
Saya adalah Ren Orion. Saat ini saya sedang menjadi sosok yang dipanggil Noir.
Saya saat ini sedang duduk memikirkan nama yang cocok untuk familiar yang baru saja saya panggil.
Beberapa saat yang lalu setelah saya menyelamatkan tiga gadis yang sedang di serang oleh orc, saya segera pergi dari sana.
Lalu saya sempat berpikir untuk memiliki familiar agar saya tidak bertarung sendirian, itulah yang kupikirkan.
Saya menggigit jempol saya hingga setetes darah jatuh ke tanah dan sebuah lingkaran sihir terbentuk.
Dari lingkaran sihir itu muncul ular berwarna hitam yang sangat besar. Dia terlihat seperti ular namun sebenarnya dia adalah ular naga.
Tingginya mencapai 4 meter sehingga dia terlihat menakutkan awalnya.
“Hamba bisa mengetahui kekuatan tuan yang luas biasa besar, dengan ini hamba akan mengabdikan diri hamba ke anda.”
Wah, ternyata dia bisa bicara dan lagi suaranya terdengar gagah.
“Hamba mohon buat kontrak dengan hamba.”
“Tentu, tapi apa yang perlu kulakukan?”
“Cukup beri hamba sebuah nama saja.”
Saya berpikir sejenak. Melihatnya memiliki kulit berwarna hitam gelap seperti bayangan dan memiliki tubuh yang besar maka dia bisa disebut raja ular.
“Baiklah, namamu adalah Ziselaer yang berarti juara hitam.”
“Sesuai keinginan anda, nama hamba mulai hari ini adalah Ziselaer.”
Setelah memberikan dia nama entah kenapa tubuhku lemas dan merasa pusing. Jubah gelapku menghilang dan saya jatuh pingsan karena tidak bisa menahan rasa kantuk ini.
“Tuan? Tuan? Sepertinya anda kehabisan sihir, maafkan hamba jika hamba merepotkan anda.”
“Tidak... apa...”
__ADS_1
Saya pun pingsan karena kehabisan sihir.
...****************...
Rei dan teman-temannya sudah mengetahui bahwa Rei memiliki adik laki-laki dan dia kabur dari rumah karena kesalahpahaman ayahnya.
Rei mengerti bahwa ayahnya terlalu berlebih-lebihan dan tidak mendengarkan Ren sehingga ia kabur.
“J-Jadi sampai saat ini dia belum kembali?” Tanya Bella dengan suaranya yang gugup.
Clovis mengangguk dengan ekspresi murung.
“Sudahlah, aku yakin dia baik-baik saja lagi pula dia adalah adikku dan juga dia seorang laki-laki. Pasti dia baik-baik saja, aku yakin.”
Ekspresi mereka bertiga menjadi lebih baik dari sebelumnya setelah mendengar itu.
Makan malam mereka juga sudah selesai sehingga hanya piring kotor yang ada di atas meja.
Tidak lama setelah itu, suara ketukan pintu terdengar dari luar.
Namun ketukan pintu selanjutnya selanjutnya diikuti oleh suara seseorang.
“Pak Clovis, lihat ini. Kami menemukan putra anda. Mohon buka pintunya.”
Mendengar hal itu, mereka semua bergegas berdiri dan menghampiri pintu. Saat pintu dibuka, dua orang pria yang seumuran dengan Clovis sedang membawa Ren yang tidak sadarkan diri.
“Ren?!”
“Ren!”
“Tuan muda!!”
Mereka panik dan Mio segera menggendong putranya. Ren tidak sadarkan diri, pakaiannya kotor dipenuhi oleh bercak darah dan lumpur namun tidak ada satupun luka ditubuhnya.
“Bagaimana ini bisa terjadi?”
__ADS_1
Clovis bertanya kepada dua pria yang membawa Ren pulang.
“Kami menemukannya di dalam hutan dan dia sudah tak sadarkan diri.”
“Tapi anda tenang saja, dia baik-baik saja. Kami menemukan dia sedang dilindungi oleh monster ular naga hitam.”
Semua terkejut saat mendengar ular naga keluar dari mulutnya. Ular naga adalah sosok makhluk yang mengerikan dan sangat membenci manusia.
“Di lindungi oleh ular naga katamu?”
“Ya. Tidak hanya itu, ular naga itu bisa berbicara dan dia mengatakan kalau dia adalah familiarnya putra anda.”
“Dia juga mengatakan kalau putra anda tidak sadarkan diri karena kelelahan melawan monster di hutan.”
Itu adalah hal yang sama sekali tidak bisa dipercaya oleh Clovis bahwa putranya bertarung melawan monster apalagi dia mendengar bahwa monster di hutan menjadi mengganas dan mengamuk karena sesuatu.
“Terima kasih sudah membawa anakku, aku akan membalas kebaikan kalian dilain hari.”
“Tidak perlu, kami melakukannya karena sudah tugas kita untuk membantu.”
“Benar, lain kali lindungi putra anda dengan baik.”
Pria itu merasa kalau Ren kurang pengawasan dari orang tuanya sehingga menjadi seperti ini karena itulah pria itu mengatakan untuk menjaga Ren dengan baik lagi.
“Tentu, aku akan menjaga dia dengan baik lagi.”
“Kami harus segera melaporkan situasi hutan kepada kepala desa jadi kami akan pamit.”
“Baiklah, kalau begitu kami permisi dulu.”
Kedua pria itu pergi meninggalkan mereka. Semua masuk ke dalam dan membaringkan Ren di sofa.
Wajah Ren yang tenang menjadi basah karena keringatnya yang mulai bercucuran. Semua orang berpikir mungkin hawa di dalam rumah terlalu panas, sehingga mereka memindahkan Ren ke kamarnya dan membuka jendela kamarnya agar angin malam masuk.
Semua berada di dalam kamarnya Ren untuk merawat Ren. Mio berpikir bahwa putranya sedang bermimpi buruk lalu ia menggenggam tangannya dengan lembut.
__ADS_1
Semua orang bisa melihat kehangatan seorang ibu kepada anaknya.