Son Of God

Son Of God
Mandi bersama


__ADS_3

Setelah ledakan berhenti, Eldo terjatuh dengan tubuh yang hangus. Dampak serangan yang diterima olehnya terlalu besar namun dia tetap bisa berdiri kembali dan kekesalan terlihat di ekspresi wajahnya.


Dengan penuh kekesalan, pedang besarnya di lemparkan ke arahku namun pedang itu tidak berhasil mencapaiku berkat kapten Minerva yang membuat dinding es untuk melindungiku.


"Beraninya kalian!"


Aku heran mengapa orang itu masih memiliki kekuatan walaupun tubuhnya penuh dengan luka. Dia terus berdiri walaupun terkena serangan mematikan. Namun, mataku berfokus pada cahaya kecil yang ada di dadanya, tepat di tempat jantung berada. Itu hampir tidak terlihat dari kejauhan tapi aku yakin sekali ada sesuatu di bagian dadanya.


"Apakah serangan itu merusak otaknya?"


"Kau tidak boleh seperti itu, lho. Itu sama saja kau mengatakan bahwa dia itu bodoh."


"Tapi benarkan?"


Minerva tersenyum kecil dengan percakapan kami. Kudengar dia membenci laki-laki tapi melihatnya sekarang, itu tidak seperti dia membenciku.


"Kapten Minerva, boleh aku minta bantuanmu?"


"Tidak usah pakai kapten, kau bisa memanggilku Eva. Tentu, apa yang kau butuhkan?"


"Kalau begitu...


Setelah aku menjelaskan rencanaku pada Eva, dia bersedia membantuku walaupun awalnya dia tidak menyetujuinya. Aku berdiri dengan bantuan pedang suci sebagai penyangga. Membenarkan posisiku yang sempoyongan dan membuat ancang-ancang untuk berlari. Percikan petir terjadi di antara kedua kakiku dan menyebabkan luka di tubuhku berdenyut namun aku menahannya.


"Ren? Apa yang kau lakukan?"


Teriakan terkejut kakak membuat semua perhatiannya tertuju padaku. Tapi aku mengabaikannya dan memfokuskan diri.


"Binding ice!"


Sebuah es berbentuk seperti akar mengikat Eldo dan membuatnya tidak bisa bergerak untuk sementara waktu. Aku menendang tanah dan bergerak dengan kecepatan tinggi. Aku menghunuskan pedang suci, Twilight, pada jantung Eldo. Terdengar suara seperti pecahan kaca saat pedang Twilight menembus jantungnya.


"Gah! Brengsek... Bagaimana kau..."


"Ini alat sihir yang membuatmu dapat mengurangi rasa sakit, bukan? Tapi sayangnya aku sudah mengetahui trikmu."


Eldo berteriak kesakitan dan menghilang menjadi pasir. Aku yang kehilangan banyak darah kehilangan kesadaranku dan pingsan.


...----------------...


Sebuah mansion yang di beli oleh ksatria suci sebagai markas mereka. Ksatria suci adalah para ksatria wanita yang merupakan kekuatan kerajaan.

__ADS_1


Setelah pertempuran yang melelahkan melawan pembunuh bernama Eldo yang ingin membunuh Ren. Semuanya beristirahat dengan berendam di pemandian air panas yang ada di dalam mansion.


Tidak ada luka fatal yang di alami para ksatria suci. Satu-satunya orang yang terluka dengan luka mengerikan adalah pahlawan kerajaan, Ren Orion.


Meskipun kepala Ren masih terasa sakit, dia berendam bersama para ksatria suci. Berkat pemandian air panas yang memiliki efek penyembuhan, seluruh rasa sakit dan lelah hilang begitu saja saat dirinya berendam.


"Bagaimana rasanya?" Tanya Kapten Kyoka yang tiba-tiba memeluk lengan kanan Ren.


"Aku yakin kau merasa seperti hidup kembali bukan, Ren?" Diikuti oleh Minerva yang juga melompat dan memeluk lengan kiri Ren.


Dari sudut pandang laki-laki situasi yang Ren rasakan adalah surga karena dia bisa merasakan empat bola lembut di kedua lengannya. Namun, yang Ren rasakan adalah neraka, karena dia merasa tidak bisa bersantai dengan baik.


"Ahh! Bisakah kalian menjauh sedikit? Aku tidak bisa bersantai dengan baik!"


Ren melepaskan diri dari kedua wanita itu dan duduk di sebelah kakaknya. Kedua wanita itu menatap Rei dengan penuh kebencian.


