka mulai menampakkan perbedaan mereka, tidak apa sayang. Dia mungkin sangat haus, karena perbedaan antara bayi perempuan dan laki-laki akan terlihat di bagian kebutuhan ASI mereka." Terang Flora.
"Kau tampak mengantuk, tidurlah." Morgan menggeleng.
"Tidak, ini bayi kita. Kita urus bersama, kau bangun aku akan temani. Kau butuh sesuatu sayang?" Tanya Morgan kepada istrinya yang membuat Flora sangat bahagia dengan sikap suaminya.
"Tidak, aku tidak butuh apapun. Karena aku sudah mendapatkan semuanya." Morgan menghapus air mata istrinya sebelum mengenai wajah putra mereka.
"Kenapa menangis? Ada yang sakit?" Tanya Morgan dengan khawatir.
"Tidak, aku sangat beruntung mendapatkan mu."
__ADS_1
"Aku yang beruntung. Sangat beruntung!" Dini hari itu tidak membuat mereka mengantuk, tetapi haru dengan kebahagiaan saling memiliki satu sama lain.
Bersambung......