"S-Sudahlah. Komandan, kau harusnya sadar akan posisimu."


"Tidak masalah, bukan? Saat ini kita tidak sedang bekerja."


Rei memaklumi perilaku komandan karena dirinya juga akan bersikap manja pada orang yang dicintainya tapi dia masih bingung dengan Minerva yang tiba-tiba saja dekat dengan adiknya.


"Kenapa? Aku juga tidak tahu. Hanya saja setiap kali aku bersama adikmu, aku merasa detak jantungku berdetak dua kali lebih cepat dan merasa senang berada di dekatnya."


Saat Minerva mengatakan kejujurannya, Ren bersembunyi di belakang Rei karena merasa dirinya pasti akan terancam bahaya.


"Eva, ekspresimu menakutkan."


Mendengar kata-kata itu yang keluar dari Ren, Minerva terdiam sejenak lalu dia kembali ke ekspresi wajah yang akan memakan Ren kapan saja.


"Tenang saja, ini tidak akan lama. Hehe."


Seperti melihat hantu, Ren memeluk kakaknya dari belakang dan menutupi wajahnya dengan punggung kakaknya.


"Hei, Ren!"


Rei terkejut karena dia bisa merasakan tangan adiknya yang hangat di perutnya, saat dia ingin melepaskan diri, ia bisa merasakan tangan adiknya gemetar. Sisi Ren yang tidak pernah ia tunjukkan pada siapapun. Dengan pasrah dia membiarkan adiknya dan menatap Minerva dengan tajam.


"Cukup Minerva. Ren ketakutan karena ulahmu."


Minerva menghela nafas dan kembali ke ekspresi tenang seperti biasanya. Komandan yang ingin menggoda Ren, mengurungkan niatnya setelah melihat sisi Ren yang ketakutan.

__ADS_1


"Hei, Ren. Apa yang telah kau lakukan hingga ada yang ingin membunuhmu?"


Suasana menjadi agak hening dan serius saat Rei bertanya.


"Meskipun kakak bertanya padaku, aku juga tidak tahu."


Para wanita yang mendengar itu kebingungan karena sangat aneh jika ada orang yang mencoba membunuh Ren tanpa alasan.


"Ini hanya dugaanku saja. Mungkin... mereka mengira Ren adalah ancaman bagi mereka."


"Ancaman? Padahal aku tidak melakukan hal buruk apapun."


Ren mengatakan itu sambil mengingat apakah ada hal yang membuat dirinya terlihat buruk.


"Terpilih oleh pedang suci, Twilight, mengalahkan iblis yang menyusup, memenangkan acara akademi dengan cara yang mengagumkan, bersahabat dengan pangeran apalagi kau memiliki elemen ganda. Tidak mungkin ada yang tidak merasa iri padamu."


Kapten Yumi mengatakan semua fakta yang ia punya tentang Ren dan itu membuat Ren merasa dirinya telah melakukan banyak hal konyol.


Rei mengusap kepala Ren dan membuatnya tenang karena ia merasa prihatin dengan kondisi Ren. Meskipun fakta yang di ucapkan Yumi terdengar masuk akal namun ada sesuatu yang membuat Rei janggal.


"Kalau memang begitu, kenapa sampai harus membunuhnya? Jika hanya itu maka kita para ksatria suci juga harusnya adalah salah satu Terget mereka juga."


Komandan Kyoka memegang dagunya dan berpikir dengan tenang.


"Itu sangat aneh. Namun bagaimana jika mereka berpikir Ren adalah Noir?"


Aku terkejut mendengar itu, aku tidak pernah mengira bahwa pembahasan akan mencapai kesana. Tidak, apa mereka berpikir demikian juga kepadaku? Seharusnya tidak. Aku harus membuat mereka percaya bahwa aku bukan Noir.


"Bukankah aneh? Aku memang menggunakan elemen ganda tapi si Noir ini harusnya menggunakan elemen kegelapan."


"Kau benar."


Semua percaya dengan penjelasanku dan aku sangat lega. Akan jadi masalah jika sampai identitasku terbongkar.


"Baiklah, lupakan semua ini. Nah! Ren, aku akan menggosok seluruh tubuhmu hingga bersih!"


Komandan berteriak seperti itu dan membuat bulu kudukku berdiri. Aku segera keluar dari kolam dan berlari dengan cepat.


"A-Aku sudah selesai! Sampai jumpa!"


"Cih, dia kabur."

__ADS_1


__ADS_2